{"id":424472,"date":"2026-10-30T12:15:12","date_gmt":"2026-10-30T05:15:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=424472"},"modified":"2026-10-30T12:15:12","modified_gmt":"2026-10-30T05:15:12","slug":"cerita-mahasiswa-penglaju-boyolali-solo-perjalanannya-penuh-cerita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-mahasiswa-penglaju-boyolali-solo-perjalanannya-penuh-cerita\/","title":{"rendered":"Cerita mahasiswa penglaju Boyolali-Solo, jalanan tidak terduga adalah musuh sehari-hari"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi mahasiswa mengajarkan saya banyak hal. Tidak hanya pengetahuan di ruang kelas, tapi juga banyak pelajaran hidup lain. Terlebih bagi mahasiswa yang <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-menjadi-mahasiswa-nglaju\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">nglaju<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Boyolali ke Solo seperti saya. Pelajaran hidupnya berkali-kali lipat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tinggal di Boyolali dan kuliah di Solo. Sekilas, jarak tersebut mungkin tidak terdengar terlalu jauh. Apalagi bagi orang yang terbiasa bepergian antarkota. Namun, jarak yang terlihat dekat di peta bisa terasa berbeda ketika harus ditempuh secara rutin demi mengejar jam masuk kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak menjadi mahasiswa, urusan berangkat bukan sekadar menentukan kapan harus bangun. Ada waktu bersiap, perkiraan perjalanan, dan kemungkinan jalanan lebih ramai daripada biasanya. Semuanya perlu diperhitungkan agar tidak sampai di kampus ketika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-kampus-swasta-bukan-akhir-dunia-dan-ptn-bukan-segalanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perkuliahan<\/a> sudah dimulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, jalan raya tidak pernah berjanji akan mengikuti jadwal yang kita susun.<\/span><\/p>\n<h2><b>Selisih sepuluh menit, jalanan Boyolali ke Solo bisa beda cerita<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau rumah dan kampus berada di lokasi yang berbeda, waktu keberangkatan menjadi bagian penting dari rutinitas. Berangkat pukul enam pagi, misalnya, tentu berbeda perhitungannya dengan baru meninggalkan rumah sepuluh menit kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan yang biasanya terasa cukup bisa menjadi lebih lama ketika kendaraan mulai ramai. Akibatnya, waktu yang semula diperkirakan aman mendadak terasa mepet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah kemampuan mengatur waktu benar-benar diuji. Kita harus memperhitungkan bukan hanya berapa lama perjalanan dalam kondisi lancar, tetapi juga menyediakan waktu cadangan jika keadaan tidak sesuai perkiraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, bukan berarti semua keterlambatan bisa menyalahkan jalanan. Ada kalanya kita sendiri kurang disiplin mempersiapkan diri.<a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/menguak-alasan-kenapa-ada-orang-yang-nggak-bangun-meski-alarm-udah-bunyi-berkali-kali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Alarm sudah berbunyi<\/a>, tetapi kasur terasa lebih meyakinkan daripada kewajiban kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ketika persiapan sudah dilakukan dan perjalanan tetap lebih lama dari perkiraan, kita belajar bahwa disiplin saja tidak selalu cukup. Perencanaan juga harus realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mahasiswa yang tinggal di Boyolali dan kuliah di Solo, mengatur waktu berarti memikirkan perjalanan sebagai bagian dari kegiatan kuliah itu sendiri. Waktu untuk bersiap dan berangkat tidak bisa dianggap sebagai urusan kecil yang baru dipikirkan setelah semuanya selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, terlambat meninggalkan rumah bukan hanya mengurangi waktu perjalanan yang tersedia. Hal itu juga bisa membuat sepanjang perjalanan dipenuhi pikiran tentang jam masuk, dosen, dan kemungkinan terlambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum sampai kampus, pikiran sudah lebih dulu mengikuti perkuliahan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ngekos bukan berarti tidak punya hitungan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin anyak yang bertanya, kenapa nggak ngekos? Asal tahu saja, <\/span><a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/trend-in-this-economy-gaya-hidup-hemat-anak-kuliah\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">in this economy<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bersama keluarga memang lebih untung karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa kamar. Tinggal di rumah bisa mengurangi beberapa pengeluaran dan membuat seseorang tetap dekat dengan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, mahasiswa yang ngekos mungkin akan lebih hemat waktu. Namun, ada uang dan tanggung jawab yang mengikuti.\u00a0 Mereka perlu mengatur pengeluaran, mengurus kebutuhan sehari-hari, dan menjalani kehidupan jauh dari rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tidak perlu buru-buru menentukan siapa yang lebih mandiri atau siapa yang hidupnya lebih mudah. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mahasiswa komuter, perjalanan menjadi bagian dari konsekuensi tersebut. Ada waktu yang harus disediakan setiap hari, bahkan sebelum kegiatan akademik benar-benar dimulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan Boyolali\u2013Solo mengajarkan saya bahwa tepat waktu bukan sekadar perkara bangun lebih pagi. Ada perencanaan, kebiasaan, dan kemampuan memperkirakan keadaan yang perlu dilatih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita memang tidak bisa mengatur seluruh kondisi jalan. Namun, kita masih bisa mengatur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/ekonomi\/jadwal-krl-jogja-solo-rp8-ribu-sekali-naik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jam keberangkatan<\/a>, menyiapkan kebutuhan sejak malam sebelumnya, dan menyediakan waktu cadangan agar tidak selalu terburu-buru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, justru kebiasaan kecil seperti itulah yang membantu kehidupan kuliah berjalan lebih teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan panjang ini menyadarkan saya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang apa yang dipelajari di ruang kelas. Ada juga pelajaran yang datang dari perjalanan menuju kampus, termasuk memahami bahwa rencana yang baik tetap perlu mempertimbangkan kemungkinan yang tidak terduga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Az Zahra Deviana Ramadhani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BACA JUGA <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/boyolali-daerah-slow-living-terbaik-di-jawa-tengah\/\"><b>Lupakan Magelang, Purwokerto, dan Salatiga, daerah slow living terbaik adalah Boyolali<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan artikel menarik lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">TERMINAL MOJOK<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai mahasiswa yang nglaju, jalanan Boyolali-Solo yang tidak terdugua sudah jadi makanan sehari-hari, perlu banyak siasat. <\/p>\n","protected":false},"author":3366,"featured_media":424497,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8877,34,1599,26170,2284],"class_list":["post-424472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-boyolali","tag-mahasiswa","tag-nglaju","tag-penglaju","tag-solo"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3366"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424472"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424500,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424472\/revisions\/424500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}