{"id":42423,"date":"2020-05-02T15:19:35","date_gmt":"2020-05-02T08:19:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=42423"},"modified":"2020-05-02T15:19:35","modified_gmt":"2020-05-02T08:19:35","slug":"belajar-kesalehan-sosial-dari-naruto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belajar-kesalehan-sosial-dari-naruto\/","title":{"rendered":"Belajar Kesalehan Sosial dari Naruto"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai umat muslim yang selalu diperintahkan berbuat baik serta menjadikan Islam sebagai rahmat di sekeliling kita, amal baik menjadi salah satu media dan penyalur kebaikan yang paling baik untuk lingkungan sekeliling kita. Islam mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang baik karena pada hakikatnya Islam adalah keselamatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara etimologis, saleh bermakna terhindar dari kerusakan atau keburukan yang asal katanya dari bahasa Arab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sh\u0101li\u1e25<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika ditarik secara general, artinya adalah perbuatan atau amal yang tidak buruk dan menimbulkan kerusakan. Perbuatan yang tidak merusak dan selalu berbuat baik di sini jika diartikan adalah berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita, dan tidak berbuat keji dan merugikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain hubungan kepada Allah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hablum minallah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), hubungan kepada manusia (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hablum minannas) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga menjadi faktor penting dalam sifat kesalehan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa demikian? Karena tanpa adanya hubungan yang baik serta pengertian kepada manusia sebagai makhluk Tuhan, bagaimana kita bisa mengenal Tuhan yang di sini adalah Gusti Allah dengan baik? Kesalehan sosial adalah keutamaan yang penting karena dia mencakup hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, dan inilah nilai-nilai Islam yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar menjadi lebih baik memang bisa di mana saja, termasuk belajar menjadi insan yang lebih saleh. Bagi saya, belajar tentang kesalehan juga bisa dari anime Naruto. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hah, kok <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa dari Naruto? Iya, bukankah kita sama-sama tahu kalau mengambil hikmah itu bisa dari manapun termasuk dari anime.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah kawan-kawan, anime yang satu ini selain sudah legenda (motor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kalee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dalam dunia anime, apalagi sekarang sudah lanjut punya anak, juga dikenal banyak sebagai inspirasi kebaikan. Tidak percaya? Coba tanya teman-teman wibu anda sekalian yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nolep <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wqwqwq<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penikmat anime Naruto sejak lama, banyak sifat-sifat kebaikan yang bisa kita (((teladani))) dari pribadi Naruto sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil Naruto yang dikenal sebagai seorang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jinchuriki<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari makhluk bernama Kyubi selalu mendapat perlakuan diskriminatif dari warga Desa Konoha. Kyubi yang bersemayam di tubuh Naruto adalah makhluk yang membuat Konoha porak-poranda, imbasnya Naruto selalu dihina dan dihindari sebagai &#8216;anak iblis&#8217;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi apakah Naruto menjadi benci kepada penduduk desa? Apakah Naruto dendam kepada mereka? Tidak, Naruto yang jelas-jelas bisa saja memilih menjadi pendendam justru malah bercinta-cita menjadi hokage. Jabatan tertinggi di struktur desa Konohagakure. Naruto tetap mau menjadi ninja, mengabdi kepada masyarakat umum meski dia sering dicerca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto juga memiliki seorang teman yang dia anggap saudaranya sendiri, namanya Sasuke Uchiha. Seorang ninja yang tersisa sendirian di klannya. Betapa Sasuke yang penuh dendam, kabur dari desa untuk belajar kepada seorang dukun sesat bernama Orochimaru tetap saja Naruto mengejarnya dan ingin mengembalikannya ke jalan yang benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam masalah asmara demikian, Naruto yang terus menerus ditolak Sakura seorang ninja <del>nggak berguna <\/del><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">satu grup dengannya yang tetap kukuh mencintai Sasuke, padahal Sasuke jelas-jelas tidak peduli dan ingin membunuh sakura. Naruto sabar sekali, siapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di dunia ini yang masih mau menuruti permintaan orang yang sudah menolak cintanya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">eh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">minta tolong supaya si doi ketemu sama orang yang dia cintai. Naruto <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ambyar<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rintangan demi rintangan, Naruto tetap sabar dan ikhlas menerima dan menghadapi berbagai cobaan. Namun apa yang dituai pasti akan ditanam juga, setelah menyelamatkan Konoha dari gempuran Pain dan dunia ninja menghadapi Kaguya akhirnya ia dikenal sebagai pahlawan dan menjadi hokage yang ketujuh setelah Hatake Kakashi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya Naruto saja, kesalehan sosial juga dapat kita temui dalam tokoh-tokoh lainnya. Seperti hokage pertama yang bernama Hashirama Senju, ia mau menginisiasi perdamaian lalu mengumpulkan beberapa klan untuk bersatu membangun desa sebagai tempat berteduh dan sebagai rumah untuk kembali. Contoh luar biasa dari kesalehan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya adalah kepada diri kita masing-masing. Apakah kita sudah mampu berbuat banyak seperti demikian? Apakah kita bisa, setidaknya untuk diri sendiri menjadi rahmat dan pemimpin bagi diri sendiri dan khususnya kepada hawa nafsu. Naruto yang kita ketahui bersama, betapa mental seorang yatim-piatu yang selalu dicemooh dan mendapat perlakuan diskriminatif bisa tetap bangun dan berbuat baik. Apakah kita mampu menjadi orang di tahap kesalehan seperti demikian?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kita mesti tetap banyak berdoa, dan banyak sabar serta memohon ampun karena merasa diri selalu baik padahal masih ada kekurangannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kesamaan-monkey-d-luffy-dan-ali-shariati\/\">Kesamaan Monkey D. Luffy dan Ali Shari\u2019ati<\/a><\/strong>\u00a0<strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nasrulloh Alif Suherman<\/a>\u00a0lainnya<\/strong>.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MasyaAllah, Akhi Naruto-San ~<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":41038,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4518,3952,4330,2778],"class_list":["post-42423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ajaran-islam","tag-islam","tag-muslim","tag-naruto"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}