{"id":42368,"date":"2020-05-03T12:30:53","date_gmt":"2020-05-03T05:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=42368"},"modified":"2020-05-03T12:32:20","modified_gmt":"2020-05-03T05:32:20","slug":"begini-jadinya-jika-kisah-heroik-bupati-klaten-difilmkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-jadinya-jika-kisah-heroik-bupati-klaten-difilmkan\/","title":{"rendered":"Begini Jadinya Jika Kisah Heroik Bupati Klaten Difilmkan"},"content":{"rendered":"<p>Malang betul nasib mahasiswa rantau asal Klaten. Sudah beberapa tahun yang lalu dibilang &#8220;oh, Klaten, yang bupatinya korupsi itu, ya?&#8221; kalau sekarang, yah tahu sendirilah bagaimana cara mereka <em>niteni<\/em> mereka. Kalau enggak &#8220;oh, yang wajah bupatinya ada di balik Salib peringatan Isa Almasih itu, ya?&#8221; atau enggak ya, &#8220;oh, tau kok Klaten, yang mukan bupatinya ada di beras kiloan sama di <em>hand sanitizer<\/em> itu, kan?&#8221;<\/p>\n<p>Katanya sih blio ini kampanye terselubung, kalau menurut saya nggak mungkin lah seperti itu. Orang nomer satu se-Klaten, masa iya seperti itu? Niatnya blio saya yakini baik, seratus persen, saya yakin sekali. Niat baiknya tersebut ialah melanggengkan kekuasaannya demi keuangan keluarga agar dapur tetap ngepul. Lho, apa yang salah? Jangan pakai logika ketika membahas blio, jangan. Karena logika bakal menguap begitu saja ketika membahas Bupati Klaten yang terhormat.<\/p>\n<p>Selain maksa nempeli wajahnya diberbagai bantuan dengan embel-embel &#8220;bantuan dari Bupati Klaten&#8221; blio ini juga menyimpan berbagai hal yang bisa bikin <em>kemekelen<\/em> nggak karuan. Salah satunya adalah mengumpulkan ODP dan PDP dalam satu ruangan lalu membagikan bantuan diawali dengan pidato yang juntrungannya jelas, posting di sosial media. Padahal, di masa pandemi seperti ini kasih bantuan secara simbolis sudah lebih dari cukup. Tapi apa sih arti dari &#8220;cukup&#8221; bagi blio ini? Fana.<\/p>\n<p>Sudah selayaknya kehebatan blio ini difilmkan. Masa iya, kehebatan <em>super human<\/em> seperti Bupati Klaten dibiarkan menguap begitu saja. Kan Indonesia jagonya bikin film dari hal-hal yang tengah viral. Ayolah, satu saja, lagi pandemi nggak masalah bagi blio asal fotonya nempel di berbagai benda ketika sedang syuting. Mumpung viral juga, kan? Beberapa bulan mendatang blio nggak bakal eksis lagi lantaran tujuannya sudah tercapai. Cckkuakkkkssss&#8230;.<\/p>\n<p>Dan kalau di filmkan, saya saran jangan ambil tema nyaman seperti seorang pemudi yang berusaha keras meraih impian lantaran itu adalah cita-cita suaminya, eh, cita-citanya. Ada beberapa tema yang sepertinya cukup layak untuk dijadikan sebagai rujukan bagi sineas yang mau menggarap proyek ini.<\/p>\n<p><strong><em>Pertama<\/em><\/strong>, tema <em>romance<\/em>. Di sudut Klaten yang riuh akan persawahan, truk-truk guede sedang berlomba menuju Solo dan beberapa petani yang selalu mengeluarkan senyum, ada seorang pemudi yang selalu berbaik hati kepada lingkungannya. Ketika berjalan melintasi pertelon sawah, ada seorang pemuda yang membawa Ontel. &#8220;Kamu Srilea, ya?&#8221; katanya dengan perlahan.<\/p>\n<p>Pemudi bernama Srilea pun nengok, ragu apakah ia kenal pemuda ini atau nggak. &#8220;Iya,&#8221; jawab Srilea cuek.<\/p>\n<p>&#8220;Boleh aku ramal?&#8221; kata pemuda ini yang kesusahan melewati sawah, kakinya <em>ceblok<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;Apa?&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Besok, kamu akan menjadi bupati,&#8221; kata pemuda itu dengan yakin. &#8220;Lihat saja, asal kamu jadi istriku dulu.&#8221;<\/p>\n<p>Singkat cerita pun mereka jadian, di sebuah <em>galengan<\/em> sawah yang terkenal subur, pria yang meramal Srilea ini memberikan sepucuk surat dan bingkisan untuknya di hari ulangtahunnya. Srilea pun berlari dengan cepat ke rumah, masuk kamar dan membuka kado pemberian pacarnya. Isinya adalah kaset game PS2 dan <em>memory card<\/em>-nya. Sedangkan surat tersebut berisi:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">SELAMAT ULANG TAHUN, SRILEA.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">INI HADIAH UNTUKMU, HANYA CD GAME DYNASTY WARRIORS 5 EXTREME LEGEND.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">TAPI SUDAH AKU TAMATIN GAME NYA.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">AKU SAYANG KAMU<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">AKU TIDAK MAU KAMU CAPEK-CAPEK KALAHIN LU BU.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">SUNARLAN!<\/p>\n<p><strong><em>Kedua<\/em><\/strong>, tema horor. Ini bisa mengangkat tema-tema perklenikan khas daerah Klaten seperti tuyul dan genderuwo. Tapi masa iya kehebatan Bupati Klaten yang tanpa tanding seperti ini harus beradu peran sama demit. Saya pun punya alternatif lain, bukan demit konvensional, melainkan hal yang lebih menyeramkan dari padanya. Begini sekiranya.<\/p>\n<p>Sriyatni adalah wanita yang dermawan. Ia selalu membagikan makanan kepada lingkungannya. Namun, ketika membagikan, harus ada wajahnya yang terpampang di bungkusan makanan tersebut. Ketika membagikan ke daerah sepi, Sriyatni merasa ada yang sedang mengawasi. Tiba-tiba saja bulu kudunya berdiri nggak karuan. Ia mencoba memberanikan diri menengok ke belakang. Benar saja, ketika melihat, ada sosok hantu mengerikan level 15 bernama \u201ckritikan netizen\u201d. Begini penampakannya:<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Otw 25 taun dibawah kekuasaan dinasti warrior <a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/BupatiKlatenMemalukan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#BupatiKlatenMemalukan<\/a><a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/BupatiKlatenMemalukan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#BupatiKlatenMemalukan<\/a> <a href=\"https:\/\/t.co\/FyYrKcop80\">pic.twitter.com\/FyYrKcop80<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Alfian! (@alfianshinehell) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/alfianshinehell\/status\/1254749349071990784?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 27, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Sriyatni pun berlari sekencang-kencangnya tapi tidak lupa upload sosial media ketika memberikan bantuannya. Tetapi, ada yang terus-menerus ikut mengejar Sriyatni. Dirinya yang sudah <em>kemringet<\/em> nggak karuan, tiba-tiba ada yang menyentuh. Ketika dilihat, begini penampakannya:<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"en\" dir=\"ltr\">how i&#39;d be walking around klaten in head-to-toe Ibu Bupati merch \ud83d\udc49\ud83d\udc48<a href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/BupatiKlatenMemalukan?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw\">#BupatiKlatenMemalukan<\/a> <a href=\"https:\/\/t.co\/6cjFR2OrEz\">pic.twitter.com\/6cjFR2OrEz<\/a><\/p>\n<p>&mdash; ask (@skenariyo) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/skenariyo\/status\/1254722798116728834?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 27, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Semakin menghindari dari amukan sosok mengerikan bernama \u201cKritikan netijen\u201d, Sriyatni pun <em>luweh<\/em> dan tetap berusaha membagikan <em>hand sanitizer<\/em>. Bungkusnya pakai wajahnya lagi. &#8220;<em>Ra urusan, kadung nyaman!<\/em>&#8221; teriaknya. Tiba-tiba datang lagi sosok mengerikan. Sosok ini mendesis &#8220;<em>hand sanitizer<\/em> mulu, celana dalam sekalian kasih fotomu!&#8221; Ketika Sriyatni nengok, ia melihat sosok tersebut berbentuk seperti ini:<\/p>\n<p>https:\/\/twitter.com\/ffdghmm\/status\/1254720329391288320?s=09<\/p>\n<p>Hiiii~ hal paling serem di dunia itu adalah ketika sudah diperbincangkan oleh netizen. Sampai <em>credit<\/em> <em>title<\/em> keluar dan menampilkan judul filmnya, &#8220;Perempuan di Tanah Twitterland&#8221;. Kemudian ditutup lagunya Feast yang geramnya sampai ke bass, <em>&#8220;Karena Sriyatni, berputar abadi. Kebal luka bakar, tusuk, atau caci maki.<\/em>&#8221;<\/p>\n<p><strong><em>Ketiga<\/em><\/strong>, <em>genre<\/em> film <em>action<\/em>. Judulnya sengaja saya buat serem, yakni <em>The Fast and the Furious: Klaten Drift <\/em>di mana ini merupakan sesi penutup dari Fast Saga. Tokoh utama nggak kebut-kebutan pakai mobil mewah dengan kecepatan super lagi, itu udah nggak level. Tapi mereka menjalankan misi pakai truk gandeng yang bokong truknya ada gambar Mbak Yeyen lagi angkat telfon dan tulisannya <em>\u201cMACET KI SABAR!! RA SABAR MABUR WAE!!\u201d Jyan etel lan mbois tenan!<\/em><\/p>\n<p>Ceritanya berkutat pada pengiriman barang rahasia dari Dominic Toretto yang udah <em>stand by<\/em> di Tanjung Perak. Perjalanan tersebut berhenti di Klaten karena Han mual-mual di jalan. Sambil mendelik karena gaya supir yang ugal-ugalan, Han berkata, \u201cAmpun Sriangelo, sesuai dengan apa kata orang, kamu adalah Dewi Jalan Raya!\u201d<\/p>\n<p>\u201cMisi kita berbahaya, Han, lekas masuk dan kita menuju Tanjung Perak untuk mengantarkan benda penting ini\u2026.\u201d ujar Sriangelo sambil ngolet karena pegel. <em>Mangsamu ra pegel <\/em>nyetir trek gandeng. Sambil ditemani lagu-lagu koplo dari Sera. <em>Jyos, buos!<\/em><\/p>\n<p>\u201cJika boleh tahu, benda apakah itu, Sriangelo?\u201d Han malah mengeluarkan sebatang rokok.<\/p>\n<p>\u201cIni\u2026<em>hand sanitizer<\/em> produk usaha si Toretto. Tapi tenang, logo Perusahaan Toretto-nya sudah aku samarkan!\u201d<\/p>\n<p>\u201cSa\u2026samarkan? Samarkan gimana?\u201d Han pun <em>mak tratap<\/em> masuk lagi ke dalam truk gandeng.<\/p>\n<p>Sriangelo pun cengegesan berharap partnernya ini terkejut dan memujinya. \u201cIni, udah aku buntel pakai stiker andalanque~\u201d<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Jika gambar ini betul:<\/p>\n<p>Ini CONTOH yg mengambil KESEMPATAN KAMPANYE di tengah WABAH COVID-19. <\/p>\n<p>Contoh CONFLICT OF INTEREST akut &amp; bupati TANPA RASA MALU.<\/p>\n<p>BANTUAN <a href=\"https:\/\/twitter.com\/KemensosRI?ref_src=twsrc%5Etfw\">@KemensosRI<\/a> DITEMPELI PHOTO DIRI SENDIRI.<a href=\"https:\/\/twitter.com\/DivHumas_Polri?ref_src=twsrc%5Etfw\">@DivHumas_Polri<\/a> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/OmbudsmanRI137?ref_src=twsrc%5Etfw\">@OmbudsmanRI137<\/a> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw\">@KPK_RI<\/a> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/Kemendagri_RI?ref_src=twsrc%5Etfw\">@Kemendagri_RI<\/a> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ganjarpranowo?ref_src=twsrc%5Etfw\">@ganjarpranowo<\/a> <a href=\"https:\/\/t.co\/yh9goTWah9\">pic.twitter.com\/yh9goTWah9<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Laode M Syarif (@LaodeMSyarif) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/LaodeMSyarif\/status\/1254520542826135552?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 26, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Han pun hanya mendelik nggak percaya dengan kelakuan jenius Sriangelo. Dengan merentangkan tangannya, Sriangleo pun berkata, \u201c<em>welcome to<\/em> Klaten, ndes!\u201d<\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <strong><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Daftar_Bupati_Klaten\">WIkipedia<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-klaten-dari-instagram-ibu-bupati-vs-dari-warganya-sendiri\/\">Melihat Klaten dari Instagram Ibu Bupati VS dari Warganya Sendiri<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya usul judul: The Fast and the Furious: Klaten Drift.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":42694,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[6387,20],"class_list":["post-42368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bupati-klaten","tag-film-indonesia"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42368"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42368\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}