{"id":422909,"date":"2026-10-22T11:06:40","date_gmt":"2026-10-22T04:06:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=422909"},"modified":"2026-10-22T11:06:40","modified_gmt":"2026-10-22T04:06:40","slug":"mahasiswa-uin-jakarta-adalah-mahasiswa-uin-paling-sial-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-uin-jakarta-adalah-mahasiswa-uin-paling-sial-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Mahasiswa UIN Jakarta adalah mahasiswa UIN paling sial di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alumni UIN yang sudah kenyang mendapat stereotip menyebalkan di tengah masyarakat, saya harus jujur mengakui kalau kampus UIN di mana-mana memang punya takdir nasib yang mirip-mirip. Mereka terus-menerus dibanding-bandingkan dengan PTN tetangganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UIN Malang misalnya, selalu dibayang-bayangi kemegahan Universitas Brawijaya (UB) dan UM. Pun UIN Sunan Kalijaga Jogja kerap dibanding-bandingkan dengan UGM dan UNY. Dan tentu saja UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga bernasib serupa saat disandingkan dengan Unair atau ITS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, menjadi mahasiswa atau alumni UIN itu memang menyimpan ketidakberuntungan tersendiri. Namun, setelah kemarin saya menyempatkan diri main dan melintasi kawasan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ada agenda di ibu kota, saya mendadak dihinggapi rasa simpati yang amat mendalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya, dari semua nasib getir yang pernah dialami mahasiswa UIN di berbagai daerah, mahasiswa UIN Jakarta adalah yang paling sial di antara saudaranya sesama UIN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak sial? Penderitaan mereka itu bertumpuk-tumpuk, mulai dari urusan krisis identitas geografis hingga realitas fasilitas lingkungan di lapangan yang menguji ketabahan iman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mereknya &#8220;Jakarta&#8221;, tapi kampusnya terdampar di Tangerang Selatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemalangan pertama yang paling kocak adalah soal letak administratifnya. Sebagaimana yang kita semua tahu, kampus ini memakai nama besar &#8220;Jakarta&#8221; di papan namanya. Tapi kenyataannya,kampus utama UIN Jakarta itu berdiri tegak di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ciputat,_Tangerang_Selatan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciputat,<\/a> yang secara administratif masuk wilayah Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibarat kata, ini seperti kamu membanggakan nama besar &#8220;Surabaya&#8221; ke kawan-kawanmu, tapi begitu diverifikasi di Google Maps, ternyata bangunan kampusnya berada di tengah-tengah Sidoarjo. Sebuah kesialan yang bahkan identitas saja sudah\u00a0 absurd.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, anak-anak UIN Jakarta harus menanggung beban gengsi nama ibu kota, padahal KTP wilayah tempat mereka kuliah sudah ganti provinsi ke Banten.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jauh dari transportasi umum, terjebak macet, dan cuaca panas yang mencekik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemalangan berikutnya ada pada aksesibilitas dan ekosistem lingkungannya. Bagi mahasiswa perantauan yang mengandalkan transportasi publik, hidup di sekitaran UIN Jakarta itu butuh ketabahan extra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin setelah acara di sana, saya coba ke stasiun Gambir untuk pulang, tapi saya kebingungan mau lewat. Mau naik kereta KRL? Stasiun terdekat (seperti Stasiun Jurang Mangu atau Pondok Ranji) jaraknya masih sangat jauh dan butuh perjuangan naik angkutan lanjutan atau ojol yang harganya lumayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu keluar ke jalan raya utamanya, kita langsung disambut oleh deretan kendaraan yang padat merayap dan kemacetan khas koridor Pasar Ciputat yang legendaris itu. Jalanan penuh sesak, klakson bersahutan tanpa henti, dan asap knalpot membumbung tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi itu kian disempurnakan oleh cuaca lokalnya. Udara di sana adalah tipe cuaca khas pinggiran Jakarta yang panasnya terasa menyengat dan mencekik leher. Jangan harap ada hembusan angin sepoi-sepoi seperti di kampus-kampus lereng gunung. Yang ada cuma hawa gerah berkepanjangan yang siap membakar semangat belajar sejak jam delapan pagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencari sisi menyenangkan UIN Jakarta yang tak kunjung ketemu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal paling menyedihkan saat saya jalan-jalan di sana adalah, saya gagal menemukan sisi &#8220;menyenangkan&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, area sekitar kampus negeri itu punya daya tarik tersendiri untuk tempat pelarian mahasiswa. Entah itu taman kota yang asri untuk melamun, kawasan open space terbuka hijau yang rindang, atau deretan tempat nongkrong murah meriah yang estetis dan nyaman. Tapi di sekitar UIN Jakarta, atmosfernya teramat sangat sesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawasan sekitarnya didominasi oleh deretan ruko, padatnya pemukiman penduduk, serta riuhnya jalan raya tanpa ada ruang jeda yang manusiawi untuk bersantai. Tidak ada sudut hijau asri yang bisa dijadikan tempat healing sejenak melepas penat seusai memeras otak di ruang kuliah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa UIN Jakarta adalah manusia-manusia tangguh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat semua himpitan itu, saya cuma bisa angkat topi untuk para mahasiswa UIN Jakarta. Merekalah pembawa krisis identitas paling berat sekaligus penyintas lingkungan paling adaptif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bukan cuma sedang menuntut ilmu agama dan sains di bangku kuliah. Tapi sekaligus sedang menjalani latihan ketahanan fisik ala-ala kawah Candradimukanya Ciputat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada penghargaan untuk mahasiswa paling tangguh menghadapi ujian lingkungan di Indonesia, rasanya mahasiswa UIN Jakarta sangat layak berdiri di barisan paling depan!\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: M. Afiqul Adib<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-kuliah-di-uin-syarif-hidayatullah-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Gelap Kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kampus Islami yang Nggak Islami <\/a><\/strong><strong>dan artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau ada penghargaan untuk mahasiswa paling tangguh menghadapi ujian lingkungan di Indonesia, rasanya mahasiswa UIN Jakarta sangat layak berdiri di barisan paling depan<\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":421085,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13089],"tags":[6445,17374,6071],"class_list":["post-422909","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-ciputat","tag-tangerang-selatan","tag-uin-jakarta"],"modified_by":"Rizky Prasetya","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422909"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422909\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":422946,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422909\/revisions\/422946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/421085"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}