{"id":421824,"date":"2026-10-15T11:44:47","date_gmt":"2026-10-15T04:44:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=421824"},"modified":"2026-10-15T11:45:55","modified_gmt":"2026-10-15T04:45:55","slug":"warung-madura-di-surabaya-bukan-ancaman-justru-penyelamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-di-surabaya-bukan-ancaman-justru-penyelamat\/","title":{"rendered":"Warung Madura di Surabaya bukan ancaman, justru penyelamat anak kos-kosan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari terakhir, kabar tentang ratusan anggota <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jogja\/berita\/d-8703901\/duduk-perkara-sengketa-warung-madura-berujung-massa-datangi-polresta-jogja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keluarga Madura Yogyakarta (KMY)<\/a> bersama paguyuban pengusaha toko kelontong Madura yang menggelar aksi damai di depan Mapolresta Yogyakarta cukup menarik perhatian. Persoalannya bermula dari kesepakatan jarak minimal antar warung anggota paguyuban, kemudian merembet ke ranah hukum setelah warung milik mantan anggota berinisial S (65) ditutup dan barang dagangannya dipindahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak tahu bagaimana persoalan internal mereka sebenarnya. Namun, kalau berbicara soal keberadaan warung Madura, saya punya pengalaman yang sedikit berbeda, terutama sejak merantau baik ketika tinggal di Kota Malang maupun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/jogja-bikin-iri-karena-surabaya-susah-untuk-diromantisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai anak kos, saya justru merasa keberadaan warung Madura sangat membantu. Bahkan, kalau boleh jujur, semakin banyak warung seperti ini di sekitar tempat tinggal, semakin kecil pula kemungkinan saya kelabakan ketika kebutuhan sehari-hari habis pada waktu yang tidak tepat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Warung Madura, penyelamat anak kos yang sering kepepet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup sebagai anak kos mengajarkan satu hal penting. Kebutuhan sehari-hari punya bakat muncul pada waktu yang paling tidak masuk akal. Mi instan habis ketika tengah malam, sabun mendadak tinggal sisa, atau ingin membeli camilan setelah pulang kerja ketika sebagian besar toko sudah tutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam situasi seperti itu, warung Madura adalah kunci. Mereka buka 24 jam, barangnya relatif lengkap, dan harganya masih ramah kantong. Buat saya, kombinasi tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuat sebuah warung layak dipertahankan keberadaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu yang membuat saya heran, warung kelontong biasa yang bukan milik orang Madura kadang justru menawarkan harga yang selisihnya tipis dengan minimarket, sementara pilihan barangnya tidak selalu selengkap warung Madura. Saya pernah menemukan barang yang dicari tidak tersedia di warung biasa, tetapi justru ada di warung Madura yang letaknya tidak jauh dari sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, ibu kos saya juga punya warung kelontong yang bersebelahan dengan warung Madura. Entah bagaimana perhitungan bisnisnya, beberapa barang yang saya beli ternyata lebih murah di warung Madura. Saya tidak sedang menyuruh orang pindah haluan menjadi pelanggan warung Madura. Namun, kalau harga lebih bersahabat dan barangnya lebih lengkap, masa iya konsumen harus pura-pura tidak melihat?<\/span><\/p>\n<h2><b>UI\/UX warung Madura ternyata jago juga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu hal yang menurut saya menarik dari warung Madura adalah cara mereka menata barang dagangan. Barangnya banyak, bahkan kadang memenuhi hampir setiap sudut, tetapi relatif mudah terlihat dan dijangkau. Kalau menggunakan istilah anak zaman sekarang, UI\/UX warung Madura ini lumayan jago, wkwkwk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya cuma ingin membeli mie instan. Begitu menoleh, terlihat kerupuk. Menoleh lagi, ada kopi sachet. Di dekat kasir, ternyata tersedia camilan yang kemarin ingin dicoba. Ujung-ujungnya, barang yang dibeli bertambah sendiri. Entah memang strategi penjualan atau kebetulan, penataan semacam ini membuat pembeli lebih mudah menemukan kebutuhan lain. Warungnya kecil, tetapi pilihan barangnya terasa melimpah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman serupa juga saya temukan di Kota Malang dua tahun lalu. Warung Madura di sana kala itu menjadi salah satu tujuan utama untuk membeli cemilan sampai bumbu dapur. Bahkan, selama setahun saya rela tetap berbelanja di warung yang hanya menerima pembayaran tunai saja kala itu, meskipun sebagai anak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/gen-z-problematik-sulit-diatur-hingga-bikin-hrd-pusing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gen Z<\/a> saya lebih terbiasa menggunakan QRIS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, warung yang sudah menyediakan pembayaran nontunai belum tentu lebih ramai daripada warung yang hanya menerima uang tunai. Dua bulan terakhir, warung Madura di depan kos saya Surabaya akhirnya menyediakan QRIS. Wah, tambah mantap. Tinggal pindai, bayar, lalu kembali menjalani kehidupan sebagai anak kos yang saldo rekeningnya harus tetap dijaga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalau mereka libur, baru terasa pentingnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain warung kelontong, saya juga punya langganan penjual buah potong asal Madura. Pilihan buahnya memang tidak banyak: semangka, nanas, pepaya, melon, dan bengkoang. Namun, karena buahnya selalu manis, setiap berangkat kerja saya sering harus mengantre bersama pembeli lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah baru terasa ketika bapak penjual buah tersebut pulang kampung. Pernah beliau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-tidak-buka-24-jam-keputusan-terbaik-pemerintah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">libur selama dua minggu<\/a>. Alhasil, asupan buah saya ikut hilang setengah bulan, wkwkkwk. Hal serupa juga saya rasakan ketika warung Madura tutup saat Lebaran. Mendadak, kebutuhan sehari-hari yang biasanya gampang dibeli terasa sulit dicari. Seolah-olah semua barang habis bersamaan, padahal sebelumnya saya tidak pernah merasa kekurangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu dari situ saya sadar, keberadaan pedagang kecil sering baru benar-benar terasa ketika mereka tidak ada. Karena itu, saya kurang sepakat jika keberadaan warung Madura langsung dianggap sebagai ancaman bagi pedagang lokal. Persaingan usaha memang nyata, tetapi konsumen juga punya pertimbangan sendiri ketika memilih tempat belanja. Harga, kelengkapan barang, pelayanan, dan jam operasional ikut menentukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada persoalan persaingan atau aturan internal paguyuban, tentu perlu diselesaikan secara adil. Namun, menyederhanakan persoalan menjadi pertentangan antara pendatang dan warga lokal rasanya tidak akan menyelesaikan apa-apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toh, sebagai anak kos di Kota Surabaya, saya tidak pernah bertanya pemilik warung berasal dari daerah mana ketika sabun habis tengah malam. Saya hanya berharap barangnya tersedia, harganya masuk akal, dan warungnya belum tutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, dalam urusan bertahan hidup di perantauan, kadang-kadang yang paling dibutuhkan bukan motivasi untuk menghemat uang, melainkan warung yang masih menyala ketika semua tempat lain sudah mematikan lampunya. Benar apa betul?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ferika Sandra<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-jatuh-tertimpa-tangga-sudah-wni-jadi-orang-madura-pula\/\"><b><i>Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah WNI jadi orang Madura pula.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warung Madura di Surabaya penyelamat anak kosan, selain barang-barangnya yang murah dan rapi, warung ini tergolong lengkap.<\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":421865,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[16582,5020,405,5823,4566,16221],"class_list":["post-421824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kelontong","tag-madura","tag-surabaya","tag-toko-kelontong","tag-warung","tag-warung-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/421824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=421824"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/421824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421869,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/421824\/revisions\/421869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/421865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=421824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=421824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=421824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}