{"id":421136,"date":"2026-10-10T14:40:49","date_gmt":"2026-10-10T07:40:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=421136"},"modified":"2026-10-10T14:40:49","modified_gmt":"2026-10-10T07:40:49","slug":"gunung-ranti-banyuwangi-alternatif-menikmati-negeri-di-atas-awan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gunung-ranti-banyuwangi-alternatif-menikmati-negeri-di-atas-awan\/","title":{"rendered":"Gunung Ranti Banyuwangi, alternatif menikmati negeri di atas awan tanpa khawatir berdesakan"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian yang ingin menikmati keindahan pegunungan Banyuwangi tanpa harus berdesakan dengan wisatawan lain, Gunung Ranti bisa menjadi alternatif menarik untuk dicoba!<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai akamsi yang lahir dan besar di Bumi Blambangan, setiap kali mendengar nama Banyuwangi dan wisata pegunungannya di perantauan, kebanyakan orang mungkin langsung teringat Gunung Ijen. Apalagi kalau bukan karena kawahnya yang mempesona dan fenomena blue fire yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun saya merasa ada satu gunung yang tidak boleh luput dari perhatian pengunjung. Namanya Gunung Ranti. Lokasi pos pendakiannya bahkan berseberangan dengan Pos Paltuding, yang menjadi titik awal pendakian <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Danau_Kawah_Ijen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Ijen<\/a>. Sayangnya, nama Gunung Ranti seolah tenggelam di balik popularitas tetangganya. Padahal, gunung dengan ketinggian 2.601 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyimpan panorama alam yang tidak kalah menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, kita bisa menikmati matahari terbit, hamparan awan dari ketinggian, hingga pemandangan pegunungan Ijen purba. Bahkan, ada kesempatan untuk berkemah di puncak dan menikmati suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk wisatawan. Lantas, apa saja yang membuat Gunung Ranti layak masuk daftar tujuan pendakian kalian berikutnya?<\/span><\/p>\n<h2><b>Gunung Ranti Banyuwangi, kurang dikenal padahal potensial<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian mencoba mencari informasi tentang wisata pegunungan di Banyuwangi melalui media sosial, nama Gunung Ijen mungkin akan lebih sering muncul. Sementara itu, Gunung Ranti seperti menjadi tetangga yang jarang diajak berkenalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, keduanya berada di kawasan yang berdekatan. Gunung Ijen punya kawah dan fenomena blue fire sebagai daya tarik utama, sedangkan Gunung Ranti menawarkan pengalaman berbeda bagi mereka yang ingin menikmati panorama pegunungan dari ketinggian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, salah satu hal yang membuat Gunung Ranti kurang dikenal adalah minimnya eksposur di media sosial. Coba saja bandingkan tagar #GunungRanti dengan #GunungIjen. Kalian akan melihat betapa jauhnya perbedaan popularitas kedua nama tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era sekarang, keindahan alam saja terkadang belum cukup untuk membuat sebuah destinasi dikenal banyak orang. Perlu ada upaya untuk memperkenalkannya melalui konten perjalanan, foto, video, maupun informasi pendakian yang mudah ditemukan calon pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, bukan berarti Gunung Ranti Banyuwangi harus meniru Ijen. Justru, pengelola bisa menonjolkan keunikan yang dimiliki gunung ini. Sebab, setiap gunung punya cerita dan pengalaman berbeda untuk ditawarkan kepada para pendaki.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menikmati negeri di atas awan dari puncak Gunung Ranti<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya beberapa kali mendaki Gunung Ijen dan Gunung Ranti. Namun, ada satu pengalaman yang masih membekas ketika mengunjungi Gunung Ranti, yakni menikmati panorama negeri di atas awan dari ketinggian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hamparan awan yang menyelimuti kawasan pegunungan memberikan sensasi tersendiri. Belum lagi ketika matahari mulai terbit, perlahan menyinari lanskap alam yang terbentang di depan mata. Punggungan Gunung Ijen pun bisa terlihat dari sudut pandang yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang suka berburu foto estetik, pemandangan seperti ini tentu sayang untuk dilewatkan. Apalagi, suasana pegunungan yang terbuka memberikan kesempatan untuk menikmati perubahan warna langit ketika pagi mulai datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti sampai di situ, bentang sabana dan lanskap pegunungan Ijen purba, termasuk kawasan Kawah Wurung, juga menjadi daya tarik tersendiri. Pemandangan tersebut membuat pengalaman berkemah di puncak Gunung Ranti terasa semakin istimewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sensasi berbeda ketika kita bisa menikmati alam dalam waktu lebih lama, bukan sekadar datang, mengambil foto, lalu buru-buru pulang. Kita bisa duduk menikmati udara pegunungan, menunggu matahari terbit, atau sekadar memandangi hamparan alam tanpa harus terus-menerus mengecek waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang membuat pengalaman ini semakin menarik, Gunung Ranti menawarkan kesempatan berkemah di puncak. Berbeda dengan kawasan Gunung Ijen yang area perkemahannya dibatasi di Pos Paltuding, pengalaman di Gunung Ranti memungkinkan pendaki menikmati suasana puncak lebih dekat dengan alam, sesuai ketentuan dan kondisi jalur yang berlaku.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pilihan tepat liburan tanpa berdesakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah tidak kalian berniat mencari ketenangan saat liburan, tetapi justru bertemu kemacetan di perjalanan? Saya pernah mengalaminya ketika hendak menikmati libur panjang di Gunung Ijen. Saat merantau di Malang dan Surabaya, kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Eh, ketika ingin melepas penat di Banyuwangi, kemacetan malah ikut menyambut perjalanan menuju destinasi wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Niatnya ingin healing, pulang-pulang malah tambah pening. Pada momen tertentu, seperti pergantian tahun dan libur panjang, tingginya minat wisatawan bisa membuat perjalanan menuju destinasi populer terasa kurang nyaman. Gunung Ijen pun tidak selalu menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin menikmati suasana tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu dari pengalaman itulah, Gunung Ranti terasa menarik sebagai alternatif. Bukan semata-mata karena ingin menghindari keramaian, tetapi juga karena gunung ini menawarkan cara berbeda untuk menikmati alam Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, kondisi sepi bukan jaminan setiap perjalanan akan bebas hambatan. Pendaki tetap perlu memeriksa cuaca, kondisi jalur, aturan pengelola, serta menyiapkan perlengkapan yang sesuai sebelum berangkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bagi kalian yang senang menikmati alam tanpa terlalu banyak keramaian, Gunung Ranti layak dipertimbangkan. Ada pemandangan yang indah, udara pegunungan yang menyegarkan, dan kesempatan menikmati suasana puncak dengan lebih leluasa.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Berharap lebih dikenal<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Banyuwangi, saya berharap Gunung Ranti semakin dikenal oleh wisatawan. Bukan supaya gunung ini berubah menjadi destinasi yang penuh sesak, melainkan agar semakin banyak orang mengetahui bahwa keindahan Banyuwangi tidak hanya berpusat di Gunung Ijen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau kalian berencana berkunjung ke Banyuwangi dan ingin merasakan pengalaman berbeda, tidak ada salahnya melirik Gunung Ranti. Siapa tahu, kalian justru menemukan alasan untuk kembali ke Banyuwangi, bukan hanya demi Ijen, tetapi juga demi menikmati negeri di atas awan dari puncak Gunung Ranti.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ferika Sandra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-wisata-di-banyuwangi-selain-kawah-ijen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Rekomendasi Wisata di Banyuwangi selain Kawah Ijen<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat kalian yang ingin menikmati keindahan pegunungan Banyuwangi tanpa harus berdesakan dengan wisatawan lain, Gunung Ranti bisa menjadi alternatif menarik untuk dicoba!<\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":421162,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[6216,18817,35249,35250],"class_list":["post-421136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyuwangi","tag-gunung-ijen","tag-gunung-ranti","tag-wisata-di-banyuwangi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/421136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=421136"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/421136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421163,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/421136\/revisions\/421163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/421162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=421136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=421136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=421136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}