{"id":420604,"date":"2026-10-09T11:36:24","date_gmt":"2026-10-09T04:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=420604"},"modified":"2026-10-09T11:38:00","modified_gmt":"2026-10-09T04:38:00","slug":"wisuda-unesa-yang-ditunggu-malah-bikin-saya-gengsi-dan-malu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wisuda-unesa-yang-ditunggu-malah-bikin-saya-gengsi-dan-malu\/","title":{"rendered":"Wisuda Unesa yang ditunggu-tunggu malah bikin saya gengsi dan malu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisuda memang hanya acara seremonial, tapi itulah yang sebetulnya ditunggu-tunggu banyak orang. Bukan cuma mereka yang menempuh pendidikan saja yang akan merasa bahagia di hari itu, para orang tua dan saudara pun juga. Apalagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wisuda-s2-nggak-seheboh-wisuda-s1-padahal-lulusnya-susah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisuda jenjang S1<\/a>, rasanya sayang sekali kalau tidak ikut merayakan dan mengabadikan momen itu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, inilah yang saya rasakan saat melaksanakan wisuda di Graha Unesa tahun lalu. Saya kira, wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) akan jadi momen paling menyenangkan bagi saya dan orang tua. Kenyataannya, pengalaman wisuda saat itu tidak terlalu berkesan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, saya juga sudah menduganya. Itu mengapa, saya menyarankan orang tua saya untuk tidak hadir. Namun, mereka bersikeras untuk datang. Katanya, kapan lagi bisa datang ke acara wisuda saya. Akhirnya, ya saya turuti saja. Dan, beginilah ceritanya!<\/span><\/p>\n<h2><b>Di wisuda Unesa kehadiran keluarga kurang terasa<\/b><\/h2>\n<p>Mahasiswa Unesa pasti tahu di mana wisuda Unesa digelar. Betul, di mana lagi kalau bukan Graha Unesa, sebuah g<span style=\"font-weight: 400;\">edung yang lokasinya terpisah dengan lingkungan kampus utama. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, karena areanya yang terpisah, di sini tidak ada ruang terbuka yang representatif jika kalian ingin berkunjung. Nggak ada lapangan buat kumpul-kumpul. Sebab, setelah keluar dari gedungnya, kalian langsung disambut dengan jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, mereka yang bisa hadir saat wisuda benar-benar hanya kedua orang tua.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada yang lain. Sebenarnya bisa-bisa saja anggota keluarga hadir, tapi akan sulit menemukan tempat untuk menunggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jujur hal ini berbeda dengan agenda wisuda di kampus lain. Misal, di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/reputasi-universitas-trunojoyo-madura-makin-menurun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Trunojoyo Madura (UTM)<\/a>, saya tahu karena teman saya banyak yang kuliah di sini. Di UTM, bahkan jika kalian akan membawa semua anggota keluarga tidak akan kesulitan mencari tempat istirahat dan menunggu peserta wisuda keluar. Kalian bisa istirahat di masjidnya atau bawa tikar untuk duduk di taman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out door-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Unesa? Nggak ada kek gituan, selesai wisuda, ya udah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wis udah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ribet jika ingin mengabadikan momen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, karena lokasi yang tidak strategis ini, peserta wisuda juga sulit mengabadikan momen. Setelah saya keluar dari gedung Graha Unesa, rasa-rasanya kita seperti dipaksa untuk segera pulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, jika kalian masih maksa ingin mengabadikan momen foto bersama, tetap bisa kok, cuma ya ribet. Biasanya, setelah acara seremonial, kalian harus bergeser ke gedung rektorat Unesa. Jalan kaki? Nggak mungkin, sebab jauh. Solusinya, kalian bisa minta bantuan teman kalian buat nganter pakai motor. Atau pesan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/ojek-konser-cuan-sejuta-musuh-bersama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ojek <em>online<\/em><\/a>. Itulah yang banyak dilakukan oleh teman-teman saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu kalian tidak sendiri dong, kalian pastinya bersama orang tua atau kerabat kan. Waktu itu saya juga demikian. Sebetulnya, saya ingin sekali mengajak bapak dan ibu saya foto bareng dengan latar belakang gedung rektorat Unesa yang ikonik itu. Tapi ketahuilah, wisuda Unesa itu selesainya pas matahari benar-benar di atas kepala. Makanya, saya langsung ajak orang tua saya pulang saja. Kasihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Gordon Unesa terlihat buruk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir yang menurut saya tidak kalah penting yakni gordon yang diberikan Unesa pada saya. Setelah saya perhatikan dan pikir-pikir lagi, <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/education\/apa-itu-kalung-gordon-wisuda-00-mm7zv-spqlhg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gordon<\/a> wisuda dari Unesa ini kualitasnya yang paling biasa aja. Kemarin, saya cek gordonnya setelah dua tahun, warna besinya sudah tidak selaras, seperti kulit panuan. Kain talinya juga sepertinya seadanya. Dijahit sembarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, hal ini semakin saya sadari setelah melihat gordon wisuda mahasiswa Universitas Airlangga (Unair). Coba deh kalian perhatikan. Gordonnya seperti logam, keras, dan terlihat gagah. Nggak kaya Unesa, cuma besi. Lalu, kalungnya juga bukan sembarang kain, tapi seperti lanyard. Sangat ikonik dan menarik. Bagus deh pokoknya. Jujur iri saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah jadi tolonglah revisi ya gordon wisuda Unesa ini. Kasian, mahasiswa sudah capek kuliah, bayar mahal-mahal, eh kenang-kenangannya cuma dapet besi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah kritik tentang acara wisuda Unesa dari saya sebagai alumninya. Saya harap Unesa bisa memberikan solusi dari masalah-masalah yang saya ceritakan ini. Yah, cukup saya saja yang mengalaminya, adik-adik saya jangan. Hehehe!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dulu-wisuda-milik-sarjana-kini-dirayakan-di-setiap-jenjang-dan-itu-tak-masalah\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wisuda Unesa yang digelar di Graha Unesa jauh dari kata nyaman sehingga momen kelulusan jadi kurang berkesan bagi wisudawan dan kelaurga. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":420704,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13089],"tags":[28268,27819,2064,6006,20108,2312,28437,35237],"class_list":["post-420604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kampus-surabaya","tag-s1","tag-sarjana","tag-unesa","tag-universitas-negeri-surabaya","tag-wisuda","tag-wisuda-s1","tag-wisuda-unesa"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=420604"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":420706,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420604\/revisions\/420706"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/420704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=420604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=420604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=420604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}