{"id":420138,"date":"2026-10-04T19:07:41","date_gmt":"2026-10-04T12:07:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=420138"},"modified":"2026-10-04T19:07:41","modified_gmt":"2026-10-04T12:07:41","slug":"pati-dan-gunungpati-terdengar-mirip-tapi-nasibnya-berbeda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pati-dan-gunungpati-terdengar-mirip-tapi-nasibnya-berbeda\/","title":{"rendered":"Pati dan Gunungpati, dua daerah yang terdengar mirip, tapi nasibnya berbeda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya warga lokal (warlok) Pati yang sudah lelah disalahpahami sebagai orang Gunungpati. Awalnya saya biasa saja disalahpahami seperti itu, tapi lama-lama lelah juga kalau harus menjelaskan berulang kali. Itu mengapa, saya menuliskan artikel ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pati dan Gunungpati memang dua daerah yang terdengar mirip, tapi aslinya, jauh berbeda. Mulai dari lokasi hingga statusnya, dua daerah ini beda nasib.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pati itu nama kabupaten, Gunungpati itu kecamatan di Semarang<\/b><\/h2>\n<blockquote><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOrang mana?\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPati.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, Gunungpati, Semarang?\u201d<\/span><\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah berapa kali percakapan semacam itu saya dengar ketika berkenalan dengan orang baru. Banyak orang mengira Pati dan Gunungpati itu sama, padahal jauh berbeda. Kabupaten ini terletak di antara Kudus, Purwodadi, dan Blora.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, Gunungpati adalah salah satu <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gunungpati,_Semarang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecamatan di Kota Semarang<\/a>. Walau hanya setingkat kecamatan, Gunungpati memang daerah yang lumayan populer karena terdapat perguruan tinggi negeri di sana, UNNES.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin itu mengapa orang-orang yang mendengar kata \u201cPati\u201d langsung mengasosiasikannya dengan Gunungpati ya. Terlebih bagi banyak anak muda yang lebih banyak terpapar informasi soal perguruan tinggi daripada nama-nama daerah di Pulau Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Punya potensi untuk ternama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang tidak kenal Kabupaten Pati bukanlah dosa, bukan kesalahan besar yang harus dibenci. Pengalaman ini malah menyadarkan saya, sebagai warlok, bahwa tanah kelahiran saya ternyata tidak terkenal atau belum populer seperti dalam bayangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, perlu branding atau pengemasan yang serius soal daerah ini agar semakin dikenal orang. Terlebih, Pati sebenarnya punya potensi daerah yang nggak kaleng-kaleng sebenarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak hal yang bisa diceritakan dari tanah kelahiran saya, terutama soal hasil alam dan kuliner. Ngomong soal kuliner? Daerah dengan julukan Bumi Mina Tani ini punya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-gandul-kuliner-khas-pati-yang-kerap-dimaknai-secara-keliru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nasi gandul<\/a>. Selain itu, Pati juga kaya akan makanan hasil laut. Salah satunya adalah bandeng. Selama ini bandeng lebih populer sebagai oleh-oleh dari Semarang dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandeng-presto-makanan-khas-milik-pati-bukan-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bandeng presto<\/a>. Padahal, makanan itu sebenarnya berasal dari Juwana, Pati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu baru soal makanan. Bumi Mina Tani ini juga punya cerita sejarah yang panjang dan menarik. Sayang, semua itu masih belum dikenal banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pekerjaan rumah bersama\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua orang harus langsung mengenal Pati, tetapi tidak ada salahnya jika daerah ini semakin dikenal melalui cerita warganya. Tidak harus lewat promosi besar-besaran, cukup dengan membagikan pengalaman dan kekhasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, menyebut asal daerah seharusnya menjadi awal sebuah cerita, bukan pekerjaan tambahan untuk meluruskan kesalahpahaman. Siapa tahu, suatu saat nanti, ketika seseorang mendengar kata Pati, yang teringat bukan hanya Gunungpati dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unnes-semarang-nama-kota-letak-di-desa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNNES<\/a>, tetapi juga Kabupaten Pati dengan segala kekhasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau suatu hari jawaban \u201cPati\u201d dibalas dengan, \u201cOh, Pati yang punya nasi gandul itu, ya?\u201d rasanya menyenangkan juga. Setidaknya, nama kampung halaman sudah mulai dikenal melalui cerita yang lebih dekat daripada sekadar kemiripan nama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Frisha Ria Febri Ramdani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ganti-kampas-rem-kebiasaan-baru-kuliah-di-unnes-gunungpati\/\"><b><i>Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Pati dan Gunungpati, dua daerah yang terdengar mirip, tapi begitu berbeda dari sisi administratif maupun nasib daerahnya. <\/p>\n","protected":false},"author":3360,"featured_media":420160,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[28151,10004,1245,4652],"class_list":["post-420138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunungpati-semarang","tag-jawa-tengah","tag-pati","tag-semarang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3360"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=420138"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":420162,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420138\/revisions\/420162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/420160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=420138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=420138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=420138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}