{"id":419443,"date":"2026-09-30T12:40:03","date_gmt":"2026-09-30T05:40:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=419443"},"modified":"2026-09-30T12:40:26","modified_gmt":"2026-09-30T05:40:26","slug":"boyolali-daerah-slow-living-terbaik-di-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/boyolali-daerah-slow-living-terbaik-di-jawa-tengah\/","title":{"rendered":"Lupakan Magelang, Purwokerto, dan Salatiga, daerah slow living terbaik adalah Boyolali"},"content":{"rendered":"<p><em>Ada yang berencana slow living di Boyolali?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa daerah di Jawa Tengah sering disebut akhir-akhir ini. Salatiga, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/magelang-daerahnya-nyaman-tapi-nggak-cocok-untuk-mahasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Magelang<\/a>, dan Purwokerto dianggap cocok untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh banyak orang. Daerah yang masih sepi, biaya hidup yang murah, dan fasilitas publik yang lumayan lengkap membuat daerah-daerah di Jawa Tengah tadi \u201cramah\u201d untuk hidup slow living<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibanding kota-kota besar di Indonesia, 3 daerah itu memang jauh lebih nyaman untuk hidup melambat. Namun, menurut saya, 3 daerah yang digadang-gadang \u201cramah\u201d hidup<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> slow livin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">g itu masih kalah dengan Boyolali. Menurut saya, Boyolali jauh lebih cocok untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Boyolali lebih dekat ke bandara dibanding daerah lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup menjadi lebih lambat dan menghayati memang esensi dari gaya hidup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, itu bukan berarti orang-orang mengesampingkan berbagai fasilitas hidup dasar seperti pendidikan, rumah sakit, akses ke bahan pangan. Termasuk, akses transportasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal transportasi, saya bisa bilang Boyolali lebih unggul daripada Salatiga, Magelang, dan Purwokerto. Daerah-daerah itu bisa diakses menggunakan bus maupun travel, tapi untuk pesawat, saya rasa Boyolali lebih unggul karena punya<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bandar_Udara_Adi_Soemarmo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Bandara Adi Soemarmo<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, bandara yang terletak di pinggiran Boyolali sisi timur ini adalah fasilitas penting untuk daerah Solo Raya, sebagian selatan Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sektor pendidikan tidak ketinggalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan berarti hidup menolak segala fasilitas hidup, termasuk, pendidikan. Terlebih kalau sudah berkeluarga. Janggal rasanya kalau anak-anak tidak mendapat pendidikan atau sekolah yang layak hanya karena ingin hidup melambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, keberadaan sekolah yang layak menjadi pertimbangan bagi keluarga yang memutuskan hidup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dan, Boyolali adalah tempat yang tepat karena pendidikan di sana tidak ketinggalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sekolah yang banyak menyita perhatian adalah SMA Pradita Dirgantara. Sekolah beralamat di Tanjungsari, Ngesrep, Kec yang akhir akhir ini selalu naik daun karena prestasi dan fasilitas sekolahnya yang bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekalipun tidak ada sekolah di Boyolali yang diminati, orang tua bisa menyekolahkan anaknya ke Jogja, Solo, dan Semarang. Terlebih ketika masuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/tajuk\/kuliah-gratis-ptn-jadi-lonceng-kematian-bagi-kampus-swasta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perguruan tinggi<\/a> karena di kota-kota itu ada banyak pilihan perguruan tinggi negeri maupun swasta berkualitas. Asal tahu saja, jarak Boyolali ke kota-kota itu nggak jauh kok, paling 1-2 jam perjalanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Masih memungkinkan untuk bertani<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang memutuskan hidup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kebanyakan melirik sektor pertanian untuk beraktivitas. Mungkin proses panjang mulai dari menyiapkan tanah hingga panen sangat cocok pas esensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tidak ingin instan bertani banyak diminati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu mengapa Boyolali adalah pilihan yang tepat. Lahan masih banyak dan subur cocok untuk bertani. Salah satu daerah yang populer adalah Selo yang letaknya di sekitar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-orang-jogja-malas-wisata-naik-gunung-ke-gunung-merapi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Merapi<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa alasan yang membuat Boyolali lebih unggul dibanding daerah lain untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain fasilitasnya lumayan komplit dan oke untuk kehidupan sehari-hari, kondisi dan suasana di sana memang cocok untuk hidup melambat.\u00a0 Tanahnya subur, biaya hidup masih terjangkau, daerahnya relatif sepi, enak buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slow living<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/slow-living-frugal-living-di-desa-memang-omong-kosong\/\"> <b><i>Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Boyolali lebih cocok untuk slow living daripada Magelang, Purwokerto, Salatiga. Fasilitas dan suasana di sana lebih pas untuk hidup melambat. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":419460,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[8877,8599,8526,14205,23282],"class_list":["post-419443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-boyolali","tag-magelang","tag-purwokerto","tag-salatiga","tag-slow-living"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=419443"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419443\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":419551,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419443\/revisions\/419551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/419460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=419443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=419443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=419443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}