{"id":418788,"date":"2026-09-24T11:22:23","date_gmt":"2026-09-24T04:22:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=418788"},"modified":"2026-09-24T11:22:23","modified_gmt":"2026-09-24T04:22:23","slug":"6-aturan-sleeper-bus-yang-sebaiknya-dituliskan-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-aturan-sleeper-bus-yang-sebaiknya-dituliskan-saja\/","title":{"rendered":"6 aturan sleeper bus yang sebaiknya dituliskan dengan jelas karena ada saja penumpang yang nggak peka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa kali menggunakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sleeper bus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya menyadari mengapa moda transportasi ini punya target penumpangnya sendiri. Bus jenis menawarkan satu hal yang tidak ditawarkan jenis bus lainnya, yaitu privasi. Sebab saat tirai kabinnya ditutup, badan direbahkan, kepala bertemu dengan bantal, dan selimut ditarik hingga dagu, rasanya sudah seperti masuk ke dalam kamar mini yang seolah membebaskan penumpangnya melakukan apapun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, keunggulan ini sekaligus membawa dampak buruk ketika tidak ada ketentuan dan larangan spesifik bagi penumpang. Jadi rasa nyaman dan privasi yang diberikan membuat penumpang lupa diri. Mereka bisa jadi mengabaikan realita bahwa yang mereka naiki tetaplah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-tidak-kagum-dengan-gedung-di-jakarta-tapi-transportasi-umumnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">moda transportasi umum<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, menurut saya ada beberapa aturan atau larangan yang seharusnya ditulis dengan jelas dan ditempel di setiap kabin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sleeper bus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">agar diperhatikan oleh para penumpang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Dilarang mengisi satu kabin <em>sleeper bus<\/em> dengan lebih dari satu orang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu momen saya melihat sepasang kekasih yang menggunakan satu kabin untuk berdua. Entah mereka ini statusnya masih pacaran atau sudah menikah, tapi yang jelas, si cewek ini membiarkan kabinnya kosong dan bergabung dengan si cowoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga kebin yang didesain untuk satu orang tapi dipaksa terisi dua orang, maka gerakan dalam satu kabin jadi lebih intens sehingga menimbulkan bunyi yang mengganggu penumpang lainnya. Makin menyebalkan ketika posisi kabin yang digunakan berdua berada di atas. Maka, penumpang yang berada di kabin bawah akan sangat terganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya tidak bisa membayangkan betapa sesaknya ketika satu kabin digunakan untuk dua orang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Dilarang menggunakan stop kontak untuk perangkat berdaya besar atau terminal listrik tambahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan karena fasilitasnya memuat kata \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sleeper\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kalian kemudian menyamakannya dengan ruangan sendiri, lalu menggunakan stop kontak seperti sedang di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-jadi-pengelola-kos-kosan-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kamar kos-kosan<\/a>. Jadi, jangan mencolokan terminal bercabang untuk mengisi daya beberapa perangkat sekaligus seperti laptop, dua HP, powerbank, kamera, dan perangkat lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat baik-baik, posisi kamu ada di dalam sebuah bus yang listriknya terbatas dan harus berbagi dengan penumpang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai, karena beban listriknya terlalu besar berakibat pada sistem atau arus listrik di dalam bus bermasalah. Jadi gunakan seperlunya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Dilarang membongkar atau memperbaiki fasilitas <\/b><b><i>sleepe<\/i><em>r<\/em><\/b><b><em> bus<\/em> sendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahan dulu jiwa-jiwa teknisi atau montir ketika mendapati layar di kabin tidak menyala, USB tidak berfungsi, tempat tidur terasa tidak nyaman dan aneh macet, atau kendala lainnya. Lebih baik panggil kru busnya untuk mengecek. Sering kali ada penumpang yang sibuk mengutak-atik sesuatu seolah dia sedang ada di rumahnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal ini di dalam bus yang masih melaju kencang lho. Kesalahan kecil ketika membongkar fasilitas bus bisa jadi memperparah kerusakannya. Bahkan, malah berefek ke penumpang lainnya. Saya rasa ini perlu ditulis jelas untuk mengontrol segala kejailan yang sering dilakukan oleh penumpang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Dilarang membawa makanan yang mudah tumpah atau berbau menyengat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penumpang, tentu boleh saja untuk makan atau minum selama perjalanan. Tapi, harus dibatasi, khususnya bagi makanan berkuah terbuka (makan bakso di mangkok), minuman tanpa penutup yang erat, atau makanan yang aromanya terlalu menyengat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya di dalam moda transportasi, potensi makanan atau minuman tumpah sangatlah besar, contoh ketika bus mengerem mendadak. Cairan makanan atau minuman tersebut bisa tumpah ke segala arah mengenai tidak hanya pakaian, tapi juga alat elektronik dan tempat tidurnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/food\/dining-guide\/makanan-dengan-aroma-paling-menyengat-di-dunia-00-mk1yf-0mbh2p\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">makanan yang berbau menyengat<\/a>, efeknya bisa merugikan penumpang lainnya. Karena ruangannya ber-AC, baunya bisa bertahan lebih lama dan membuat penumpang lain mual atau tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Dilarang meninggalkan sampah dan remah makanan di kasur <em>sleeper<\/em> bus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perihal kebersihan, saya rasa orang Indonesia perlu diperingkatkan secara tegas melalui tulisan yang ditempet dengan tulisan besar dan tebal di kabin. Sebab sisa makanan bisa menimbulkan bau dan mengundang serangga yang bisa masuk ke sela-sela kursi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu kru bus akan membersihkan setelah berada di pool pemberhentian, tapi tidak ada salahnya untuk bertanggungjawab terhadap sampah yang sudah dihasilkan. Ini sekaligus memitigasi sampah-sampah terselip yang mungkin luput dari proses pembersihan oleh kru. Tentu ini sebagai wujud menghormati penumpang selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Pakai earphone kalau mau nonton, apalagi kalau tontonannya aneh-aneh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tirai sleeper tentu hanya menutup pandangan dari luar, tapi tidak dengan suara. Jadi ketika menonton atau mendengarkan apapun dari gawai pribadi, perhatikan suaranya. Apalagi kalau tontonannya aneh dengan suara yang keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paling gampang adalah dengan menganjurkan tiap penumpang untuk menggunakan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/5-alasan-nyeleneh-earphone-kabel-kembali-tren-dibanding-tws\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> earphone<\/a> masing-masing. Tujuannya adalah menghindari suara-suara yang mengganggu penumpang lainnya. Selain itu, jangan ngide menggunakan speaker eksternal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin penumpang lain lebih butuh istirahat daripada mendengarkan musik atau menonton film yang distel. Toh mereka juga punya gawai masing-masing untuk mengakses keduanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa larangan yang menurut saya perlu ditulis dengan tegas di dalam <em>sleeper bus<\/em>. Tujuannya supaya mengantisipasi anggapan bahwa kabin sleeper bisa diperlakukan seperti kamar kos pribadi. Sebab aturan-aturan yang saya usulkan di atas diperlukan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan yang setara bagi setiap penumpang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BACA JUGA <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-kerja-di-bengkel-bus-yang-ternyata-tidak-sederhana\/\"><b><i>Pengalaman kerja di bengkel bus membuat saya melihat bus di jalanan dengan cara yang berbeda.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a> <i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aturan sleeper bus yang sebaiknya dituliskan saja demi kenyamanan bersama karena masih ada saja penumpang yang nggak peka. <\/p>\n","protected":false},"author":232,"featured_media":418794,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[12903],"tags":[483,280,18577,18576,35067,13963],"class_list":["post-418788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus","tag-penumpang","tag-perusahaan-otobus","tag-po","tag-sleeper","tag-sleeper-bus"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/232"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=418788"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":418795,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418788\/revisions\/418795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/418794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=418788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=418788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=418788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}