{"id":418721,"date":"2026-09-24T12:15:57","date_gmt":"2026-09-24T05:15:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=418721"},"modified":"2026-09-24T12:15:57","modified_gmt":"2026-09-24T05:15:57","slug":"kebiasaan-organisasi-mahasiswa-yang-sebaiknya-dihapuskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebiasaan-organisasi-mahasiswa-yang-sebaiknya-dihapuskan\/","title":{"rendered":"Kebiasaan organisasi mahasiswa yang sebaiknya dihapuskan: rapatnya lama, hasilnya nggak seberapa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu hal dari dunia organisasi mahasiswa (ormawa) yang sampai sekarang masih sering bikin saya heran. Kenapa ya tiap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-indonesia-suka-banget-rapat-tapi-nggak-suka-ambil-keputusan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rapat<\/a> selalu menyita waktu alias lama banget? Rapat yang saya maksud itu yang agendanya sederhana. Namun, entah mengapa, durasinya bisa mencapai 4 jam.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau dilihat lagi, keputusan yang dihasilkan<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Organisasi_Kemahasiswaan_di_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> ormawa<\/a> kadang cuma satu. Misalnya, menentukan waktu kegiatan, membagi tugas, memilih konsep, atau menyepakati hal yang sebenarnya sejak awal pilihannya tidak banyak. Di kepala saya, pembahasan seperti ini harusnya bisa selesai setengah jam. Syukur-syukur lebih cepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya sering beda. Rapat dimulai. Satu orang menyampaikan pendapat. Orang kedua setuju, tapi tetap menjelaskan kenapa dia setuju. Orang ketiga ternyata juga sependapat, lalu menyampaikan ulang hal yang kurang lebih sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa orang bicara, muncul satu kalimat yang sepertinya cukup umum di dunia organisasi mahasiswa. \u201cKalau menurut saya sih balik lagi ke teman-teman.\u201d Nah, kalau kalimat itu sudah keluar, biasanya saya mulai curiga rapatnya masih panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya bukan karena orang tidak boleh menyampaikan pendapat. Justru dalam organisasi mahasiswa, forum memang harus memberi ruang untuk semua orang bicara. Yang saya bingungkan adalah ketika semua orang merasa harus bicara, bahkan ketika sebenarnya tidak ada hal baru yang ditambahkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang ada juga yang membuka pendapat dengan kalimat, \u201cSebenarnya tadi sudah disampaikan sama teman-teman.\u201d Saya selalu berharap kalimat setelahnya pendek. Ternyata tidak. Pembahasannya lanjut lagi, hanya dengan susunan kata yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Semua orang ingin bicara, tapi keputusannya tetap di situ-situ saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham rapat organisasi mahasiswa memang bukan tempat untuk buru-buru mengambil keputusan. Ada hal-hal yang harus dipertimbangkan, apalagi kalau menyangkut banyak orang. Masalahnya, menurut saya kita kadang tidak bisa membedakan mana persoalan yang memang butuh diskusi panjang dan mana yang sebenarnya bisa cepat selesai. Tidak semua masalah harus diperlakukan seperti masalah besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau cuma menentukan jadwal, ya tinggal lihat waktu yang paling memungkinkan. Soal memilih desain? Ya tinggal pilih dari opsi yang ada. Kalau pembagian tugasnya sudah jelas, ya bagi lalu lanjut kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kadang rapat organisasi terasa panjang karena kita terlalu lama berada di tahap membicarakan sesuatu yang sebenarnya sudah cukup jelas. Saya pernah merasa keputusan sebenarnya sudah kelihatan sejak awal. Mayoritas setuju. Tidak ada penolakan berarti. Opsi lain juga tidak terlalu kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha kok pembahasan masih lanjut. Ada tambahan pendapat, pengulangan, pembicaraan yang melebar. Biasanya di saat-saat seperti ini ada yang melempar<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/humor-seksis-adalah-lelucon-paling-dangkal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> candaan<\/a>. Setelah itu balik lagi ke pembahasan awal, seolah sebelumnya belum pernah dibicarakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih capek lagi kalau rapatnya malam. Datang setelah kuliah atau setelah seharian beraktivitas, berharap pembahasannya cepat selesai, lalu satu jam kemudian masih berada di poin pertama. Belum lagi kalau rapatnya molor.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Rapat organisasi mahasiswa memang punya fungsi sosial, tapi tolong tetap efektif dan efisien<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya organisasi mahasiswa, orang-orang di dalamnya bukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/janji-bodong-revolusi-industri-aplikasi-ai-bantai-pekerja-kreatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">robot<\/a> yang datang, duduk, bicara, lalu pulang. Ada bercanda, ngobrol soal hal lain, atau sekadar menanyakan kabar. Menurut saya itu justru yang membuat organisasi terasa hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin capek adalah ketika semua itu bercampur dengan pembahasan utama sampai akhirnya kita tidak tahu mana yang sebenarnya sedang dirapatkan dan mana yang cuma obrolan sampingan. Saya ngerti bahwa musyawarah itu penting. Saya juga tidak sedang menyarankan semua keputusan ditentukan satu orang saja supaya cepat. Bukan begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya pertanyakan cuma satu, apa semua pembahasan memang harus sepanjang itu? Karena menurut saya rapat yang baik tidak harus lama. Rapat yang baik ya rapat yang setelah selesai membuat orang tahu apa yang harus dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sadar rapat organisasi punya fungsi sosial. Orang bertemu, ngobrol, bercanda, dan mungkin memang menikmati waktu bersama teman-temannya. Itu sah saja. Cuma kalau memang mau nongkrong, ya monggo nongkrong. Tidak perlu menyamarkannya menjadi rapat empat jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Azzhafir Nayottama Abdillah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BACA JUGA <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-warga-klaten-yang-memilih-kuliah-di-magelang-bukan-jogja-atau-solo\/\"><b><i>Alasan saya, warga Klaten yang memilih kuliah di Magelang, bukan Jogja atau Solo, pilihan utama warga Kota Bersinar.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Organisasi mahasiswa sebaiknya berbenah soal kebiasaan rapatnya yang tidak efektif dan efisien. Rapatnya lama, tapi hasilnya nggak seberapa. <\/p>\n","protected":false},"author":3086,"featured_media":418808,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13089],"tags":[34,2632,6342,13927],"class_list":["post-418721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-mahasiswa","tag-organisasi","tag-organisasi-mahasiswa","tag-ormawa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3086"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=418721"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":418805,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418721\/revisions\/418805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/418808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=418721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=418721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=418721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}