{"id":418672,"date":"2026-09-23T13:14:11","date_gmt":"2026-09-23T06:14:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=418672"},"modified":"2026-09-23T13:14:11","modified_gmt":"2026-09-23T06:14:11","slug":"arisan-trah-yang-seharusnya-bikin-guyub-malah-jadi-beban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arisan-trah-yang-seharusnya-bikin-guyub-malah-jadi-beban\/","title":{"rendered":"Arisan trah yang seharusnya bikin guyub, eh malah membebani keluarga dan berakhir nggak rukun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga besar saya, baik dari bapak maupun ibu, punya jadwal arisan trah yang diadakan rutin. Di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/lebaran-keluarga-ibu-lebih-seru-keluarga-ayah-jaim-dan-kaku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keluarga besar ibu<\/a>, kami bertemu tiap sebulan sekali secara fleksibel. Maksudnya, kalau tuan rumah yang mendapat arisan sedang sibuk atau belum bisa menjamu, acaranya bisa ditunda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin pembaca sekalian takjub melihat keluarga besar ibu saya yang arisan trah sebulan sekali. Jujur, saya nggak pernah bosan datang arisan trah tiap bulan. Alasan pertama, keluarga kami yang tinggal paling jauh masih satu provinsi dari keluarga besar, sehingga ketemu sebulan sekali tak ubahnya melepas rasa kangen. Kedua, arisan trah keluarga besar ibu nggak membebani keluarga secara ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jadwal pertemuan yang luwes, urusan pasok arisan juga fleksibel. Keluarga yang nggak bisa hadir nggak berkewajiban membayar uang arisan. Semua anggota keluarga di trah ini juga melarang tuan rumah kerepotan dalam memberikan suguhan saat acara. Bahkan, nggak jarang kami datang ke trah dengan sukarela membawa snack dan makanan sendiri-sendiri untuk kemudian dibagikan kepada budhe, pakdhe, dan sepupu-sepupu yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di keluarga besar bapak, arisan trah diadakan tiap dua selapan atau 70 hari sekali. Walau lebih jarang digelar, bukan berarti arisan trah keluarga bapak jadi minim drama. Berkebalikan dengan betapa<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> green flag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya arisan trah di keluarga besar ibu, saya melihat hal berbeda di arisan trah keluarga besar bapak, yang kurang lebih senada dengan kisah yang dibagikan<\/span><a href=\"https:\/\/www.threads.com\/share\/_w7Mw_srb\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">pengguna threads ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Datang nggak datang wajib pasok arisan trah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu saya bertanya kepada ibu untuk bahan menulis artikel ini, saya kaget bukan main. Soalnya saya baru tahu bahwa arisan trah di keluarga besar bapak memberlakukan aturan \u201cdatang nggak datang harus bayar\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, aturan arisan trah tersebut mewajibkan setiap <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/menangis-sambil-ngecek-kk-karena-becandaan-jahat-kamu-anak-tetangga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KK<\/a> membayar uang meja, uang arisan, dan uang sosial. Uang meja nantinya akan diberikan kepada tuan rumah untuk biaya makan dan snack, begitu pula uang arisan tapi dengan fungsi berbeda. Sementara itu uang sosial diberikan jika ada anggota trah yang sakit, meninggal, atau kejadian yang nggak diharapkan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk uang sosial, okelah masih masuk akal jika tetap harus pasok. Bisa kita anggap sebagai bagian dari infak juga. Tapi, untuk uang meja dan uang arisan, kenapa harus dibebankan kewajiban membayar untuk keluarga yang nggak bisa datang? Padahal nggak semua anggota trah tinggal di Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Piknik yang ditanggung oleh tuan rumah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna thread yang tadi saya sebutkan juga menceritakan tentang jadwal liburan bareng satu keluarga besar dengan menyewa bus ke daerah lain yang ada anggota trah di sana. Saya setuju ketika beliau mengatakan acara liburan ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full effort<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan memakan biaya besar.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Full effort<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan biaya dirasakan langsung oleh keluarga yang dikunjungi. Oke, niat awalnya memang baik, untuk mengunjungi saudara yang sudah lama nggak kita jumpai. Tapi, jika keluarga yang dikunjungi tersebut harus menanggung semua biaya, dari makan sampai kendaraan, yang ada kantongnya boncos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/awam\/rekomendasi-wisata-keluarga-untuk-akhir-tahun-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">piknik<\/a> semacam ini nggak bisa disamakan dengan kedatangan 1-2 anggota keluarga yang bisa kita mintai pengertiannya jika kita hanya menyajikan mi ayam sebagai makanan, teh sebagai minuman, dan biskuit sebagai snack.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">effort<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harus dikeluarkan dengan berkoordinasi dengan persewaan bus dan mempersiapkan arisan yang tentu semua dilakukan di tengah kesibukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi trah yang akhirnya bergeser<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beranjak dewasa, saya baru menyadari bahwa arisan trah ini sudah melenceng dari fungsi aslinya. Dulu, saya secara sederhana memahami ajakan bapak dan ibu ikut acara ini agar tahu siapa saja saudara kita sekaligus mempertahankan persaudaraan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata arisan trah nggak sesederhana pemikiran polos saya. Apalagi setelah saya mulai melihat satu per satu keluarga memutuskan untuk keluar dari arisan trah. Pertemuan trah yang awalnya mempertemukan keluarga dengan niat \u201cngumpulke balung pisah\u201d, mendoakan leluhur, dan silaturahim malah jadi nggak berfungsi sempurna lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ikut-kenduri-cara-saya-healing-dari-dunia-yang-memusingkan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikut kenduri cara saya healing dari dunia yang kian memusingkan.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arisan trah sebenarnya punya niat baik, tapi praktiknya sering bergeser hingga membebani anggota dan berujung nggak rukun lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":418681,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[7638,25672,35055,228],"class_list":["post-418672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-arisan","tag-arisan-keluarga","tag-arisan-trah","tag-keluarga"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=418672"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":418682,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418672\/revisions\/418682"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/418681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=418672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=418672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=418672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}