{"id":417478,"date":"2026-09-15T17:41:36","date_gmt":"2026-09-15T10:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=417478"},"modified":"2026-09-15T17:41:36","modified_gmt":"2026-09-15T10:41:36","slug":"pertamina-date-tren-kencan-di-spbu-yang-sulit-saya-pahami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pertamina-date-tren-kencan-di-spbu-yang-sulit-saya-pahami\/","title":{"rendered":"Pertamina date alias kencan di SPBU, tren anak muda yang sulit saya pahami"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Standar kencan anak muda zaman sekarang mulai bergeser ke arah yang semakin sulit saya pahami. Setahu saya, lokasi tujuan kencan kalau tidak ke mal, kafe, taman hiburan, atau tempat-tempat viral nan estetik. Namun, sekarang ini, lokasi kencan anak muda semakin di luar nalar seperti di SPBU atau sebutan populernya Pertamina <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren ini pertama kali saya ketahui di <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@seputarpringsewu\/video\/7684831407000014101\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">media sosial TikTok.<\/a> Di TikTok bertebaran konten pasangan anak muda sedang asyik menunggu di antrean mengular di SPBU.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, saya gagal paham. SPBU atau pom bensin itu hakikatnya tempat mengisi bensin dan persinggahan untuk hal-hal praktis. Misal,\u00a0 menumpang buang air kecil, meregangkan pinggang saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">touring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau memompa ban motor yang gembos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa asyiknya menghabiskan waktu di pom bensin diiringi bau bensin dan deru mesin kendaraan? Mungkin mereka sedang menjalani perkataan banyak orang, bukan tempat, makanan, atau kegiatannya yang penting, namun dengan siapanya ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Respons akan minimnya ruang publik yang aksesibel<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya renungkan kembali, fenomena Pertamina <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak jauh berbeda akan kencan di jembatan, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wisata-palang-pintu-kereta-api-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">palang kereta api<\/a>, atau tempat-tempat tak umum lain. Tren ini justru menunjukkan minimnya ruang publik yang tidak ramah untuk semua orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba hitung, kencan standar di kafe zaman sekarang butuh modal berapa? Kopi susu gula aren dua gelas sudah Rp60.000. Ditambah camilan semacam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> isi sosis goreng dan kentang yang porsinya cuma bisa untuk mengganjal gigi berlubang, totalnya bisa habis seratus ribu lebih. Belum parkirnya, belum pajaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di SPBU? Dengan modal mengisi bensin Rp25.000 saja, kalian sudah dapat dua hal yang terisi \u201ctangki bensin dan tangki cinta\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, kalau ada tempat lain yang mudah diakses secara jarak dan biaya, para anak muda ini tidak akan nge-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sambil antre di pom bensin. Tren ini tidak berangkat dari keinginan untuk mencari suasana nge-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">edgy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini adalah bentuk pertahanan diri, murni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coping mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menghadapi banyaknya ruang yang tidak berpihak pada mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kritik terselubung di balik Pertamina <em>date<\/em><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya renungkan kembali, Pertamina <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bukan hanya pertanda minimnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dibanding-jogja-dan-malang-lamongan-kekurangan-di-hal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruang publik<\/a> yang ramah bagi semua kelompok. Kencan di pom bensin secara tidak langsung mengkritisi ketersediaan bahan bakar yang tidak merata di banyak daerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang tinggal di kota-kota besar mungkin\u00a0 tidak akan relate dengan hal ini. Sebab, keberadaan SPBU atau pom bensin begitu mudah ditemui. Pasokannya pun jarang langka. Antrean panjang di SPBU tetap bisa dijumpai, tapi di waktu-waktu tertentu saja, seperti jam berangkat atau pulang kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, situasinya berbeda dengan daerah-daerah dengan jumlah SPBU minim dan sering mengalami kendala pasokan. Antrean SPBU benar-benar bisa memakan waktu. Waktu menunggu yang lama itu bahkan bisa digunakan untuk nge-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh para anak muda alias Pertamina date.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak muda memang selalu punya akal untuk mengemas kenyataan yang pahit menjadi sesuatu yang terlihat manis dan lucu di media sosial. Mereka merekam momen mengantri di SPBU ini dengan filter khas, menempelkan caption &#8220;bahagia itu sederhana&#8221;, dan menyematkan lagu<\/span><a href=\"https:\/\/open.spotify.com\/track\/5Enpui55il1ZW0HgwRTSds\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kita Lewati Berdua <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2024)<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">dari Overnight<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang awalnya gagal paham dengan tren Pertamina <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini lama-lama belajar menerima dan memahami.\u00a0 Daripada memaksakan diri kencan di tempat mahal lalu terpaksa puasa Senin-Kamis selama sebulan penuh, Pertamina <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sebuah siasat bertahan paling realistis,\u00a0 \u201cperlawanan\u201d khas anak muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Zain Ahdan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-spbu-jogja-yang-toiletnya-paling-nyaman-untuk-boker\/\"><b><i>3 SPBU Jogja yang toiletnya paling nyaman untuk boker.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di antara banyaknya pilihan tempat, kencan di SPBU atau Pertamina date jadi tren paling aneh, tapi ternyata ada banyak hal di balik tren itu.  <\/p>\n","protected":false},"author":3296,"featured_media":417549,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13078],"tags":[7310,167,34945,9301,2928],"class_list":["post-417478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-kencan","tag-pacaran","tag-pertamina-date","tag-pom-bensin","tag-spbu"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3296"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417478"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417550,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417478\/revisions\/417550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}