{"id":417323,"date":"2026-09-14T13:19:17","date_gmt":"2026-09-14T06:19:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=417323"},"modified":"2026-09-14T13:30:56","modified_gmt":"2026-09-14T06:30:56","slug":"di-australia-saya-sadar-taman-dan-makan-bergizi-sama-pentingnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/di-australia-saya-sadar-taman-dan-makan-bergizi-sama-pentingnya\/","title":{"rendered":"Tinggal di Australia bikin saya sadar, taman punya peran penting di kehidupan, tak kalah esensial dari makan bergizi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum pindah ke Brisbane, Australia saya seperti keluarga Indonesia pada umumnya. Di akhir pekan, saya dan keluarga menghabiskan sering waktu di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daftar-mall-di-jakarta-yang-bikin-pengunjungnya-bingung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mal<\/a> karena bingung mau ke mana. Rasanya tidak punya banyak pilihan tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mal telah menjadi semacam taman kota bagi masyarakat urban Indonesia. Bedanya, tamannya pakai AC, diapit toko baju, dan ada risiko pulang membawa barang yang sebenarnya tidak kita perlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pindah ke Australia, kebiasaan itu perlahan berubah. Bukan karena saya mendadak tercerahkan lalu menjadi keluarga pencinta alam. Alasannya jauh lebih sederhana, mau ngapain juga di mal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mal di Australia, sejauh dari pengalaman saya, fungsi utamanya sebagai tempat belanja. Ya ada tempat makan, supermarket, dan beberapa hiburan, tetapi tidak selalu menjadi tujuan rekreasi keluarga seperti yang lazim kita temui di kota-kota besar Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, ternyata taman di Brisbane itu banyak. Dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa, kota ini memiliki lebih dari 2.000 taman. Di sekitar tempat tinggal kami saja, ada banyak taman yang bisa dicapai dengan naik sepeda. Belum habis taman yang satu dieksplorasi, sudah ketemu taman lain beberapa blok kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma jumlahnya yang banyak, di Brisbane taman diperlakukan sebagai bagian serius dari kehidupan kota. Ada taman kecil dengan playground berisi ayunan, perosotan, dan panjat-panjatan. Taman yang lebih besar bisa punya toilet, air minum, lapangan olahraga, <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/olahraga-jogging-di-stadion-vs-di-tempat-terbuka-mana-yang-lebih-baik\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">jogging track<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, barbecue, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor gym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scooter track<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sampai permainan air. Brisbane bahkan memiliki lebih dari 170 fasilitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor gym <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di taman-tamannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman hidup di Australia membuat saya mau tidak mau membandingkannya dengan apa yang terjadi di Indonesia. Minimnya taman yang terjangkau secara jarak dan biaya membuat banyak keluarga lebih memilih main ke mal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Butuh lebih banyak taman seperti di Australia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin rasanya mendorong pembangunan lebih banyak taman di Indonesia seperti di Australia, mengingat betapa besarnya peran ruang satu ini untuk publik. Namun, apa daya, pemerintah saat ini lebih menempatkan persoalan gizi sebagai salah satu agenda besar melalui program <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/abk-di-jogja-sulit-belajar-karena-mbg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makan Bergizi Gratis (MBG)<\/a>. Dalam APBN 2026, alokasi untuk program MBG disebut mencapai lebih dari Rp200 triliun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu memberi akses makanan bergizi kepada anak adalah tujuan yang penting. Indonesia masih menghadapi persoalan kekurangan gizi dan stunting yang tidak bisa dianggap remeh. Beberapa kelompok prioritas masih membutuhkan makan Bergizi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, masalah gizi kita tidak hanya kekurangan gizi. Kita menghadapi apa yang disebut <\/span><a href=\"https:\/\/fkm.unair.ac.id\/2022\/04\/09\/double-burden-of-malnutrition-pemicu-kecanduan-makanan-dan-perubahan-metabolisme-pada-anak-dan-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">double burden of malnutrition<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Di satu sisi masih ada anak yang kekurangan gizi, di sisi lain jumlah anak yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas juga terus menjadi persoalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan, sekitar 20% atau 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun di Indonesia mengalami obesitas. Di titik inilah pembangunan taman sebenarnya bisa dilihat sebagai salah satu intervensi pendukung kesehatan dan gizi yang sensitif terhadap lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, menurut saya sah saja kalau kita mulai mempertanyakan prioritas. Apakah seluruh ekspansi anggaran MBG harus terus diarahkan hampir sepenuhnya untuk menyediakan makanan? Atau sebagian sumber daya negara juga perlu dialihkan untuk membangun lingkungan yang membuat anak Indonesia lebih sehat dalam jangka panjang seperti taman-taman di Australia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu berkhayal setiap kelurahan punya taman besar. Mulai saja dari hal sederhana, tanah yang cukup, beberapa pohon rindang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">playground<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang aman, lapangan kecil, jalur jogging, toilet yang bersih, air minum, dan tempat duduk untuk orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sedikit lebih ambisius, tambahkan lapangan basket, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor gym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jalur sepeda, atau permainan air. Dan, yang penting, gratis serta dekat dengan permukiman. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, percuma punya taman kota megah kalau untuk mencapainya keluarga harus menempuh perjalanan satu jam, terkena macet, lalu membayar parkir mahal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi bagian dari kehidupan sehari-hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Taman seharusnya bukan destinasi wisata. Taman harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saya baru menyadari itu setelah tinggal di Brisbane.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, ketika anak bilang ingin bermain, kepala saya otomatis mencari mal terdekat. Sekarang kepala saya mencari taman terdekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan kecil itu membuat saya berpikir, mungkin yang membuat masyarakat aktif tidak selalu kampanye \u201cayo olahraga\u201d, seminar kesehatan atau poster tentang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/masalah-yang-muncul-setelah-berhasil-menurunkan-berat-badan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahaya obesitas<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang yang dibutuhkan orang cuma tempat yang memungkinkan mereka bergerak. Kalau tamannya dekat, aman, menarik, dan gratis, anak-anak tidak perlu diperintah untuk berolahraga, mereka akan berlari sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, orang tuanya akan ikut berjalan di belakang mereka. Sambil menikmati satu kemewahan yang semakin langka di kota-kota kita: rekreasi tanpa harus mengeluarkan dompet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mochamad Iqbal Nurmansyah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebohongan-whv-australia-yang-terlanjur-dipercaya-pencari-kerja\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kebohongan WHV Australia yang Telanjur Dipercaya Pencari Kerja Indonesia.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman tinggal di Australia menyadarkan saya, keberadaan taman tidak bisa dipandang sebelah mata, sama pentingnya dengan makan bergizi. <\/p>\n","protected":false},"author":2775,"featured_media":417370,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13078],"tags":[7384,34930,34929,34931,27496,29697,23109],"class_list":["post-417323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-australia","tag-brisbane","tag-brisbane-australia","tag-makan-bergizi","tag-makan-bergizi-gratis","tag-mbg","tag-taman"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2775"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417323"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417323\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417373,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417323\/revisions\/417373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}