{"id":417113,"date":"2026-09-12T15:12:40","date_gmt":"2026-09-12T08:12:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=417113"},"modified":"2026-09-12T15:12:40","modified_gmt":"2026-09-12T08:12:40","slug":"blora-daerah-biasa-aja-yang-berhasil-bikin-kangen-tiap-merantau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/blora-daerah-biasa-aja-yang-berhasil-bikin-kangen-tiap-merantau\/","title":{"rendered":"Blora, daerah biasa saja yang berhasil bikin saya kangen tiap merantau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blora adalah tanah kelahiran saya. Setidaknya fakta itu sudah terkunci rapat di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kafir-atau-non-muslim-dari-katolik-ber-ktp-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kolom KTP<\/a> dan tak bisa diganggu gugat. Fakta itu pula yang melekat pada saya selama kurang lebih 10 tahun merantau dari Blora.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan merantau berawal dari niat berkuliah sampai akhirnya ketagihan mencari sesuap nasi di kota orang. Dari perjalanan panjang itu, saya baru sadar, merantau ternyata bukan cuma urusan bertahan hidup. Merantau juga proses menyadari bahwa ada banyak hal di kampung halaman yang tak pernah bisa digantikan oleh tempat mana pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui, Blora bukan daerah yang sering masuk radar obrolan pop. Tanpa pabrik-pabrik raksasa, absen dari jalur Pantura maupun tol, dan sejak awal memang bukan destinasi utama orang-orang untuk menggantungkan nasib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, makin lama merantau, makin saya paham kalau rasa rindu itu tak ada hubungannya dengan seberapa megah atau terkemukanya sebuah daerah. Rindu kerap kali menyusup lewat hal-hal kecil yang dulu kita anggap remeh, tapi mendadak bernilai tinggi saat jarak memisahkannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Blora yang sunyi justru jadi kemewahan tersendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blora adalah kabupaten yang tak pernah tampak ngotot untuk jadi kabupaten ala metropolitan yang bising dan penuh sesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan BPS soal kepadatan penduduknya juga hanya menunjukan sekitar 461 jiwa per kilometer persegi, terendah di Jawa Tengah. Di banyak ruas jalan, terutama begitu malam merayap, suasananya bisa langsung senyap. Kendaraan yang lewat bisa dihitung jari, pusat keramaian tidak menjamur, dan tempo kehidupan warga mereda dengan sangat cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saya sering mengutuk sepi ini sebagai sesuatu yang membosankan. Tapi, pandangan itu runtuh setelah bertahun-tahun dihajar kehidupan kota. Saat tiap hari harus berteman dengan kemacetan, deru mesin, dan bisingnya proyek yang tak kenal waktu, kesunyian Blora yang dulu saya benci justru bermutasi jadi kemewahan tersendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sepiring pecel Blora yang sulit ditandingi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap daerah tentu punya cara sendiri untuk menyapa paginya. Di Blora, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-ciri-warung-nasi-pecel-yang-sudah-pasti-tidak-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pecel<\/a> adalah salam pembuka yang sulit untuk ditolak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Formulasinya sederhana, nasi hangat, sayuran, siraman sambal kacang, rempeyek, plus deretan lauk pendamping seperti tempe goreng, ote-ote, hingga telur. Makanan yang jujur, mengenyangkan, dan ramah di kantong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sudah jadi bagian dari rutinitas harian sebelum berangkat sekolah atau kerja, dulu saya tidak pernah menganggap pecel ini spesial. Sampai akhirnya saya mencoba membeli pecel di perantauan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara komposisi mungkin sama saja, ada sayur, ada bumbu kacang. Namun, soal rasa, ternyata tidak bisa dibohongi. Ada jejak rasa khas dan racikan karakter lokal yang tak bakal bisa ditiru oleh resep mana pun di luar Blora.<\/span><\/p>\n<h2><b>Langganan dapat ambeng hampir tiap malam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana bertetangga di kampung menyimpan kehangatan yang makin langka ditemui di kota. Salah satunya adalah tradisi saling berbagi makanan lewat <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nasi_ambeng\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">ambeng<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berkatan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara seperti syukuran, tahlilan, hingga hajatan adalah urat nadi kehidupan sosial warga Blora. Seusai acara, berkat berupa nasi dan lauk pauk akan dibagikan ke rumah-rumah tetangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isinya tentu bukan hidangan mewah, melainkan masakan rumahan yang disesuaikan dengan kemampuan sang pemilik hajat. Namun, poin utamanya bukan pada apa yang ada di dalam bungkusannya, melainkan pada jalinan silaturahmi yang merawatnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hiburan kesenian gratisan di tiap sudut desa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blora punya cara yang terbilang unik dalam menghibur warganya. Hiburan tidak harus didapatkan dengan masuk ke gedung pertunjukan komersial, melainkan lahir langsung dari hajatan warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu ada tetangga yang menanggap barongan saat syukuran, pertunjukan tayub, tradisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">manganan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga berbagai pesta rakyat desa yang mengundang kesenian tradisional. Warga tinggal datang dan menonton tanpa perlu memikirkan tiket masuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, pengumumannya pun tak perlu baliho atau unggahan media sosial. Cukup dengarkan gema suara gamelan dari kejauhan. Lalu, cari tahu siapa yang sedang punya hajat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seni di Blora tidak berjarak dari masyarakatnya. Ia melebur dalam perayaan dan menjadi ruang kumpul bersama. Kalau di kota kita harus aktif mencari hiburan, di Blora hiburan itu hadir sendiri sebagai bonus dari kehidupan bermasyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menyusuri jalan yang dianugerahi hutan jati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi warga Blora, naik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keluarga-saya-adalah-pencinta-honda-beat-garis-keras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sepeda motor<\/a> untuk menuju satu lokasi tujuan sama artinya dengan aktivitas membelah kawasan hutan jati. Pemandangannya konsisten: deretan pohon tinggi di kiri-kanan, diselingi sedikit permukiman, lalu kembali disambut rindangnya hutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan luas hutan produksi yang mencapai lebih dari 90 ribu hektare, keberadaan pohon-pohon jati ini bukan sekadar pemandangan, melainkan identitas visual yang melekat pada Blora.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saya tidak begitu menghiraukan jalanan penuh deretan jati ini secara seksama. Hutan saya anggap cuma lintasan biasa yang harus dilewati untuk sampai ke tujuan. Namun, setelah terbiasa melihat lautan beton di kota, lintasan hijau yang sepi dan teduh itu mendadak jadi momen meditasi yang amat saya rindukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, rasa rindu pada Blora memang jarang dipicu oleh hal-hal yang megah. Rindu itu justru sering bersembunyi di jalanan yang lengang, racikan sepiring pecel, bungkusan berkat dari tetangga, alunan gamelan barongan dari kejauhan, atau ampo dan deretan pohon jati yang menyapa di sepanjang jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Penulis: Dimas Junian Fadillah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-fakta-menarik-tentang-blora-yang-jarang-orang-bicarakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Fakta Menarik tentang Blora yang Jarang Orang Bicarakan.<\/a><\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blora daerah yang biasa saja, tapi hal-hal sederhana dari Blora justru yang bikin kangen warlok seperti saya tiap merantau.<\/p>\n","protected":false},"author":2710,"featured_media":417174,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[8781,1418,18529,32965,34905],"class_list":["post-417113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-blora","tag-merantau","tag-perantauan","tag-warlok","tag-warlok-blora"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2710"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417113"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417176,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417113\/revisions\/417176"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}