{"id":417022,"date":"2026-09-11T12:03:57","date_gmt":"2026-09-11T05:03:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=417022"},"modified":"2026-09-11T12:07:50","modified_gmt":"2026-09-11T05:07:50","slug":"makassar-darurat-gas-sulit-air-sulit-bbm-langka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makassar-darurat-gas-sulit-air-sulit-bbm-langka\/","title":{"rendered":"Makassar dalam darurat: gas sulit, air sulit, BBM langka. Saking langkanya, orang-orang pada antre di pertamini"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cTerlambat ka\u2019 pulang, sayang, nah. Masih antri isi bensin ka\u2019 ini. Deh, biar di Pertamini, panjang ji antrian.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Sebaris kalimat di atas, dikirim oleh suami saya melalui pesan WhatsApp. Sebagai bukti pendukung, suami saya juga lantas mengirim sebuah foto. Dalam foto yang saya terima, tampak jelas suami saya memang ada dalam barisan antrean panjang di salah satu warung Pertamini di Kota Makassar.<\/p>\n<p>Bayangkan, Pertamini yang biasanya hanya melayani 2-3 motor dalam satu kali antrean, beberapa hari belakangan sudah bertransformasi layaknya SPBU yang melayani sebaris antrean lumayan panjang.<\/p>\n<p>Butuh waktu sekitar tiga puluh menit sampai akhirnya suami saya mendapat giliran. Ironisnya, pas ketika tangki motor suami saya diisi, stock BBM di Pertamini tersebut ternyata sudah menipis. Alhasil, tangki\u00a0 motor tidak bisa terisi sampai full. Tapi untungnya, motor suami saya tuh Honda Beat yang identik dengan irit bahan bakar.<\/p>\n<p>Selain suami saya, orang terdekat yang juga ikut berbagi cerita perihal sulitnya mendapat BBM adalah tetangga dan teman sesama orang tua murid. Tetangga saya yang tempat kerjanya cukup jauh dari rumah, bahkan sudah ambil ancang-ancang, kalau motornya kehabisan bensin, mau tidak mau harus ikhlas tidak berangkat kerja. Sebuah keputusan yang bukan merupakan solusi yang baik tentu saja, tapi ya mau bagaimana lagi? Sulit untuk mencari solusi lain atau mungkin memang tidak ada solusinya.<\/p>\n<p>Mau naik transportasi umum? Hello\u2026 Makassar belum seandal itu dalam hal transportasi umum!<\/p>\n<p>Beberapa teman sesama orang tua murid di sekolah anak saya juga sama resahnya. Kalau motor nggak ada bensinnya, bagaimana mau nganter anak ke sekolah? Meskipun jarak rumah ke sekolah bisa akses dengan jalan kaki, tetapi tidak banyak tempat di Makassar yang ramah untuk pejalan kaki. Terlebih dalam situasi cuaca panas terik dengan debu bertebangan seperti saat ini. Jalan kaki ke mana-mana, tentu saja bukan pilihan yang tepat.<\/p>\n<h2><strong>Apa sih yang terjadi di Makassar?<\/strong><\/h2>\n<p>Sampai saat tulisan ini saya buat, saya masih belum bisa menemukan kalimat yang pas untuk menyebut apa sebenarnya yang terjadi terkait BBM di Kota Makassar. Sebab, menurut pihak Pemprov Sulawesi Selatan dan Pertamina, stock BBM terbilang aman, distribusi juga lancar. Menyikapi permasalahan krusial ini, warga pun <a href=\"https:\/\/makassar.antaranews.com\/berita\/637807\/sebut-stok-bbm-aman-gubernur-sulsel--masyarakat-jangan-panik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diminta<\/a> untuk tidak panic buying.<\/p>\n<p>Pertanyaan saya, kalau stock memang aman dan lancar, kok, ya, antrean bisa sepanjang itu? Sependek ingatan saya, baru kali ini di Makassar terjadi antrean BBM mengular berkilo-kilo meter sampai ke badan jalan. Perihal punic buying, saya juga masih mencoba mencerna. Jangankan punic buying, normal buying pun rasanya sudah sesulit itu, loh.<\/p>\n<p>Mau beralih ke kendaraan listrik pun, saya pribadi harus berpikir ribuan bahkan jutaan kali. Bagaimana tidak, Makassar ini namanya saja kota besar, tapi hal seperti pemadaman bergilir masih bisa terjadi.<\/p>\n<p>Sebelum ribut-ribut perihal sulit mengakses BBM, warga Makassar sudah dibuat pusing dengan pemadaman bergilir yang berlangsung dari akhir bulan Agustus dengan durasi 3-4 jam setiap hari. Meskipun sudah menginformasikan jadwal pemadaman, tetapi terkadang pemadamannya malah tidak sesuai dengan jadwal yang diinformasikan. Untuk hal ini, pihak PLN berlindung di balik kalimat, jadwal yang diinformasikan bisa berubah. Hmm\u2026<\/p>\n<p>Demikian halnya dengan target selesainya pemadaman bergilir. Sejak awal bulan, pihak PLN menargetkan, pemadaman ini diharapkan bisa normal kembali paling lambat tanggal 5 September. Kenyataannya, sampai tanggal 10 September, PLN sendiri masih mengeluarkan jadwal pemadaman bergilir.<\/p>\n<p>Itu baru soal BBM dan listrik, belum lagi persoalan air dan gas melon. Di sejumlah wilayah di Kota Makassar, gas melon tiba-tiba cukup susah dicari. Sekalinya ada pun, harganya naik dari harga biasanya.<\/p>\n<h2><strong>Air saja nggak ada<\/strong><\/h2>\n<p>Sementara untuk persoalan krisis air, ini sudah menjadi masalah berulang di beberapa wilayah di Kota Makassar. Padahal air ini adalah kebutuhan krusial, loh. Selain untuk kebutuhan masak, air juga punya peran penting dalam hal kebersihan dan sanitasi. Kalau kebersihan dan sanitasi kurang terjaga, dampaknya ya berpengaruh ke kesehatan.<\/p>\n<p>Sekarang, sih, pihak Pemkot dan PDAM sudah berusaha mengatasi dengan menyediakan layanan mobil pengangkut air bersih sebagai solusi jangka pendek. Nah, solusi jangka panjangnya nih yang penting untuk dinantikan.<\/p>\n<p>Dalam kondisi Kota Makassar yang sedemikian semrawutnya, saya rasa saat ini Kota Makassar memang sudah butuh bantuan Avatar dan Boboiboy.<\/p>\n<p>Penulis: Utamy Ningsih<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-kota-makassar-pak-ogahnya-sangar-tukang-parkirnya-kasar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Gelap Kota Makassar: Pak Ogahnya Sangar, Tukang Parkirnya Kasar!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya rasa saat ini Kota Makassar memang sudah butuh bantuan Avatar dan Boboiboy. Gas langka, air sulit, BBM langka, gila memang.<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":417051,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34885,34884,2380,575],"class_list":["post-417022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kelangkaan-air-di-makassar","tag-kelangkaan-bbm","tag-makassar","tag-sulawesi-selatan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417022"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417055,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417022\/revisions\/417055"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}