{"id":417005,"date":"2026-09-13T15:26:10","date_gmt":"2026-09-13T08:26:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=417005"},"modified":"2026-09-13T15:26:10","modified_gmt":"2026-09-13T08:26:10","slug":"sumpiuh-banyumas-daerah-yang-punya-banyak-keindahan-yang-tersembunyi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sumpiuh-banyumas-daerah-yang-punya-banyak-keindahan-yang-tersembunyi\/","title":{"rendered":"Sumpiuh Banyumas, daerah yang diam-diam punya banyak keindahan yang tersembunyi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mendengar kata wisata di Banyumas, mungkin yang langsung terlintas di kepala adalah tempat-tempat yang sudah lebih dulu terkenal. Padahal, kalau mau sedikit menepi dari keramaian, ada banyak tempat yang tidak kalah menarik. Salah satunya Kecamatan Sumpiuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumpiuh mungkin selama ini cuma kita kenal sebagai tempat yang dilewati ketika bepergian. Tapi, tempat ini ternyata punya beberapa tempat yang layak didatangi. Ada wisata alam, perbukitan, sungai, sampai desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya lagi, beberapa tempat tersebut belum seramai destinasi wisata yang sudah viral di media sosial. Sebelum sibuk mencari tempat healing yang lokasinya jauh-jauh, mungkin kita perlu melihat-lihat sekitar terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kedung Kampak, Green Canyon-nya Sumpiuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedung Kampak ini, saking indahnya, bahkan dijuluki sebagai &#8220;Green Canyon&#8221;. Sebuah julukan yang cukup bikin penasaran. Sebab, ketika sebuah tempat sudah dibandingkan dengan Green Canyon, tentu ekspektasi kita otomatis naik. Tapi Kedung Kampak memang punya daya tariknya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keindahan alam menjadi alasan utama tempat ini menarik untuk dikunjungi. Tidak harus selalu ada bangunan megah, spot foto yang dibuat sedemikian rupa, atau tulisan besar yang bisa dijadikan latar belakang foto. Kedung Kampak menjadi salah satu contoh bahwa tempat yang jauh dari pusat keramaian bukan berarti tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Justru karena tidak terlalu ramai, suasananya terasa berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sentana dan Kali Cawang, wisata alam yang ketemu tempat bermain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beralih dari Kedung Kampak, kita ke Sentana dan Kali Cawang, tempat wisata di Sumpiuh yang tak kalah indahnya. Di kawasan ini, suasana pegunungan mulai terasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Sentana sendiri tidak hanya mengandalkan pemandangan alam. Ada taman bermain dan kolam renang yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Jadi, kalau membawa anak-anak, mereka tidak cuma diajak melihat pemandangan sambil mendengar kalimat klasik, \u201cDulu waktu kecil Bapak\/Ibu juga suka main di sungai.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi yang paling ikonik dari Sentana mungkin bukan taman bermain atau kolam renangnya. Melainkan sate bebek setengah meter. Membaca namanya saja sudah membuat kita bertanya-tanya: ini sate atau penggaris? Sate bebek setengah meter menjadi salah satu hal yang membuat Sentana punya identitas sendiri. Wisata bukan cuma perkara pemandangan alam, tetapi juga soal sesuatu yang bisa membuat orang penasaran dan punya alasan untuk datang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bukit Pangaritan dan Bukit Pangonan, menikmati Sumpiuh dari ketinggian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain wisata yang berada di sekitar sungai dan kawasan alam, Sumpiuh juga punya tempat-tempat yang menawarkan pemandangan dari ketinggian. Ada Bukit Pangaritan dan Bukit Pangonan. Dua tempat ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati suasana Sumpiuh dari sudut pandang berbeda. Sebab ada kalanya kita memang perlu naik sedikit untuk menyadari kalau daerah yang selama ini kita anggap biasa ternyata punya pemandangan yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari atas bukit, hamparan wilayah di sekitar terlihat lebih luas. Persawahan, pepohonan, dan lanskap pedesaan yang biasanya kita lihat sambil lalu dari jalan, bisa terasa berbeda ketika dilihat dari ketinggian. Kita bisa menikmati pemandangan tanpa harus merasa sedang mengikuti antrean untuk mengambil foto.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banjarpanepen, Desa Toleransi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desa ini disebut sebagai satu-satunya desa di Kecamatan Sumpiuh yang memiliki enam agama beserta tempat ibadahnya. Dalam satu desa, masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda bisa hidup berdampingan. Tempat ibadah dari agama yang berbeda pun hadir di lingkungan yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah banyaknya cerita tentang perbedaan yang kadang bikin kita lelah, keberadaan <a href=\"https:\/\/dolanbanyumas.banyumaskab.go.id\/desa_wisata\/detail?o=banjarpanepen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banjarpanepen<\/a> terasa seperti pengingat sederhana bahwa hidup berdampingan sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Itulah yang membuat Banjarpanepen punya daya tarik lebih dari sekadar pemandangan atau tempat wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau datang ke sini, kita bukan hanya bisa menikmati suasana desa, tetapi juga melihat bagaimana keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dan menurut saya, ini justru salah satu bentuk wisata yang paling menarik. Banjarpanepen menunjukkan bahwa sebuah desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota bisa menyimpan cerita yang jauh lebih besar: tentang keberagaman, kehidupan bersama, dan toleransi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau Sumpiuh selama ini terasa seperti wilayah yang cuma dilewati, mungkin sudah waktunya kita berhenti sebentar. Kita bisa jadi kehilangan hal-hal indah hanya gara-gara lupa berhenti sejenak.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Fatimatuzzahro Laeliyah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banyumas-ditinggal-ngangenin-ditunggoni-ra-sugih-sugih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guyonan \u201cBanyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih\u201d Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumpiuh mungkin selama ini cuma kita kenal sebagai tempat yang dilewati ketika bepergian. Tapi, tempat ini ternyata punya beberapa tempat yang layak didatangi.<\/p>\n","protected":false},"author":3333,"featured_media":417275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[2858,34919,34918],"class_list":["post-417005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyumas","tag-sentana-banyumas","tag-sumpiuh"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3333"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417005"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":417276,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417005\/revisions\/417276"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}