{"id":416924,"date":"2026-09-10T16:39:46","date_gmt":"2026-09-10T09:39:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=416924"},"modified":"2026-09-10T16:39:46","modified_gmt":"2026-09-10T09:39:46","slug":"kapok-berharap-ketinggian-saat-lolos-wawancara-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kapok-berharap-ketinggian-saat-lolos-wawancara-kerja\/","title":{"rendered":"Pengalaman ikut wawancara kerja in this economy jadi kapok pasang harapan tinggi di awal"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">In this economy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seharusnya saya bersyukur bisa dapat panggilan wawancara kerja. Saya paham betul, di luar sana ada banyak orang yang sudah mengirim ratusan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/kesalahan-bikin-cv-bikin-ditolak-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CV<\/a>, tapi hanya segelintir saja yang tembus hingga tahap wawancara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, setelah menerima beberapa kesempatan wawancara kerja, rasa syukur itu perlahan berubah jadi trauma. Bagaimana tidak, harapan mendapat pekerjaan harus berhadapan dengan realitas pahit berupa proses panjang yang sekadar formalitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Panggilan wawancara kerja hanya untuk memenuhi kuota<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu momen yang membekas di salah satu wawancara kerja yang saya datangi. Saat itu perekrut bilang, &#8220;Sebenarnya saya tidak tertarik dengan jawaban esaimu.&#8221; Otak saya langsung mengirim sinyal ke tiap saraf wajah untuk nggak langsung merengut. Namun, aslinya, saya batin dan pikiran saya sulit menerima semua itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya dia hanya melanjutkan, &#8220;Saya mengundang kamu bukan untuk memenuhi kuota ya, tapi saya ingin memberi kesempatan. Siapa tahu esainya jelek, tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya bagus.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepersekian detik, saya tidak tahu harus bertindak seperti apa. Tapi, menurut saya, perekrut nggak perlu mengatakan hal itu. Terutama soal kuota. Di tengah kondisi yang serba sulit seperti sekarang ini, di mana perlu modal untuk sekadar ikut interview, kata-kata itu sungguh menyakiti begitu dalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Sebaiknya, <em>in this economy<\/em>,\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">memang niatnya ngasih kesempatan, ya jangan tanggung-tanggung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dong. Coba langsung terima kerja dulu, baru putusin lanjut atau pecat. Mau nggak?<\/span><\/p>\n<p>Memang, alasan memenuhi kuota itu sudah umum, bagi saya itu sah-sah aja.\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham betul kok, mungkin harapan perekrut, semakin banyak kandidat yang dipanggil, semakin besar peluang menemukan yang cocok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, yang jadi masalah bagi saya adalah kalau panggilan wawancara kerja &#8220;fiktif&#8221; seperti gitu mesti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">on-site<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana kalau keseringan bakal ngikis dompet kandidat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Panggilan wawancara kerja yang ditunda-tunda, <\/b><b><i>ending<\/i><\/b><b>-nya cuma <\/b><b><i>ghosting<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah beberapa kali saya dapat panggilan wawancara kerja yang ditunda-tunda. Alasannya beragam, entah si perekrut lagi di luar kantor atau ada kerjaan mendadak yang mesti dikeluarin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pikiran saya, oh mungkin itu cara halus untuk membatalkan jadwal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sama saya kali ya. Jujur jika memang betul demikian, saya nggak ngerasa rugi kalau wawancara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-yang-saya-rasakan-saat-beralih-kerja-remote\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kerja <\/a><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Cuma masalahnya, kalau wawancara kerja<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> on-site, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terus pihak perekrutan mengundur-ngundur jadwal seenak jidat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, begini ceritanya. Waktu itu saya sama empat kandidat lain udah nunggu berjam-jam perekrut yang entah di mana\u00a0 wujudnya.. Tiba-tiba bagian resepsionis mengabarkan kalau sebaiknya kami pulang, lalu besok datang lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu dari kami pun mengusulkan melakukan wawancara kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, detik itu saya ikut mengiyakan dong. Ya saya juga nggak mau kalau besok dateng, eh disuruh pulang lagi. Rugi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, karena bagian resepsionis ini nggak punya wewenang buat mutusin itu, alhasil dia cuma nyuruh menghubungi pihak perekrutnya. Padahal dalam hati saya, dari tadi juga udah ngubungin, tapi dianya nggak bales-bales.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bagaimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ending<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya? Ya, pihak perekrut itu nggak mau repot-repot ngabarin saya maupun kandidat lain soal kejelasan proses rekrutmen yang tertunda itu. Alias, si perekrut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ghosting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> gitu aja. Tanpa memikirkan, kalau perjuangan perempuan membaca <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ulasan-di-google-maps-lebih-valid-daripada-tiktok\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Google Maps<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> buat nyampe lokasi wawancara itu nggak mudah. Tanpa mikirin, kalau wawancara kerja<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> on-site<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu mau nggak mau harus ngebobol sisa cuan di tabungan yang jumlahnya nggak semelimpah anggaran <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Makan_Bergizi_Gratis\"><span style=\"font-weight: 400;\">MBG<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Panggilan wawancara yang mirip antrean sembako<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini panggilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling-paling, entahlah paling apa. Silakan pembaca nilai sendiri. Tapi, mungkin pada saat itu saya saja yang terlalu naif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kirain saya, kandidat yang dipanggil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu cuma mereka yang paling sesuai sama kualifikasi yang dibutuhkan. Di pikiran saya, jumlah kandidat yang diundang cuma sejumlah bakal calon <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/kotak-suara\/harta-kekayaan-capres-dan-cawapres-pemilu-2024\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">capres-cawapres<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pemilu kemarin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat, waktu itu saya masuk ke ruang tunggu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan segenap kepercayaan diri. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cukup optimis saat liat cuma ada satu kandidat yang lagi nunggu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga. Beramahtamalah saya padanya, bahkan sempat bertukar LinkedIn juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, rasa optimis itu mulai goyah saat ada dua kandidat sekaligus masuk ke ruangan. Seceria apapun raut muka yang saya coba tampakkan saat mereka menyapa, nggak bisa nutupin hati saya yang mulai cemas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin dekatnya waktu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, semakin berbondong-bondong pula kandidat yang dateng. Tau gimana rasanya ngantri <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/usaha-toko-sembako-di-desa-bikin-boncos\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">sembako<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya tuh lelah-lelah cemas. Lelah nungguin kapan tibanya giliran. Cemas karena belum tentu pas giliran itu tiba, sembakonya masih ada. Alias, saya dihantui kecemasan sepnajang hari. Benar-benar bikin kapok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Harapan yang kian terkikis<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada detik itulah saya mikir, ijazah seasli apa pun yang saya miliki, nggak bakal ngebuat nasib saya semujur itu. Detik itulah rasa optimis beserta kepercayaan diri saya pupus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalau saya boleh berpikiran positif, mungkin perekrut juga sama frustasinya kayak pencari kerja ya? Karena pencari kerja\u00a0 kan juga mengirmkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">CV<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ke mana aja secara asal demi dapat peluang besar panggilan wawancara kerja. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti perekrut yang ngirim panggilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke banyak kandidat buat nemuin yang paling cocok. Betul apa betul?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya sederet pengalaman itu ngajarin saya buat nggak mudah percaya sama panggilan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">wawancara kerja. Saya akan selalu mempertanyakan dan meragukan setiap panggilan wawancara kerja yang nongol di notifikasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekiranya memungkinkan, saya juga bakal bertanya, ada berapa kandidat yang diundang selain saya? Atau apa alasan perekrut memanggil saya wawancara kerja, apa cuma buat menuhin kuota? Atau yang paling brutal, ini panggilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview ending<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya cuma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ghosting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin pertanyaan-pertanyaan demikian nunjukkin sedalam apa iman saya terkikis gegara panggilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interview<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in this economy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, seterkikis apapun iman itu, saya masih ngebuka lebar-lebar panggilan wawancara kerja <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/in-this-economy-momen-laki-laki-merasa-gagal-karena-gaji-numpang-lewat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">in this economy <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buktinya? Setiap dapet notifikasi panggilan wawancara kerja, iman saya masih bisa diajak kompromi, &#8220;Mungkin kali ini rezeki saya.&#8221; Selain itu, saya juga masih beriman pada <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/iri-pada-generasi-bapak-saya-karena-cari-kerja-masih-gampang\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">19 juta <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">lapangan kerja<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang Gibran janjikan di masa depan, hehehe.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Alya Rekha Anjani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/konsultasi\/celengan\/gagal-wawancara-kerja-karena-terjebak-pertanyaan-gaji-seberapa-spesial-sih-kamu-itu\/\"><b><i>Gagal Wawancara Kerja Karena Terjebak Pertanyaan Gaji: Seberapa Spesial Sih Kamu Itu?<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesempatan wawancara kerja seharusnya disyukuri, tapi in this economy kesempatan kerja meninggalkan kesan yang berbeda, bikin trauma.<\/p>\n","protected":false},"author":683,"featured_media":416975,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[12911],"tags":[127,3207,4542,3623],"class_list":["post-416924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-interview","tag-kerja","tag-wawancara","tag-wawancara-kerja"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/683"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=416924"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":416983,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416924\/revisions\/416983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/416975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=416924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=416924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=416924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}