{"id":416487,"date":"2026-09-05T12:20:58","date_gmt":"2026-09-05T05:20:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=416487"},"modified":"2026-09-05T12:22:21","modified_gmt":"2026-09-05T05:22:21","slug":"saya-benci-jogja-tapi-saya-mencintai-sarapan-soto-ala-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-benci-jogja-tapi-saya-mencintai-sarapan-soto-ala-mereka\/","title":{"rendered":"Sebetulnya saya membenci Jogja, tapi gara-gara orang Jogja, saya malah jadi terbiasa dan suka sarapan soto"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dan Jogja itu punya hubungan yang menarik. Semacam love-hate relationship, lah. Salah satunya, dulu saya membenci sarapan soto. Kini, malah jadi kebiasaan baru saya.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencintai Jogja sebagaimana saya mencintai kota tempat lahir dan tinggal saya sendiri. Itu pula yang jadi alasan kalau saya pengin liburan atau main jauh, tujuan pertama pasti Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya juga benci Jogja. Ya macetnya, UMR rendah, dan cara mereka mengatasi berbagai macam masalahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan dari hubungan yang menarik itu, ada hal-hal dalam hidup saya yang terpengaruhi oleh Jogja. Cara saya bicara, menulis, dan melakukan beberapa aktivitas, bahkan cara mengumpat, terpengaruh oleh orang-orang Jogja. Pengalaman pernah menetap beberapa bulan mungkin jadi sebabnya. Nggak lama, tapi pengaruhnya cukup kuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sekian banyak pengaruh itu, ada kebiasaan baru saya terpengaruh dari mereka. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebodohan-pembeli-soto-ayam-yang-bikin-saya-muak-dan-jijik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan baru<\/a> yang saya maksud adalah sarapan soto.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Semakin yakin untuk sarapan soto gara-gara orang Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-soto-lamongan-yang-terbukti-enak-di-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a> seperti saya, soto itu kayak makanan all around. Makan kapan saja ya aman aja. Sarapan, makan siang, makan malam. Semua oke. Makanya, banyak warung soto di Jawa Timur ada yang buka dari pagi sampai malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi bagi saya pribadi, soto sebagai menu sarapan ini terlalu berat. Maklum, yang ada di daerah saya hampir semuanya gagrak Lamongan dan rasanya kayak begah banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, dari kecil sampai sekitar 7-8 tahun lalu, saya nggak pernah sarapan soto. Kalaupun pernah, jam makannya pasti sudah di atas pukul 9 pagi, alias mendekati makan siang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya berkesempatan tinggal di Jogja. Mulai saat itu, kebiasaan sarapan soto meresap ke dalam diri saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengurangi porsi biar nggak begah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat saudara dan beberapa teman, saya jadi sarapan soto pukul 7 pagi. <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/jendela-dunia\/6-tempat-soto-enak-di-jogja-buka-pagi-untuk-sarapan-1zo5iFbTzuK\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eh, ndilalah ternyata cocok<\/a>. Pikir saya, soto di Jogja kebanyakan bening dan nggak seberat Lamongan. Plus, porsinya juga nggak banyak. Jadinya pas banget untuk sarapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di situlah saya baru benar-benar sadar bahwa sarapan soto ini enak banget. Saya selama ini menghindari sarapan soto karena khawatir nanti bakal begah. Padahal, masalahnya bukan di sotonya, tapi bagaimana kita (khususnya saya) menyiasati agar nggak begah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu saya mulai membiasakan untuk sarapan soto. Sampai sekarang, kalau sarapan pasti kepikirannya ya soto. Terserah mau soto apa. Yang bening ayo, Lamongan juga ayo. Bedanya, kalau sarapan, saya pesan setengah porsi. Itu sudah cukup banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah, kebiasaan baru yang masuk ke dalam hidup saya. Sarapan soto seperti orang Jogja jadi kebiasaan baru bahkan setelah kembali ke Malang. Untuk itu, saya harus mengucapkan terima kasih.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-jogja-culture-shock-yang-hingga-kini-sulit-saya-terima\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya membenci Jogja dan sebetulnya masih. Namun, kebiasaan sarapan soto ala orang Jogja malah jadi kebiasaan baru saya. Aneh.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":416488,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[12909],"tags":[34824,34821,33820,5316,26209,34823,34822,19270,15454],"class_list":["post-416487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-rekomendasi-sarapan","tag-rekomendasi-soto-jogja","tag-sarapan-soto","tag-soto","tag-soto-bening","tag-soto-enak-di-jogja","tag-soto-enak-di-malang","tag-soto-jogja","tag-soto-lamongan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=416487"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":416489,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416487\/revisions\/416489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/416488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=416487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=416487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=416487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}