{"id":416001,"date":"2026-09-07T16:23:20","date_gmt":"2026-09-07T09:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=416001"},"modified":"2026-09-07T16:23:20","modified_gmt":"2026-09-07T09:23:20","slug":"begini-rasanya-mengaku-sebagai-penulis-ke-petugas-sensus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-rasanya-mengaku-sebagai-penulis-ke-petugas-sensus\/","title":{"rendered":"Begini rasanya mengaku bekerja sebagai penulis ke Petugas Sensus Ekonomi 2026"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari yang lalu, rumah saya didatangi oleh dua orang petugas sensus. Dari pakaiannya yang bertuliskan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sensus-ekonomi-2026-hasilkan-sampah-petugas-bps-dianggap-intel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sensus Ekonomi 2026<\/a>, saya yakin bahwa mereka adalah petugas sensus beneran. Oleh karena semasa kuliah saya juga pernah menjadi petugas sensus, dengan sopan saya langsung persilakan masuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mereka hadir dan duduk, saya membayangkan bahwa akan ada sejumlah pertanyaan yang rumit, yang menguras tenaga, yang membuat kita akan mengulasnya di media sosial. Namun, ternyata nggak juga. Menurut saya, tidak ada pertanyaan rumit, tetapi beberapa pertanyaan (memang) agak sensitif. Pertanyaan gaji, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin unik dari perjumpaan kami, mereka cukup kaget dengan pengakuan saya sebagai penulis. Barangkali, dalam benaknya, mereka bertanya, \u201cMemangnya bisa hidup dari menulis?\u201d Sebuah pertanyaan yang sebenarnya juga hadir di dalam hati saya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Saya tidak terdata di aplikasi petugas sensus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjumpaan tersebut, mereka sempat kaget karena data kami tidak ada di aplikasi mereka. Padahal, sejak tiga tahun lalu, saya sudah mendiami lingkungan tersebut dan memiliki dokumen administrasi seperti<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kartu-keluarga-keluaran-dukcapil-kayak-fotokopian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Kartu Keluarga (KK)<\/a> dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menjadi bukti bahwa belum terintegrasi sepenuhnya antara data pusat dan daerah sehingga menyebabkan kekosongan data. Beruntung, saya menyimpan dokumen-dokumen administrasi tersebut dalam bentuk digital. Sehingga, mudah bagi mereka untuk memasukkan data satu per satu. Mulai dari nama, tanggal lahir, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, seluruh data tersebut cukup dicatat melalui aplikasi yang ada di ponsel. Sehingga tidak perlu membawa sejumlah dokumen dalam bentuk kertas cetak yang banyak. Selain paperless, data tersebut lebih mudah disimpan dan cenderung aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, setelah mencatat sebagian data-data yang sesuai KK, salah satu dari mereka bertanya, \u201cProfesi Bapak apa?\u201d Sebuah pertanyaan yang cukup sulit dijawab. Sebab, belum tentu setiap orang memahami jawaban saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, saya jawab saja, \u201cPenulis, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mengernyitkan dahi. Mungkin baru kali ini mereka mendengar sebuah profesi yang tampak asing di telinganya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Upah penulis dicatat Rp900 ribu per bulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, saya bingung juga ketika mendapat pertanyaan seperti itu. Mau jawab penulis, tetapi tidak begitu produktif. Mau jawab profesi seniman seperti yang sesuai ada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/foto-ktp-tidak-pernah-memuaskan-dan-alasan-alasannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KTP<\/a>, kok tidak ada sesuatu yang nyeni di rumah. Akan tetapi, saya jawab saya dengan lantang dan percaya diri, \u201cSaya penulis, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaksudnya bagaimana, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa semacam saya mengirim tulisan ke berbagai media dalam bentuk opini atau esai, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampaknya penjelasan dari saya belum membuat petugas sensus puas. Mereka masih mengira-ngira dan mungkin, sekali lagi, bertanya dalam hati, &#8220;Ini profesi apa, sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam sehari kirim berapa tulisan, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah ga menentu, Mbak. Kadang bisa kirim, kadang nggak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu dimuat di mana, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memang menerima kiriman opini atau esai, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi mereka masih bingung. Media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menerima esai? Memangnya ada?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kayak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jurnal kah, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, bukan, Mbak. Kalau jurnal, kan ranah kampus. Itu mah tembakannya kalau nggak Scopus, ya, Sinta. Ini beda, Mbak. Semacam nulis artikel pendek. Tidak sampai 1000 kata, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari situ, mereka mulai sedikit paham karena pertanyaan berikutnya lebih spesifik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, sepertinya saya sedikit paham. Berarti bapak mengirim artikel ke media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Trus dapat uang. Begitu kah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, Kira-kira begitu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebulan berapa kali kirim, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, 8-10, Mbak. Tapi tidak setiap kali kirim, bisa langsung tayang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLalu, yang diterima berapa, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPaling 1-3 artikel dalam sebulan, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSatu artikel berapa, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi bawah 500 ribu. Sekitar, ya, 300 ribu-an, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, berarti penghasilan sebulan 900 ribu, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBenar sekali, Mbak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka, petugas sensus di hadapan saya, mengangguk. Setelahnya tidak mengeluarkan sepatah kata. Raut wajahnya seperti hendak mengutarakan antara sedih, bingung, dan juga penasaran.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jokowi Dodo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelahnya, kami berbincang dan beragam pertanyaan diajukan. Mulai dari jenis keramik, jumlah kendaraan bermotor hingga sebulan berapa kali mengisi pulsa atau paket data. Betul-betul pertanyaan spesifik. Di saat perbincangan itulah, saya mengatakan pernah mengajar di salah satu <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/universitas-swasta-di-jogja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kampus swasta di Jogja<\/a> sebelum Covid-19 melanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba, petugas sensus itu bertanya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda kesulitan apa atau ada pengalaman menarik saat mengajar, Pak?\u201d Kebetulan dua perempuan ini berbeda status. Si A masih berkuliah sementara si B baru saja lulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya terkadang heran. Kok mahasiswa bisa menulis nama presiden Indonesia aja salah. Padahal ya dilihat tiap hari. Minimal pernah dengar lah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEmang iya, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh, iya. Coba saya tanya. Presiden Indonesia ke-7 kita siapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJokowi, Pak!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCoba ucap nama lengkapnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah seorang perempuan menjawab dengan malu-malu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJokowi Dodo.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menghela nafas. Perjamuan Sensus Ekonomi 2026 usai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Moddie Wicaksono<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sastra-menyenangkan-sampai-kita-menjadikannya-penghidupan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berhadapan dengan petugas Sensus Ekonomi 2026 benar-benar jadi pengalaman baru, terlebih ketika mengaku bekerja sebagai penulis. <\/p>\n","protected":false},"author":1885,"featured_media":416700,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[16864],"tags":[72,447,8901,8900,33905,33942],"class_list":["post-416001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-pekerjaan","tag-penulis","tag-petugas-sensus","tag-sensus","tag-sensus-ekonomi","tag-sensus-ekonomi-2026"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1885"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=416001"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":416702,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/416001\/revisions\/416702"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/416700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=416001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=416001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=416001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}