{"id":41576,"date":"2020-04-29T13:20:01","date_gmt":"2020-04-29T06:20:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=41576"},"modified":"2021-11-01T08:49:15","modified_gmt":"2021-11-01T01:49:15","slug":"deddy-corbuzier-vans-ventela-tentang-atm-dan-mimikri-demi-konten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/deddy-corbuzier-vans-ventela-tentang-atm-dan-mimikri-demi-konten\/","title":{"rendered":"Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskusi discord yang difasilitasi Mahasiswa Yujiem berlangsung seru. Kami membahas soal teori konspirasi yang ramai setelah Deddy Corbuzier mewawancarai Young Lex. Wisnu Prasetya Utomo, Dosen UGM, yang menjadi pemantik diskusi berbagi banyak hal tentang teori konspirasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen muda yang akrab dipanggil Kak Nunu itu menegaskan kita perlu hati-hati dengan teori konspirasi yang <em>harmful<\/em>. Apalagi ketika teori konspirasi itu diterima oleh masyarakat dengan tingkat edukasi yang minim. Bisa jadi, teori-teori itu diterima sebagai kebenaran tunggal dan menisbikan kebenaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika diskusi semakin memanas, pikiran saya malah terlempar ke kisruh Vans dan Ventela. Apa hubungannya antara Deddy Corbuzier dengan dua merek sepatu? Saya nggak tahu pasti. Mungkin saya aja yang sudah ngampet sejak lama ingin beli sepatu Vans. Tapi, ketika <em>social distancing<\/em> masih berlaku seperti ini, sepatu baru mau dipakai ke mana coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya renungkan seharian penuh, pikiran saya seperti dituntun ke satu titik saja. Satu titik untuk memahami fenomena Deddy Corbuzier, Vans, dan Ventala. Sebuah titik yang bernama \u201ckonten\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kok bisa \u201ckonten\u201d? Saya rasa, semua perdebatan ini mengerucut ke sebuah penciptaan saja, sebuah kreasi untuk \u201cbertahan hidup\u201d, yaitu konten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebengis-bengisnya, segalak-galaknya Deddy Corbuzier, saya kira beliau bukan \u201corang sembarangan\u201d. Di mata saya, Deddy adalah orang berilmu. Memang, bukan tidak mungkin orang berilmu menggilai teori konspirasi. Namun, seiring logika Deddy yang selama ini saya rasakan lewat konten-kontennya, kok nggak mungkin kontennya bersama Young Lex cuma sebatas pengin ngomongin (atau menjadikan) teori konspirasi sebagai kebenaran tunggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi <em>content creator,<\/em> menentukan target <em>audience<\/em> ketika mencari tema mutlak dilakukan. Tim kreatif Deddy mengundang Young Lex sebagai tamu Podcast. Siapa, sih, yang nggak tertarik dengan sosok Young Lex? Soal membenci atau mencintai itu urusan belakangan, yang penting adalah banyak yang nonton dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Video Podcast Deddy Corbuzier itu sudah ditonton lebih dari empat juta orang. Bisa jadi, separuh lebih dari <em>viewers<\/em> yang masuk adalah <em>haters<\/em> Young Lex. Di depan <em>views<\/em> dan Google Analytic <em>haters<\/em> atau <em>lovers<\/em> tidak ada nilainya. Keduanya punya bobot yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang dilakukan Deddy Corbuzier adalah sebuah proses mikikri. Proses penyesuaian diri dengan tema yang tengah panas menjadi perbincangan dan tamu yang diundang. Deddy bertindak sebagai \u201corang yang memahami\u201d supaya tamu bersedia menumpahkan segala pemikiran yang layak untuk \u201cdijadikan konten\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya maaf-maaf saja, Mas Young Lex, kedudukan kamu di Podcast Deddy sama seperti tamu yang lain, bahan konten. Coba simak wawancara Deddy dengan Kekeyi. Maaf sebelumnya, Deddy bisa \u201cmenyesuaikan dirinya\u201d dengan segala polah Kekeyi. Deddy tidak membantah, merevisi, menasihati, atau mencegah ketika Kekeyi bisa saja blunder. Toh, Deddy pernah bilang kalau dia tidak pernah mengedit videonya secara \u201cbrutal\u201d. Dia suka yang apa adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses menyesuaikan diri ini juga dilakukan oleh Ventela, yang baru saja disleding Vans. Dua merek lokal Indonesia, Ventela dan Saba, tidak lepas dari perhatian Vans. Keduanya dianggap Vans sebagai penjiplak karya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikhwan Hastanto dari Vice Indonesia menulis:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerkhusus Ventela, sejak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">series<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ventela Public keluar, penggemar sepatu sudah ramai mendiskusikan dugaan plagiarisme desain, karena garis ikonik berwarna putih di samping sepatu mirip banget dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jazz stripes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya Vans.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecurigaan makin menjadi, ketika Ventela merilis series Ventela Retro yang mirip Old Skool-nya Vans. Beberapa netizen merasa wajar bila manajemen Vans marah, mengingat produk bikinan Indonesia itu secara sekilas mirip.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Deddy Corbuzier mimikri, Ventela sedang praktik ATM (amati, tiru, modifikasi). Sebagai sebuah brand baru, apa yang perlu dilakukan Ventela supaya lekas dikenal pencinta sneakers di Indonesia? Betul, Ventela butuh \u201ckonten\u201d. Baik desain sepatu yang memang mirip Vans dan segala keramaian yang ditimbulkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika \u201ckasus mirip\u201d ini viral, publik semakin <em>aware<\/em> dengan merek baru bernama Ventela. Apalagi ada nama Vans mengikuti. Bahan bakar untuk dikenal sudah cukup, Ventela tinggal memainkan harga saja. Oya, ini cuma dugaan saya saja, ya. Kalau salah, tolong dikoreksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengamati, meniru, dan memodifikasi adalah cara paling mudah untuk belajar. Saya juga melakukannya ketika belajar menulis. Jika Vans membuat garis melengkung ke atas, Ventela ke bawah. Ini mengamati dan meniru, untuk kemudian memodifikasinya menjadi produk baru. Meskipun memang, beberapa desain kelewat mirip. Makanya melahirkan \u201ckecurigaan\u201d publik akan plagiarisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada titik tertentu, yang dilakukan Deddy Corbuzier dan Ventela tidak salah. Toh, ada modifikasi di dalamnya yang membuat konten menjadi berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal Deddy, zaman digital menuntut setiap individu untuk mengetatkan saringan akan konten. Tergantung ke kebijakan masing-masing untuk belajar akan sesuatu. Kalau tidak suka, jangan ditonton. Terkadang, tidak peduli sama sekali itu jauh lebih menyehatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal Ventela, saya mencoba memahaminya sebagai cara untuk bertahan hidup, cara untuk berkreasi juga. Terkadang, batasan kreasi di dalam kepala manusia itu berbeda-beda. Yang kebablasan buat kita, masih biasa saja untuk orang lain. Soal salah dan benar itu urusan berbeda lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, pada akhirnya, semua kembali ke dua masalah saja. Pertama, soal konten. Kedua, soal cara pandang saja.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dunia-perlu-pakar-konspirasi-karena-itu-saya-dukung-bli-jerinx-suntik-corona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dunia Perlu Pakar Konspirasi, karena Itu Saya Dukung Bli Jerinx Suntik Corona<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/yamadipati-seno\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yamadipati Seno<\/a>\u00a0lainnya. Follow Twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\">Yamadipati Seno<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n<h5><em>Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mas Young Lex, kedudukan kamu di Podcast Deddy Corbuzier sama seperti tamu yang lain, bahan konten.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":28809,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[901,3996,6386,1765],"class_list":["post-41576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-deddy-corbuzier","tag-vans","tag-ventela","tag-young-lex"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41576"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41576\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}