{"id":4157,"date":"2019-06-20T11:00:58","date_gmt":"2019-06-20T04:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=4157"},"modified":"2022-01-14T12:56:12","modified_gmt":"2022-01-14T05:56:12","slug":"orang-lewoeleng-dan-kebiasaan-yang-bikin-rindu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-lewoeleng-dan-kebiasaan-yang-bikin-rindu\/","title":{"rendered":"Orang Lewoeleng dan Kebiasaan yang Bikin Rindu"},"content":{"rendered":"<p>Malam ini pukul 1:00\u2014tepat sekali\u2014saya tak bisa memejamkan mata sedikitpun. Entahlah pikiran yang kacau dan kerinduan yang tak pernah pupus tentang tanah kelahiran saya kampung Lewoeleng tercinta. Lewoeleng, sebuah desa yang ada di pulau kecil Lembata namanya.<\/p>\n<p>Jalan berliku dipagari hutan kemiri di kiri dan kanan jalan membuat keadaan Lewoeleng semakin sejuk. Berada di ketinggian seperti namanya Lewo kampung dan Eleng yang artinta langit apabila digabungkan maka artinya kampung langit atau kampung di atas langit\u2014membuat Lewoeleng semakin megah, tapi tidak angkuh.<\/p>\n<p>Suasana sejuk semakin menggambarkan suasana hati orang-orang asli kampung ini. Tapi tunggu dulu, ya tapi tunggu dulu\u2014orang-orang Lewoeleng memiliki watak yang keras. Ada yang mengatakan jika baik maka melebihi kebaikan malaikat, tetapi jika jahat maka amarahnya melebihi Lucifer. Pepatah lepas ini sering terdengar jika bapak-bapak sedang duduk di &#8216;mohting&#8217;. Tetapi hanya pepatah, percayalah mereka baik sekali\u2014apalagi kepada menantunya. <em>ahahaha<\/em><\/p>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Pada hari libur kamu akan mendapati perempatan jalan, lapangan bola, halaman gereja akan dipenuhi oleh anak-anak, mereka meluangkan kegembiraannya. Ada saja permainan tradisional yang mereka mainkan, mulai dari <em>kesengge<\/em>, <em>kemote<\/em> sampai pada melempar kemiri di bilah bambu, semuanya masih asli, tak ada <em>game<\/em> di <em>handphone<\/em>. Semuanya ini membuat saya berbangga\u2014yang diam-diam lalu menuangkan kebanggaan saya lewat tulisan ini. Semoga pada masa liburan kali ini saya tetap menemui hal-hal seperti ini.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Pada hari Kamis pagi-pagi sekali kau akan menemui ibu-ibu bermunculan dari antara kabut yang enggan pergi\u2014Lewoeleng memang begitu karena memang cuaca sedang dingin sekali. Para ibu berjalan berkelompok sambil bercerita, menjunjung keranjangnya yang berisi jagung, pisang, ubi-ubian menuju ke pasar. Kalian pasti tahu untuk apa isi di dalam keranjang mereka. <\/span><\/p>\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Semua yang ada di kampung berjalan, mengalir begitu saja. Pengusaha kecil tetap mengembangkan usahanya, perempuan-perempuan tengah banyak akan pergi ke kebun dan pulang pada waktunya, anak-anak tetap gembira ke sekolah lalu libur pada tanggal merah sesuai kalender pendidikan, guru-guru tetap setia berangkat ke sekolah dengan rancangan RPP K13 yang panjang lebar\u2014tetapi guru-guru di sana selalu dengan cara yang unik untuk mendidik murid-muridnya. Tukang ojek dan sopir-sopir taksi akan pergi ke kota. Deru kendaraan melewati jalanan tetapi asap dan bunyinya menghilang begitu cepat diserap daun-daun hijau, keren bukan?<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Muda-mudi di kampung selalu berkumpul, merayakan kesukaan mereka dengan hal-hal sederhana, misalnya memetik gitar bernyanyi bersama, latihan paduan suara untuk lomba, latihan drama, kemudian mementasnya di kampung tetangga, tapi tidak ada media yang turun untuk liput, mereka melakukan dengan sukacita menikmatinya tanpa pamer-pamer untuk dapat dana misalnya. Misalnya saja. Semua pertemuan-pertemuan kecil dirayakan dengan pisang atau ubi rebus, ikan bakar dan lawar pedis yang disiapkan tetangga-tetangga sekitar, nikmat apalagi yang harus didustakan?<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Rasa sosial dan saling memiliki masih murni sekali di kampung Lewoeleng. <\/span>Kemudian kalian akan menjumpai segerombolan nenek-kakek-dan perempuan lainya yang berumur 50 tahun keatas, kalian akan menjumpai mereka di jalan pulang dari Gua Maria di pinggir kampung, mereka pulang menuju rumah\u2014setiap hari Jumat pertama dalam bulan. Mereka berdoa.<\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Dengan setia mereka melakukan itu setiap bulan. Betapa kuatnya iman mereka. Sehingga tidak heran lagi bila putra-putri kampung Lewoeleng <a href=\"https:\/\/tirto.id\/ave-maryam-krisis-iman-biarawati-dalam-pusaran-cinta-terlarang-dl8X\">banyak yang menjadi imam, suster<\/a>, frater dan bruder\u2014dan tak lupa ada juga yang menjadi pejabat-pejabat besar di kota. <\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Inilah yang membuat setiap tahun ada saja perayaan syukuran, baik syukuran tahbisan, syukuran kaul kekal, dan syukuran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/kilas\/gugatan-kubu-prabowo-soal-jabatan-maruf-amin-di-dua-bank-syariah-dimentahkan-kpu\/\">promosi jabatan<\/a>, syukuran hari ulang tahun pernikahan, syukuran pernikahan dan syukuran selesai wisuda. Iya syukuran wisuda\u2014semuanya baik dan perlu disyukuri kan..kan..kan?<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Saya yakin semuanya terjadi berkat kesetiaan doa-doa dari pendahulu. Kampung selalu mendapatkan berkat berlimpah, orang-orang bekerja dengan riang.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Akhirnya, semuanya itu membuat saya selalu bangga dan menyebutkan asal saya. Yang membuat kerinduan ini semakin dahsyat\u2014untuk pulang, pulang dan pulang.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Saya mengakhiri tulisan ini dengan meneriakan kata &#8216;pulang&#8217;!<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><span data-blogger-escaped-style=\"font-family: &quot;arial&quot;; font-size: 11pt; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;\">Saya coba menengok jam di dinding\u2014masih pukul 01:46.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\" data-blogger-escaped-style=\"line-height: 1.38; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;\">\n<p><strong>Ende, Juni yang hampir libur 2019<\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Entahlah pikiran saya yang kacau dan kerinduan yang tak pernah pupus tentang tanah kelahiran saya kampung Lewoeleng tercinta.<\/p>\n","protected":false},"author":134,"featured_media":4238,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[731,31,640,1092,1091],"class_list":["post-4157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-ende","tag-indonesia","tag-kearifan-lokal","tag-kebudayaan-indonesia","tag-lewoeleng"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/134"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}