{"id":41569,"date":"2020-04-29T13:02:32","date_gmt":"2020-04-29T06:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=41569"},"modified":"2022-06-15T12:25:16","modified_gmt":"2022-06-15T05:25:16","slug":"meneer-joss-wibisono-dan-ben-anderson-melawan-orde-bau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meneer-joss-wibisono-dan-ben-anderson-melawan-orde-bau\/","title":{"rendered":"Meneer Joss Wibisono dan Ben Anderson Melawan Orde Bau"},"content":{"rendered":"<p>Maksud Politik Jahat: Benedict Anderson Tentang Bahasa dan Kuasa<br \/>\nJoss Wibisono<br \/>\nTanda Baca, 2020<br \/>\nxiv+142 halaman<\/p>\n<p>Ben Anderson, sang sarjana ahli Indonesia dan Asia Tenggara itu, biasanya dikenal di Indonesia karena tiga karya penting. Pertama tentu saja karena Cornell Paper, yang membahas soal konflik internal di dalam Angkatan Darat dan kaitannya dengan gerakan 30 September 1965. Kedua, karena disertasinya yang menulis peran pemuda dan pemudaisme dalam revolusi Indonesia. Dan ketiga, karena buku teoretisnya soal asal-usul rasa kebangsaan: Imagined Communities. Ketiga karya besar ini secara garis besar adalah karya ilmu politik yang membahas topik lumrah dalam disiplin tersebut: konflik, ideologi, dan nasionalisme.<\/p>\n<p>Buku Joss Wibisono yang berjudul Maksud Politik Jahat ini, sebaliknya, ingin mengajak anda pembaca untuk melihat Ben Anderson sebagai pemerhati bahasa dan politik kebahasaan. Pokok ini tampaknya kurang mendapat perhatian para pembaca karya-karya Anderson. Bahkan seorang murid Ben sendiri dalam reviewnya soal karya kesarjanaan sang guru pernah luput menekankan karya-karya Ben yang membahas bahasa dan politik bahasa (lihat diskusi Joss Wibisono di halaman 21-22).<\/p>\n<p>Perhatian Ben Anderson pada bahasa ini serius betul dan tidak main-main. Tidak hanya memperhatikan penggunaan bahasa suatu negara sebagai fokus analisis politik, Ben juga memahami tindakan berbahasa itu sendiri sebagai suatu tindakan politik.<\/p>\n<p>Ben, sebagai misal, dalam berbahasa Indonesia menolak menggunakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) yang diberlakukan semenjak 1972 dan menggunakan ejaan Suwandi sebagai gantinya. Ben tampaknya ingin melawan politik bahasa Orde Baru\u2014atau \u2018orde bau\u2019 merunut Joss\u2014yang menginginkan generasi muda untuk melupakan sejarah bangsa sendiri lewat ketidakmampuan membaca karya pra-1972.<\/p>\n<p>Joss mengulas dengan memikat ihwal-muasal sikap Ben yang berkeras menggunakan ejaan Suwandi tersebut. Bahkan Joss dengan jeli memperhatikan bahwa penggunaan ejaan Suwandi oleh Ben sangat tergantung pada dekat-jauhnya doi dengan Indonesia. Ben lebih intens menggunakan ejaan Suwandi ketika sedang berada dekat dengan Indonesia di mana ia bisa melihat dengan mata kepala sendiri hasil kelancungan Orde Baru memanipulasi bahasa (lihat Joss hal. 26).<\/p>\n<p>Kejelian Joss adalah alasan anda harus membaca Maksud Politik Jahat. Joss di buku ini tidak hanya jeli dalam mengulas Ben Anderson dan karyanya tentang politik bahasa. Namun Joss juga adalah seorang virtuoso dalam menuliskan ulasan tersebut.<\/p>\n<p>Lihatlah bagaimana Joss menuliskan Orde Baru dengan frasa \u2018harto orde bau\u2019 lewat huruf kecil. Sementara \u2018Bung Karno\u2019 ia tulis tetap bersetia dengan kapitalisasi. Ia juga sempat-sempatnya mengejek kemiskinan tata bahasa Soeharto dengan memparodikan penggunaan kata \u2018daripada\u2019 yang sering Soeharto gunakan dalam pidatonya (lihat Joss hal.37).<\/p>\n<p>Lewat guratan pena Joss, \u2018harto dan orde bau\u2019 nya habis dikuliti. Dalam ejaan Suwandi lagi. Nikmat betul.<\/p>\n<p>Tak berhenti sampai di situ. Buku ini juga berpotensi berdampak sistemik, massif, dan terstruktur bagi pembacanya. Pembaca mungkin sekali jadi ujug-ujug tersadar akan bahasa yang mereka gunakan dan mampu berpikir kritis tentangnya.<\/p>\n<p>Dengan mengulas Ben sang pemerhati bahasa, Joss dengan tidak langsung juga menggugah imajinasi kritis para calon pembaca.<\/p>\n<p>Joss, misalnya, dengan memikat bercerita soal Ben yang menganalisis politik kesusasteraan Nobel dan bagaimana kualitas terjemahan karya sastra mempengaruhi keputusan para juri. Khusus untuk karya sastra Indonesia, Ben merasa kualitas terjemahan dari karya-karya Pram membuat sejumlah karya tersebut tidak muncul maksimal dalam bahasa Inggris (lihat Joss hal.54-58).<\/p>\n<p>Saya bayangkan nanti anak muda jadi bisa menggugat\u2014sebagaimana Ben dan Joss lakukan\u2014terjemahan surat-surat Kartini yang terlanjur jadi \u2018habis gelap terbitlah terang\u2019 padahal ada makna yang selip dari frasa aslinya dalam bahasa Belanda \u2018door duisternis tot licht\u2019 (lihat Joss hal.98-99).<\/p>\n<p>Anak muda juga nanti malah kepingin berbahasa asing lain selain bahasa Inggris-Amerika, dan tidak bangga lagi keminggris. Keminggris menurut Joss adalah tanda-tanda pengetahuan yang cethek akibat hanya baca khasanah intelektual Anglo-Saxon (lihat Joss hal. 36-37).<\/p>\n<p>Ingat, para bung pendiri bangsa ini dari Sjahrir, Malaka, Hatta, sampai Kusno semua bisa berbahasa asing lain selain bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Singkatnya, kita anak muda diajak mengingat Ben Anderson yang mencintai bahasa\u2014Ben menguasai hampir selusin bahasa asing\u2014dan memperhatikan politik kebahasaan.<\/p>\n<p>Ben mungkin sudah swargi, tapi kita semua masih punya Joss Wibisono. Anak muda harus baca buku ini agar sadar berbahasa dan tak terpedaya kelancungan politik bahasa orde bau.<\/p>\n<p>Cingcai, meneer!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jokowi-dan-memori-orde-baru-yang-masih-membekas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jokowi dan Memori Orde Baru yang Masih Membekas<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku Joss Wibisono yang berjudul Maksud Politik Jahat ini ingin mengajak anda pembaca melihat Ben Anderson sebagai pemerhati bahasa dan politik kebahasaan.<\/p>\n","protected":false},"author":690,"featured_media":41575,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6383,90,6384,6385,3149,5992],"class_list":["post-41569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-ben-anderson","tag-buku","tag-joss-wibisono","tag-maksud-politik-jahat","tag-orde-baru","tag-resensi"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/690"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41569"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41569\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}