{"id":415134,"date":"2026-08-26T13:04:24","date_gmt":"2026-08-26T06:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=415134"},"modified":"2026-08-26T13:08:47","modified_gmt":"2026-08-26T06:08:47","slug":"modal-20-ribu-rupiah-kamu-bisa-makan-tiga-kali-sehari-di-ngaglik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/modal-20-ribu-rupiah-kamu-bisa-makan-tiga-kali-sehari-di-ngaglik\/","title":{"rendered":"Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta"},"content":{"rendered":"<p><em>Bisakah makan 3 kali sehari modal 20 ribu di Jogja? Bisa, di Ngaglik Sleman, 20 ribu bisa makan 3 kali dengan sangat aman<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi ini, saat saya antar anak sekolah, sengaja saya memutar radio. Kebetulan, saluran radio yang langsung terhubung adalah Retjo Buntung (99.4 FM). Topik yang sedang diobrolkan bersama pendengar yaitu, \u201c20 ribu di Jogja makan apa?\u201d Jawaban dari pendengar beraneka ragam. Mulai dari soto, mie ayam, hingga nasi goreng seharga Rp10.000. Penyiar bahkan hampir tidak percaya bahwa ada nasi goreng seharga Pertalite.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, barangkali penyiar bahkan pembaca tidak akan percaya dengan fakta-fakta yang saya berikan. Sebagai orang yang tinggal di Ngaglik, Sleman, pertanyaan itu perlu direvisi. \u201c20 ribu sehari di Jogja bisa makan 3 kali kah?\u201d Jawabannya bisa. Lalu, bagaimana strateginya?<\/span><\/p>\n<h2><b>Sarapan di Ngaglik, Sleman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jogja, pagi hari identik dengan soto, gudeg, atau angkringan. Dan sepertinya, sebagian besar masyarakat di Jogja sarapan dengan ketiga makanan tersebut. Dengan bekal Rp20.000, kamu bisa memilih makan soto di Pasar Setom atau Nasi Gudeg Tahu di Gudeg Mbah Putri, Jalan Besi-Jangkang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa harganya? Kalau kamu memilih makan Nasi Gudeg Tahu, kamu cukup membayar Rp7.000. Porsinya banyak dan bahkan kamu bisa saja tak butuh makan siang. Oh iya, letaknya sebelah Soto Lamongan Barokah 7. Sebuah warung makan yang tiap tanggal 30\/31 pasti menyediakan soto gratis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, jika tidak ingin makan gudeg, kamu bisa memilih soto. Ada banyak rekomendasi soto di Jogja, bahkan Ngaglik. Namun, berhubung kamu hanya bisa menggunakan 20 ribu yang mesti dipakai tiga kali maka pilihan terbaik adalah Soto Kwali Mbak Is di Pasar Setom (Utara Pawon Mbah Gito).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tips dari saya, pesanlah soto kecil Rp2.000 dan gorengan tiga saja. Maka, kamu cukup menghabiskan sarapan pagi tanpa dusta sebesar Rp5.000 saja. Minumnya? Tentu saja air putih hangat Rp1.000 atau bawa tumblr dari rumah aja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makan siang yang pada umumnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang teman pernah berujar bahwa mie ayam dan bakso patut dijadikan sebagai kuliner wajib orang Indonesia saat siang hari. Sebab, harganya terjangkau dan porsinya selalu pas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena ini adalah edisi Ngaglik, Sleman, maka saya merekomendasikan kamu untuk menikmati Mi Ayam &amp; Bakso Mas Bagus. Letaknya berada di utara Pasar Setom. Masih satu jalan dengan Pawon Mbah Gito.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harganya cukup Rp7.000 untuk semangkuk mie ayam. Porsinya pas, harganya murah meriah, rasanya mewah. Tentu saja, ini pilihan rasional dan tidak mungkin akan kamu lewatkan begitu saja. Minumnya? Lagi-lagi air putih saja. Gratis. Mau yang hangat atau es, semuanya gratis. Sungguh pilihan yang menyenangkan, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika kamu tidak ingin makan mie ayam, kamu bisa mencoba Bakwan Kawi Malang. Ia berada di mana-mana. Di utara <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/pawonmbahgito\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pawon Mbah Gito<\/a>, dekat Spesial Sambal Jakal Km 9, di daerah Pandanaran, atau di Jalan Besi-Jangkang. Seporsi hanya berbanderol Rp5.000. Harga dan kenyang yang pas. Mantul deh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pilihan berat, tapi masih mungkin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khusus yang terakhir, ini agak berat, tetapi masih mungkin terjadi di Ngaglik. Jika pagi dan siang kamu makan Soto Kwali dan Bakwan Kawi, kamu bisa menutup malam dengan makan Nasi Paha Bawah Olive Chicken atau Nasi Ayam Padang Murah. Kamu cukup merogoh kocek Rp10.000 saja. Atau, mau lebih murah? Pesan saja nasi sayap + es teh cukup Rp9.000 di Olive Chicken.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika kamu makan Gudeg Mbah Putri dan Mie Ayam Mas Bagus, sisa uangmu tinggal Rp6.000. Lalu, apa pilihan makanan yang tepat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, pilihan yang sangat rasional adalah nasi sambal teri di angkringan. Ada banyak angkringan di daerah Ngaglik, tetapi favorit saya adalah Angkringan Tanpa Nama di Jalan Damai. Nasi sambal teri dua bungkus dan tempe goreng satu saja. Maka, hanya butuh Rp6.000 untuk menuntaskan makan malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, itulah cara yang hemat dan mudah untuk menghabiskan 20 ribu rupiah untuk tiga kali makan di Jogja. Bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan sesekali. Terutama saat akhir bulan seperti ini.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Moddie Alvianto Wicaksono<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tinggal-di-ngaglik-sleman-tak-melulu-enak-seperti-kata-orang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisakah makan 3 kali sehari modal 20 ribu di Jogja? Bisa, di Ngaglik Sleman, 20 ribu bisa makan 3 kali dengan sangat aman.<\/p>\n","protected":false},"author":1885,"featured_media":401148,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34634,115,29139,34633,7235],"class_list":["post-415134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-20-ribu-makan-apa-di-jogja","tag-jogja","tag-ngaglik-sleman","tag-pawon-mbah-gitu","tag-sleman"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1885"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=415134"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":415259,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415134\/revisions\/415259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=415134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=415134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=415134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}