{"id":415124,"date":"2026-08-24T17:07:28","date_gmt":"2026-08-24T10:07:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=415124"},"modified":"2026-08-26T09:31:45","modified_gmt":"2026-08-26T02:31:45","slug":"magelang-daerahnya-nyaman-tapi-nggak-cocok-untuk-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/magelang-daerahnya-nyaman-tapi-nggak-cocok-untuk-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah mahasiswa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/untidar-kampus-negeri-nggak-terkenal-di-magelang-layak-diperhitungkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Tidar (Untidar)<\/a> di Magelang. Lebih tepatnya mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Saya merantau dari Klaten ke Magelang sejak Agustus 2024.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama 2 tahun tinggal di Magelang, saya merasa kalau Kota Sejuta Bunga ini sangat nyaman untuk ditinggali. Suasananya santai, tidak terlalu ramai. Jalanannya pun lenggang. Selama tinggal di Magelang, saya hampir tidak pernah mengalami kemacetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udara di Magelang pun bisa dibilang pas, tidak terlalu panas atau dingin. Ketika siang hari saya tidak merasa gerah, begitu malam hari tidak begitu kedinginan. Namun, saya rasa Magelang hanya nyaman untuk dijadikan tempat tinggal, tidak untuk menempuh pendidikan seperti yang sedang saya jalani sekarang ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Magelang hidup cuma sampai jam 10<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap memasuki jam 10 malam, Kota Magelang terasa sepi. Jarang sekali terdapat aktivitas warga di luar. Jalanan mulai kosong dan sunyi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Titik yang masih ramai biasanya hanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coffee shop a<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tau tempat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/nongkrong-di-usia-30-an\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nongkrong 24 jam<\/a>. Sementara ruang publik lainnya sudah gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alun-alun tidak ada orang. Angkringan di sekitar alun-alun pun mulai tutup. Mayoritas pedagang sufah beres-beres dagangannya menjelang jam 10 malam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan untuk para mahasiswa nongkrong atau melebur tugas sangat terbatas. Sejauh ini saya menemui 6 lokasi yang bisa dibilang cocok untuk mengerjakan tugas atau nongkrong. Ada Kopi Kenangan, Suhka Coffee, Coffee Pop, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tomoro-coffee-sama-dengan-starbucks-situ-halu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tomoro Coffee<\/a>, dan Serikat Coffee.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini sangat berbeda jika dibandingkan Jogja. Di Jogja ada kawasan Seturan, Taman Siswa, dan Tugu Jogja. Di sana aktivitas terus berjalan hingga malam hari, bahkan dini hari. Benar-benar hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/magelang-daerahnya-nyaman-tapi-nggak-cocok-untuk-mahasiswa\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Baca halaman selanjutnya: Fasilitas untuk &#8230;<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Fasilitas terbatas<\/b><\/h2>\n<p>Jujur, fasilitas di Magelang masih bisa dibilang kurang untuk menjadi kota pelajar. Salah satu yang paling ketara adalah akses ke sana. Magelang hanya bisa diakses melalui jalur darat bus, travel, dan kendaraan pribadi. Tidak ada stasiun di Magelang, apalagi Bandara. Dua moda transportasi ini bisa diakses dari Jogja, daerah tetangga Magelang.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit cerita, dahulu Magelang punya stasiun kereta. Namun, pada tanggal 5 Maret 1975 operasional stasiun resmi dihentikan total. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini terjadi karena kerusakan jalur rel akibat aktivitas vulkanik Gunung Merapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut membuat mahasiswa rantau kesulitan. Saya dan kawan-kawan kebanyakan bepergian mengendarai kendaraan pribadi atau bus untuk pulang kampung atau bepergian ke luar kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain akses tranportasi yang terbatas, opsi tempat belajar atau <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/sekolahan\/kampus-tanpa-working-space-24-jam-susahkan-mahasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">working space<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pun kurang. Mengerjakan tugas di area kampus terasa bosan. Perpustakaan kota hanya beroperasional dari jam 07.30 sampai 16.00 WIB. Padahal mahasiswa masih berkuliah dari pagi hingga sore hari<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya opsi lain hanya berpindah ke <em>coffee shop<\/em>. Mencari tempat nongkrong <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/pekerja-jakarta-tidak-mempan-wfh-demi-bbm\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">WFC<\/span><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> friendly\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang terbatas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Harapan ke depan untuk Magelang<\/b><\/h2>\n<p>Seandainya saya ke Magelang tidak untuk kuliah, mungkin Kota Sejuta Bunga ini daerah yang sempurna. Namun, kenyataannya, hidup membawa saya ke sini untuk menuntut ilmu. Saya jadi melihat kota ini dari sudut pandang mahasiswa.<\/p>\n<p>Padahal, kalau dipikir-pikir, daeah ini<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0punya potensi menjadi kota mahasiswa bagi daerah-daerah sekitar. Ada banyak perguruan tinggi di sana, baik negeri maupun swasta. Ada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/untidar.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Tidar Magelang<\/a>, Universitas Muhammadiyah Magelang, Akademi Teknik Tirta Wiyata, Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi Kebidanan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, serta STMIK Bina Patria Magelang.<\/span><\/p>\n<p>Sayang rasanya kalau potensi itu tidak dilirik dan digarap. Saya rasa <span style=\"font-weight: 400;\">Magelang harus mulai memperhatikan dan mengembangkan infrastruktur pendukung mahasiswa. Mulai dari penyediaan transportasi umum antarkota, menambah <em>working space<\/em>, serta mempertahankan kondisi kota yang saat ini sudah cukup nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klaten-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang-kini-makin-hidup\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Magelang daerahnya yang nyaman untuk hidup sehari-hari, tapi nggak cocok untuk mahasiswa karena fasilitasnya terbatas.<\/p>\n","protected":false},"author":3319,"featured_media":415128,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[8599,34,34623,13098,26632,20153],"class_list":["post-415124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-magelang","tag-mahasiswa","tag-mahasiswa-magelang","tag-pilihan-redaksi","tag-universitas-tidar-magelang","tag-untidar"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3319"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=415124"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":415140,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415124\/revisions\/415140"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/415128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=415124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=415124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=415124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}