{"id":415083,"date":"2026-08-24T11:24:28","date_gmt":"2026-08-24T04:24:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=415083"},"modified":"2026-08-24T11:24:28","modified_gmt":"2026-08-24T04:24:28","slug":"seminar-perencanaan-keuangan-nggak-guna-kalau-nggak-berduit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seminar-perencanaan-keuangan-nggak-guna-kalau-nggak-berduit\/","title":{"rendered":"Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ikut seminar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">financial planning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau perencanaan keuangan beberapa waktu lalu di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-bikin-nggak-waras-mending-tinggal-di-sidoarjo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>. Acaranya gratis, itu mengapa saya tertarik bergabung. Kalau berbayar, mungkin saya akan berpikir berkali-kali.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ceritanya ada teman SMA yang dapat tiket seminar dari undian kantornya. Dia kerja di bank, otomatis gajinya di atas UMR. Tapi, di hari seminar, ternyata dia ada pertemuan dengan nasabah prioritas. Begitulah ceritanya hingga saya mendapatkan tiket yang dikirim lewat WA itu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDateng, ya. Lumayan, siapa tahu dapat ilmu,\u201d pesannya singkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melihat poster acara itu. Judul acaranya memang menarik, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Merdeka Finansial di Usia 30, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ditulis dengan huruf berwarna emas. Di latar belakangnya ada orang tersenyums sambil loncat di depan rumah mewah. Menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur awalnya sempat ragu. Dari posternya terlihat sekali acara ini tidak sesuai untuk kelas saya. Tapi, setelah saya renungkan lagi, di usia menuju 25 tahun ini, sepertinya tidak ada salahnya mencari informasi baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Seperti salah masuk <\/b><b><i>circle<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul dugaan saya. Begitu masuk ruangan acara seminar perencanaan keuangan itu, saya langsung merasa asing dengan suasananya. Pembicara mengenakan jas, dasi, dan jam tangan silver yang terlihat mewah. Interior ruangannya pun mewah lengkap dengan AC di mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di baris depan duduk orang-orang yang buka <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-jujur-macbook-dari-orang-yang-pertama-kali-pakai-produk-apple\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laptop MacBook<\/a>. Di meja mereka juga ada kopi. Bukan kopi sachet. Gelasnya tinggi, ada busa, dan harganya saya lihat di menu Rp45.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara berlangsung lancar dengan slide presentasi penuh grafik warna-warni. Ada garis naik, ada pie chart. Ada kata \u201ccuan\u201d, tapi dieja \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d dan masih banyak hal lain dari pemaparan yang bikin saya kagok.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya duduk paling belakang. Bukan karena minder. Beneran. Kursi depan memang sudah penuh dari jam delapan pagi. Saya terlambat 30 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tidak masalah. Duduk di belakang itu ada keuntungannya. Pertama, dekat colokan. Kedua, kalau materinya mulai bikin pusing, saya bisa pura-pura ke toilet dan nggak perlu balik lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Seminar perencanaan keuangan banyak ilmunya, <\/b><b>tapi&#8230;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kepala saya mulai memikirkan bagaimana pendapatan Rp1 juta saya dari jualan bubur bisa diputar hingga bisa punya apa yang mereka sebut <a href=\"https:\/\/ocean.bca.co.id\/id\/artikel\/ROI-Definition-Benefits-Formula-and-How-to-Calculate-It\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ROI<\/a> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">passive income. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala saya semakin puyeng ketika pembicara bilang, idealnya seseorang menyisihkan minimal 20 persen dari penghasilan untuk investasi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya langsung menghitung. Dua puluh persen dari Rp1 juta adalah Rp200 ribu. Masuk akal. Tapi, setelah itu saya pikir lagi. Sebesar Rp800 ribu sisanya buat hidup selama sebulan. Saya coret angka Rp200 ribu itu dari catatan. Bukan karena tidak mau investasi. Saya cuma tidak mau mati duluan sebelum investasinya profit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring seminar berjalan semakin membuat saya merasa miskin. Namun, saya memilih tetap bertahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sesi tentang dana darurat. Katanya, minimal punya dana darurat sejumlah enam kali rata-rata pengeluaran bulanan. Yang artinya jika pengeluaran perbulan saya rata-rata 2 juta, maka saya harus punya dana darurat 12 juta. Saya kembali menatap layar. Saya bahkan punya satu kali pengeluaran aja rasanya sudah lega&#8221; gumam saya dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu masuk ke pembahasan investasi. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/reksadana-punya-5-kelemahan-yang-perlu-disadari-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Reksa dana<\/a>, saham, obligasi, aset produktif. Semua terdengar masuk akal. Saya sebenarnya senang mendengarnya. Saya mengangguk-angguk, tanda setuju. Tapi ada satu hal yang jarang dibahas yaitu bagaimana kalau uang yang dimiliki memang sedikit?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dengan gaji Rp10 juta bisa mengurangi nongkrong dari empat kali menjadi dua kali. Orang dengan gaji Rp1 juta, kalau mengurangi makan dari tiga kali menjadi satu kali, saya rasa itu bukan perencanaan keuangan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tapi survival mode<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Seandainya semua masalah bisa selesai dengan \u201ckurangi nongkrong\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesi terakhir membahas gaya hidup. Peserta diminta mengevaluasi pengeluaran yang tidak perlu. Kopi mahal, makan di luar, langganan aplikasi, belanja impulsif, dan kebiasaan nongkrong disebut sebagai contoh pengeluaran yang bisa dipangkas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bingung sebab tidak tau harus menulis apa di sesi terakhir ini. Diminta menekan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lifestyle, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengurangi ngopi, hingga menyisihkan duit di awal bulan. Itu semua sudah saya lakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bermaksud menyalahkan seminar itu. Saya terpapar banyak ilmu dan kenyataan sepanjang acara berlangsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar sana ada orang yang bingung memilih investasi mana yang paling bagus. Tapi, ada juga orang yang bingung apakah bulan ini harus bayar kos dulu atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/servis-motor-rutin-nggak-menjamin-motor-awet-kalau-hal-ini-sering-dilupakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">servis motor<\/a> dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada orang yang sedang menghitung bagaimana mencapai Rp1 miliar pertama. Saya sedang menghitung bagaimana supaya saldo tidak menjadi Rp0 sebelum tanggal gajian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau kondisi keuangan saya beda jauh dengan orang-orang yang ada di dalam acara. Sepertinya saya tetap perlu berbangga karena tanpa direncana saya sudah melakukan perencanaan keuangan sesuai dengan pendapatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehari-hari mencatat pengeluaran dan sudah berusaha untuk tidak berutang. Saya pun menyisihkan sedikit uang kalau memang ada sisa. Dan, yang paling penting, saya mulai berpikir bahwa meningkatkan penghasilan juga bagian dari perencanaan keuangan. Sebab, kalau penghasilan cuma Rp1 juta, mau diatur sebaik apa pun tetap saja sulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, ketika sesi tanya jawab dibuka lalu saya mengangkat tangan, pembicara berkata, &#8220;kalau gajinya di bawah Rp7 juta, sabar aja dulu&#8221; dengan ekspresi tertawa. Saya tau mungkin itu bercanda tapi seketika itu pula saya menurunkan tangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan telan mentah-mentah nasihat keuangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di perjalanan pulang, saya sadar seminar tersebut sebenarnya sangat \u201cdaging\u201d kalau boleh meminjam istilah orang-orang sekarang. Banyak hal yang saya pelajari. Saya jadi tahu pentingnya mencatat pengeluaran, menyiapkan dana darurat, dan tidak asal berutang demi gaya hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saya juga sadar satu hal. Nasihat finansial tidak selalu bisa dipukul rata. Ada orang yang sedang belajar memilih instrumen investasi. Dan Ada juga orang yang sedang belajar bertahan sampai tanggal gajian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mungkin berada di kelompok kedua. Dan, tidak apa-apa. Untuk sekarang, perencanaan keuangan saya saat ini mungkin bukan membeli saham setiap bulan. Mungkin bentuknya sesimpel memastikan uang bensin tidak terpakai untuk beli sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi terbesar saya saat ini mungkin bukan saham atau bentuk lain. Bagi saya, investasi terbesar sekarang adalah menjaga agar tetap waras dari hari ke hari. Dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/cuan\/gaji-jakarta-12-juta-bikin-gila-3-juta-magelang-hidup-waras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">waras<\/a>, saya bisa mencari lebih banyak peluang untuk meningkatkan pendapatan dari sebelumnya Rp1 juta jadi Rp 2 juta dan seterusnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah cara saya akhirnya \u201cmembumikan\u201d ilmu perencanaan keuangan yang ngawang agar terasa masuk akal. Sebab, kalau tidak dilihat dengan cara seperti itu, ilmu dalam seminar akan terasa sia-sia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Alfian Muslim<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-saya-makan-tabungan-demi-bertahan-in-this-economy\/\"><b><i>Fenomena \u201cmakan\u201d tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu yang didapat dari seminar perencanaan keuangan memang banyak, tapi tetap saja nggak berguna kalau tidak ada duit yang dikelola. <\/p>\n","protected":false},"author":2893,"featured_media":415104,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13085],"tags":[1979,34619,4551,8791,34618],"class_list":["post-415083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-gaji","tag-keunagan","tag-perencanaan-keuangan","tag-rencana-keuangan","tag-seminar-perencanaan-keuangan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2893"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=415083"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":415107,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415083\/revisions\/415107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/415104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=415083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=415083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=415083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}