{"id":415046,"date":"2026-08-23T16:34:32","date_gmt":"2026-08-23T09:34:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=415046"},"modified":"2026-08-23T16:34:32","modified_gmt":"2026-08-23T09:34:32","slug":"saya-pernah-miskin-dan-saya-begitu-benci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-pernah-miskin-dan-saya-begitu-benci\/","title":{"rendered":"Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi"},"content":{"rendered":"<p><em>Saya pernah miskin, amat miskin malah. Saya benci jadi miskin, dan tak pernah ingin kembali ke keadaan tersebut lagi. Selamanya.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah kakek saya besar. Rumah itu terakhir kali saya tinggali kalau tidak salah di tahun 2006. Saya tidak tahu persis berapa luas rumah kakek. Yang saya ingat, di rumah kakek ada 5 kamar, 3 pohon mangga, 1 pohon jeruk bali, kandang ayam, kandang dara, dan jemuran luar. Luas sekali pokoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kakek saya orang kaya? Kalau yang dimaksud kaya harta, jawabannya adalah \u2018Tidak\u2019. Meski kami punya rumah yang besar, perekonomian kami boleh dibilang pas-pasan. Satu masakan bisa dipanaskan hingga berulang kali. Sebutir telur pun tak lepas dari manipulasi. Ia dicampur terigu dan air supaya bisa dimakan 1 keluarga. Singkatnya, kami miskin. Itu saya kira jauh lebih tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Titik terendah terjadi ketika rumah besar itu dibagi waris setelah simbah meninggal. Dua adik bapak\u2014yang berarti om-om saya, memutuskan untuk menjual bagian mereka ke orang lain. Sementara bapak? Beliau tetap bertahan di sisa bagiannya. Mungkin karena beban moral anak pertama, mungkin juga karena sentimentil mengingat terlalu banyak kenangan di rumah itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tinggal di rumah yang temboknya tak utuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2\/3 bagian rumah simbah yang dibeli orang pun perlahan-lahan mulai dihancurkan dan dibangun jadi rumah yang baru. Kala itu, kami hanya bisa memandang dari jauh. Tidak adanya duit membuat keluarga kami tidak bisa merenovasi rumah pasca dibagi 3. Akibatnya, satu sisi tembok rumah dibiarkan tetap bolong, dan hanya ditutup terpal ala kadarnya. Bisa dibayangkan betapa ngerinya tiap malam tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada rasa waswas kalau-kalau maling masuk. Meskipun tidak ada yang bisa dicuri dari rumah, tapi tetap saja rasa takut itu membayangi. Belum kalau hujan turun dengan lebat dan disertai angin kencang. Seketika rumah jadi lembab, becek, dan dingin. Dan yang paling menyebalkan dari semua itu adalah suara kibar-kibar terpal yang tertiup angin. Berisik sekali, seperti sedang menertawakan kemiskinan kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya benci sekali keadaan saat itu. Saya benci jadi miskin. Dan kebencian itu diubah menjadi tenaga kerja rodi pada diri sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerja dari subuh hingga malam karena tak ingin terus-terusan jadi miskin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selepas subuh, saya berangkat untuk siaran pagi di radio. Habis siaran, langsung tancap gas menjadi admin iklan di koran lokal sampai sore hari. Setelah itu, saya cari tambahan penghasilan di komunitas teater. Jam 9 malam, kadang malah jam 10, saya baru bersiap pulang. Berdiri sendiri di pinggir jalan, menunggu elep atau <a href=\"https:\/\/otodriver.com\/mobility\/bus\/2020\/mengenal-bus-tuyul-medium-bus-yang-bertampilan-unik-mendibafnik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bis tuyul<\/a> datang menjemput.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menunggu itu, sering kali ada orang iseng yang menggoda. Mungkin mereka kira saya wanita murahan. Padahal, wanita murahan mana yang mangkal dengan wajah kusam plus kaos sponsor dan celana training?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik itu, saya tidak tahu mana yang lebih saya benci. Elep yang lama datangnya, atau kemiskinan yang saya alami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kalian tahu lucunya di mana? Meski saya bekerja dari lepas subuh sampai malam hari, saya tidak kaya-kaya. Saya masih saja tidak bisa membantu orang tua untuk membuat tembok, supaya rumah saya sama dengan ruman-rumah yang lain yang temboknya komplit. Jangankan bikin tembok, sekadar beli sempak yang layak saja, saya masih harus berjuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi, batin saya menjerit: Saya benci jadi miskin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Trauma jadi miskin itu masih ada<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, semua tinggal sejarah. Rumah bapak dan ibu sudah layak untuk ditinggali. Saya juga sudah punya rumah sendiri lengkap dengan kendaraan roda dua dan empat. Saldo rekening meski bukan jumlah yang fantastis, cukup aman untuk kebutuhan sehari-hari dan sedikit simpanan untuk pendidikan anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan apakah itu terjadi karena saya secara membabi buta istiqamah bekerja dari subuh hingga malam, selama bertahun-tahun lamanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak. Perubahan itu perlahan terjadi setelah saya pindah kerja, berkat ijazah yang sudah di-upgrade. Kala itu, ada satu kekuatan yang mendorong saya untuk nekat kuliah. Entah kenapa saya yakin bahwa cara untuk keluar dari kemiskinan adalah dengan jalan pendidikan. Dan ternyata, semua itu terbukti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, meski keadaan sekarang sudah jauh lebih baik, badan dan kepala saya sepertinya masih menyimpan memori trauma tentang kemiskinan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buktinya, saya masih sering menyimpan sisa sambal untuk dimakan keesokan harinya, padahal jumlahnya tinggal seuprit. Tahu tinggal sepotong juga saya simpan karena masih bisa diselamatkan untuk dicampur dengan bahan lainnya. Kebiasaan recook sisa makanan semalam juga masih saja dilakukan. Dan kadang-kadang, ini kadang-kadang, ya, saya merasa bersalah kalau tidur siang atau tidur gasik. Alam bawah sadar saya ternyata masih saja menyimpan kenangan untuk kerja, kerja, kerja, sehingga tidur dianggap sebagai sebuah dosa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk siapa pun yang saat ini sedang berjuang lepas dari kemiskinan, semoga cahaya terang akan segera datang kepadamu. Tetap semangat, ya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-pernah-mengira-orang-miskin-itu-kurang-berusaha-dan-saya-salah-besar\/\">Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya pernah miskin, amat miskin malah. Saya benci jadi miskin, dan tak pernah ingin kembali ke keadaan tersebut lagi. Selamanya.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":411996,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34606,34607,790,34608],"class_list":["post-415046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-garis-kemiskinan","tag-hidup-orang-miskin","tag-kemiskinan","tag-rasanya-jadi-orang-miskin"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=415046"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":415049,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415046\/revisions\/415049"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/411996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=415046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=415046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=415046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}