{"id":414941,"date":"2026-08-22T17:14:28","date_gmt":"2026-08-22T10:14:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=414941"},"modified":"2026-08-22T17:14:28","modified_gmt":"2026-08-22T10:14:28","slug":"dedi-mulyadi-nggak-paham-jurusan-administrasi-pemerintahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dedi-mulyadi-nggak-paham-jurusan-administrasi-pemerintahan\/","title":{"rendered":"Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia maya sedang dibuat ramai oleh suatu kejadian yang berlangsung di Universitas Padjadjaran. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hadir di tengah rangkaian kegiatan Prabu 2026 dalam sesi kuliah umum interaktif. Di tengah sesi tersebut beliau mewawancarai beberapa mahasiswa baru (maba).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu maba yang maju ke depan dan ditanya-tanyai oleh KDM adalah<\/span><a href=\"https:\/\/afu.id\/nasional\/keisha-maba-unpad-yang-kena-candaan-sinis-kdm-dikabarkan-mengalami-tekanan-psikologis-gaya-komunikasi-pejabat-dikritik-keras\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Keisha<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada suatu momen KDM bertanya Keisha mengambil jurusan apa di Unpad dan dijawab bahwa jurusannya adalah Administrasi Pemerintahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KDM langsung menyebut bahwa lulusan jurusan tersebut sudah kebanyakan. KDM juga menambahkan bahwa PPPK dari jurusan tersebut belum diangkat jadi ASN dan bertanya lagi mengapa Keisha nggak memilih jurusan kedokteran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika melihat<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DcQRc7Xk7p0\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">potongan video<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang beredar di Instagram, saya langsung berpikir apakah salah untuk memilih jurusan Administrasi Pemerintahan? Saya mencoba mencari tahu dan ternyata jurusan Administrasi Pemerintahan itu seperti ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa saja yang dipelajari di jurusan Administrasi Pemerintahan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mendengar jurusan Administrasi Pemerintahan saya langsung teringat dengan jurusan-jurusan lain yang serupa, seperti Administrasi Negara, Ilmu Administrasi, Administrasi Publik, hingga Politik dan Pemerintahan. Tapi, jurusan ini berbeda ya.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Administrasi Pemerintahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mempelajari penyelenggaraan administrasi pemerintahan berdasarkan prinsip pemerintahan yang baik dan tertib administratif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Unpad jurusan ini memiliki jenjang <a href=\"https:\/\/vokasi.unpad.ac.id\/?jurusan-vokasi=administrasi-pemerintahan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Diploma 4<\/a> yang ditempuh dalam 8 semester. Rupanya jurusan ini merupakan kelanjutan dari program Diploma 3 Administrasi Pemerintahan yang didirikan pada 21 Juli 2016. Salah satu alasan diadakannya program Diploma 4 adalah untuk membuka akses ke Pascasarjana Terapan bagi para lulusannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jurusan Administrasi Pemerintahan bukan jurusan yang cuma menghafal pemerintahan atau mahasiswanya sekadar duduk dan mencatat materi kuliah. Jurusan ini justru sangat vokasional. Kurikulumnya terdiri atas 144 SKS dan 39 mata kuliah dengan beban teori 45 SKS atau 31 persen dan praktik 96 SKS atau 69 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unpad juga menyebutkan bahwa lulusan jurusan ini kelak akan memiliki keahlian teknis, manajerial, dan adaptif di bidang administrasi pemerintahan. Ini karena mahasiswa Administrasi Pemerintahan bakal belajar tentang pelayanan publik, perencanaan pembangunan, tata kelola pemerintahan, pengawasan administrasi, dan pengelolaan sumber daya aparatur pemerintahan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biaya kuliah lebih terjangkau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sesi tanya jawab antara KDM dan Keisha, Gubernur Jawa Barat tersebut bertanya mengapa Keisha nggak memilih Kedokteran. Keisha menyebut bahwa ia nggak memiliki uang untuk kuliah Kedokteran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun mengecek berapa UKT yang ditetapkan oleh Unpad untuk jurusan yang diambil Keisha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari laman<\/span><a href=\"https:\/\/smup.unpad.ac.id\/snbt\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">SMUP Unpad<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, UKT Administrasi Pemerintahan berbeda-beda tergantung latar belakang ekonomi keluarga mahasiswa. UKT terendah dimulai dari nominal Rp500 ribu. Sementara itu, UKT kelompok tertinggi berada di angka Rp8 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besaran UKT tersebut berbeda dengan yang ditetapkan untuk Kedokteran. Di jenjang sarjana, UKT terendah di Kedokteran adalah Rp500 ribu dan tertinggi Rp24 juta.<\/span><\/p>\n<h2><b>Prospek kerja lulusan jurusan ini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa akan mendapatkan kesempatan mengikuti uji kompetensi Data Manajemen Staf bersertifikat dari BNSP dan Pengadaan Barang\/Jasa Level 1 yang bersertifikat dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah untuk bekal memasuki pasar tenaga kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apakah lapangan kerja yang bisa dimasuki oleh mahasiswa yang nantinya lulus dari jurusan ini terbatas pada PNS dan PPPK saja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau melihat lowongan CPNS tahun-tahun sebelumnya, lulusan Administrasi Pemerintahan memang punya porsinya sendiri, seperti di beberapa formasi<\/span><a href=\"https:\/\/eppid.komdigi.go.id\/attachments\/9a820972b74a6f140bf7b76b767ee59c469b766b0a54069c20a2d7d41559c0cb\/1_42_ZHJ1cGFsL3VzZXJzLzQ3NTUvMTU4NCAtIFBlbmd1bXVtYW4gU2VsZWtzaSBQZW5nYWRhYW4gQ1BOUyBLZW1lbnRlcmlhbiBLb21pbmZvIFRhaHVuIEFuZ2dhcmFuIDIwMjQucGRm.pdf\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Komdigi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Lembaga negara independen Ombudsman juga pernah membuka formasi untuk lulusan Administrasi Pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, prospek kerja lulusan jurusan ini sebenarnya luas. Lulusannya bisa bekerja di pemerintahan, swasta, maupun pemberdayaan masyarakat.<\/span><a href=\"https:\/\/www.unpad.ac.id\/fakultas\/sekolah-vokasi\/administrasi-pemerintahan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Website resmi Unpad<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menuliskan bahwa lulusan Administrasi Pemerintahan bisa bekerja sebagai administrator pemerintahan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">government relation officer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maupun pendamping pemberdayaan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ada miskonsepsi yang perlu dibereskan soal jurusan ini. Secara akademik, jurusan ini memang sangat dekat dengan pemerintahan. Tetapi profil lulusan Unpad sendiri menunjukkan tiga jalur berbeda. Maka, dangkal banget kalau kita bilang bahwa Administrasi Pemerintahan adalah sekolah calon PNS. Akan lebih tepat kalau kita menyebutnya sebagai pendidikan terapan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan tata kelola sektor publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah serba-serbi Administrasi Pemerintahan, jurusan yang disebut lulusannya kebanyakan oleh Dedi Mulyadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-sastra-indonesia-terlalu-ndakik-berjarak-dari-realitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas.<\/a><\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal jurusan Adminitrasi Pemerintahan yang beberapa waktu lalu dipandang sebelah mata oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":414944,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13089],"tags":[34591,27471,28395,26056,34590,3222],"class_list":["post-414941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-administrasi-pemerintahan","tag-dedi-mulyadi","tag-gubernur-jabar","tag-gubernur-jawa-barat","tag-jurusan-adminsitrasi-pemerintahan","tag-unpad"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=414941"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414941\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414949,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414941\/revisions\/414949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/414944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=414941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=414941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=414941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}