{"id":4149,"date":"2019-06-20T15:00:53","date_gmt":"2019-06-20T08:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=4149"},"modified":"2022-01-14T12:54:49","modified_gmt":"2022-01-14T05:54:49","slug":"hubungan-antara-pengguna-instagram-feed-yang-rapi-dan-foto-estetik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hubungan-antara-pengguna-instagram-feed-yang-rapi-dan-foto-estetik\/","title":{"rendered":"Hubungan Antara Pengguna Instagram, Feed yang Rapi, dan Foto Estetik"},"content":{"rendered":"<p>Suatu ketika saya meminta teman di kantor untuk meng<em>upload<\/em> foto kami bersama di akun Instagramnya, sekaligus tag akun saya agar tetap ada di fitur tag, berhubung teman saya mau <em>resign<\/em>, jadi hitung-hitung dapat dijadikan kenangan.<\/p>\n<p>Tak disangka, teman saya menolak karena merasa rugi jika foto yang di-<em>posting<\/em> di akun Instagramnya tidaklah estetik, dan sialnya bagi dia foto bersama yang baru saja di-<em>take<\/em> tidak termasuk ke dalam kriteria standar minimum estetik versi dia.<\/p>\n<p>Setelah kejadian itu, saya jadi paham mengapa foto yang diposting di akun instagramnya tidaklah banyak\u2014hanya 20 foto\u2014dan terakhir di-<em>upload<\/em> tahun 2018 lalu. Akhirnya, agar <a href=\"https:\/\/tirto.id\/penelitian-sebut-foto-bisa-kurangi-kualitas-kenangan-ddVW\">foto tetap bisa dijadikan kenang-kenangan<\/a> bersama, saya meminta foto tersebut dikirim via Whatsapp. <em>Hadeeeeh<\/em>, mau posting foto di medsos aja kok ya ribet banget\u2014pikir saya kala itu.<\/p>\n<p>Bukan hanya satu atau dua orang, tapi banyak dari teman saya yang aktif di Instagram tidak sembarang dalam <em>posting <\/em>foto.\u00a0Selalu dipilah mana yang bagus, dari segi warna, <em>tone<\/em>, pose, ekspresi, editan, dan lain sebagainya dengan istilah yang belum saya pahami. Entah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/auk\/ulasan\/pojokan\/terima-kasih-selebgram-telah-menaikkan-standar-pesta-pernikahan-kami\/\">ingin seperti para selebgram<\/a>\u2014mengikuti tren yang sedang ramai\u2014atau justru ingin bersaing dengan mereka para selebgram\u2014dalam berebut rezeki melalui <em>endorse<\/em> yang ditawarkan.<\/p>\n<p>Alasan yang sering teman-teman saya sampaikan selain ingin foto yang estetik adalah mereka ingin <em>feed<\/em> Instagram mereka selalu rapi dan hanya foto-foto terpilih yang terpampang di akun mereka. Wahai teman, coba yang dirapikan bukan hanya <em>feed<\/em> Instagram, tapi juga kisah cinta dan pertemanan kalian juga.<\/p>\n<p>Memang saya akui jika melihat <em>feed<\/em> Instagram\u2014dengan segala foto estetiknya\u2014selalu berhasil memanjakan mata saya. Dari mulai <em>angle<\/em> foto yang pas, latar belakang juga pemandangan yang paripurna, semuanya dipadupadankan dengan pas dan sempurna\u2014bagi saya yang awam akan dunia fotografi.<\/p>\n<p>Meski bukan selebgram, <em>likes<\/em> bisa mencapai minimal ratusan bahkan ribuan dalam satu foto yang di-<em>posting<\/em>. Berbeda dengan saya yang untuk mengumpulkan 20 <em>likes<\/em> dalam satu postingan saja sulitnya minta ampun. Perlu merangkai caption sok bijak yang ngga bijak-bijak amat\u2014itu pun masih lebih sering gagal dan berujung hanya sekitar 20 <em>likes<\/em>.<\/p>\n<p>Seingat saya, dari awal saya main medsos, mulai dari Friendster, Facebook, Plurk, Twitter, Instagram, Path, semua foto yang di-<em>posting<\/em> sembarang. Mau foto yang dirasa bagus atau dengan pose tidak karuan sekalipun, selama <em>brightness<\/em> cukup dan wajah terlihat jelas, foto siap diposting demi mendapat komentar dan likes, juga notifikasi yang ramai.<\/p>\n<p>Tidak banyak syarat atau <em>filter<\/em> yang saya gunakan untuk <em>posting<\/em> foto di medsos, yang penting posisi fotonya <em>landscape<\/em>. Entah kenapa saya lebih menyukai posisi foto seperti itu, mungkin secara tidak sadar agar jika di-<em>posting<\/em> di Instagram tidak terpotong otomatis dan langsung fit. <em>hehe<\/em>.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, saya paham fungsi lain merapikan <em>feed<\/em> Instagram adalah bisa jadi untuk portofolio bagi mereka yang memang menggemari dunia fotografi. Jadi, jika memang sudah waktunya tiba menunjukan portofolio tidak usah repot-repot, tinggal memberikan nama akun Instagram. Dengan syarat, tidak perlu digembok untuk memudahkan proses penilaian.<\/p>\n<p>Sebetulnya, tidak ada tuntutan berlebih dalam bermain media sosial\u2014khususnya Instagram\u2014selama yang diposting adalah konten yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya tidak katakan harus selalu positif, namun apa pun itu yang penting harus siap dengan segala konsekuensinya.<\/p>\n<p>Sebab, semua media sosial umumnya mendunia dan sudah pasti digunakan banyak orang, jadi bagaimana pemakaiannya adalah tergantung dan menjadi tanggung jawab si pemilik akun. Entah mencari rezeki lewat <em>endorse<\/em> yang diterima, jualan, mencari teman baru, bahkan sebagai hiburan pribadi sekalipun. Apalagi saat ini makin banyak aku anonim lucu yang bermunculan.<\/p>\n<p>Selanjutnya bagi saya pribadi dari awal pemakaian hingga saat ini, instagram tidak lebih sebagai album foto dalam bentuk digital. Mau foto yang di<em>posting<\/em> biasa saja atau pun yang memiliki tingkat estetik tinggi.<\/p>\n<p>Seperti fungsi album foto pada umumnya \u2013jika kelak ingin melihat kembali foto di waktu lalu\u2014terpenting adalah dapat mengingat dan mengenang kembali semua momen yang terekam pada foto tersebut dan tanpa disadari alam bawah sadar akan memaksa untuk bernostalgia dengan atau tanpamu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memang saya akui ketika saya melihat feed Instagram\u2014dengan segala foto estetiknya yang tertata\u2014selalu berhasil memanjakan mata saya.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":4263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[1101,1100,1099,370],"class_list":["post-4149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-artsy","tag-estetik","tag-feed-instagram","tag-selebgram"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}