{"id":414780,"date":"2026-08-22T08:23:33","date_gmt":"2026-08-22T01:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=414780"},"modified":"2026-08-21T12:25:36","modified_gmt":"2026-08-21T05:25:36","slug":"cengkareng-tempat-ngumpulnya-banjir-dan-kesemrawutan-tata-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cengkareng-tempat-ngumpulnya-banjir-dan-kesemrawutan-tata-kota\/","title":{"rendered":"Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal dan bekerja di Cengkareng adalah mimpi buruk. Sebab banjir, macet, lawan arah, dan kesemrawutan tata kota kumpul di sana. Saya sendiri tampaknya harus belajar legowo ketika ditempatkan bekerja di Taman Palem Lestari, sebuah kompleks rumah toko di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semula saya membayangkan bahwa Cengkareng serupa <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Jewel_Changi_Airport\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jewel Changi<\/a> di Singapura: kawasan yang menggabungkan ruang komersial, alam, dan nuansa futuristik. Maklum, Cengkareng berdempetan langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta, bandara nomor wahid di republik ini. Dalam bayangan saya, kawasan sekitar bandara mestinya menjadi wajah dari sebuah kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi saya keliru, tema alam yang saya temui justru sungai yang selalu meluap tiap kali malam diguyur hujan, tak peduli berapa lama durasi hujan dan intensitasnya. Keesokan harinya, saya harus berangkat kerja lebih pagi serta bersiap menerjang banjir dan macet bersamaan. &#8220;Musuhe wong Cengkareng yo udan,&#8221; batin saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lama-lama, saya hafal jalan mana saja yang hampir pasti menjadi kolam sehabis hujan; Pintu air Outer Ringroad, City Park, sepanjang jalan JB (Jajanan Banyak), RSUD Cengkareng, dan akses masuk menuju Taman Palem. Ngeri-ngeri sedap memang kalau permukaan air melebihi knalpot motor, alih-alih mau mencari duit, malah tombok untuk dandan sepeda motor ke bengkel.<\/span><\/p>\n<h2><b>Macet, menu sarapan paling pasti di Cengkareng<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain banjir, macet juga seperti menu sarapan harian di kecamatan ini. Saya yakin kita semua sepakat bahwa tidak ada hari libur bagi macet Jakarta. Tetapi, macet di Cengkareng jelas hal yang berbeda. Pengamatan saya selama tinggal di sana, macet Cengkareng disebabkan oleh permukaan air kali yang lebih tinggi dari jalan, sehingga ditambah curah hujan sebentar saja, air pasti meluap dan memenuhi jalanan. Kalau sudah seperti itu, arus kendaraan menjadi mandeg dan mengular panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi, kendaraan berat dan truk-truk kontainer yang melintasi Outer Ringroad Cengkareng, utamanya saat jam-jam sibuk. saya sampai hafal ada hari-hari tertentu bagi truk-truk besar ini memenuhi Ringroad, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat sore. Hari-hari yang saya hindari untuk pulang telat, sebab dari Taman Palem ke rumah kontrakan bisa memakan waktu tempuh nyaris 3 jam dengan Jaklingko. Terlebih lagi jika di depan ada truk mogok atau amblas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena lawan arah juga menjadi habit di kecamatan ini. Kalau kau berkunjung ke Cengkareng, sebaiknya jangan hanya berkutat di komplek elit Citra Garden City. Lewatlah sebentar ke Ruko 1000 dan perumahan KFT, kau akan jumpai jiwa-jiwa yang beringas, mereka tak takut mati meski lawan arah. Kalau kita gertak, mereka akan jauh lebih galak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya persoalan bermula karena pengendara dari Jalan Kamal Raya hendak menuju Rawa Buaya. Mereka memilih lawan arah karena harus memutar cukup jauh jika melewati putar balikan di kolong tol Kayu Besar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tata kota, masalah sebenarnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semakin lama tinggal di Cengkareng, saya mulai paham bahwa banjir, macet, dan lawan arah bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Semuanya merupakan dampak dari persoalan yang lebih mendasar: tata kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan yang sempit bertemu dengan beban kawasan yang tinggi, buruknya sistem drainase, ruang resapan yang sedikit, alih fungsi zona, serta kawasan pemukiman yang terus menjadi padat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan yang paling membuat pikiran saya tambah ruwet adalah kehidupan setelah hari kerja. Ketika akhir pekan tiba, saya justru harus bertandang jauh ke Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan hanya untuk mencari ruang terbuka hijau yang layak. Saya harus naik kendaraan, melewati kemacetan, menghabiskan waktu dan tenaga, demi mencari tempat untuk sekadar duduk, berjalan kaki, atau menghirup udara segar. Semua itu karena minimnya ruang terbuka hijau di daerah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangkali memang benar, sebagai penghuni Cengkareng, saya harus belajar legowo dan nrimo ing pandum selama tinggal dan mencari uang di daerah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bumi pasundan diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum, maka Cengkareng diciptakan ketika Tuhan sedang cemberut. Atau, jika Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Cengkareng terbuat dari ruwet, semrawut, dan senggol bacok.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Lucky Maulana Azhari<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/nasib-perantau-di-cengkareng-jakarta-barat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pahitnya Nasib Perantau di Cengkareng Jakarta Barat, Rela Jadi Pemulung Demi Makan Tapi Tak Berani Jujur ke Ortu di Kampung<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika bumi pasundan diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum, maka Cengkareng diciptakan ketika Tuhan sedang cemberut.<\/p>\n","protected":false},"author":2796,"featured_media":414849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34584,34586,34585],"class_list":["post-414780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cengkareng","tag-cengkareng-itu-di-mana","tag-kemacetan-cengkareng"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2796"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=414780"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414850,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414780\/revisions\/414850"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/414849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=414780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=414780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=414780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}