{"id":414451,"date":"2026-08-20T08:36:36","date_gmt":"2026-08-20T01:36:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=414451"},"modified":"2026-08-19T11:38:25","modified_gmt":"2026-08-19T04:38:25","slug":"stasiun-gubeng-surabaya-stasiun-paling-membingungkan-dan-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-gubeng-surabaya-stasiun-paling-membingungkan-dan-menyebalkan\/","title":{"rendered":"Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang tidak mengenal Stasiun Gubeng. Stasiun terbesar di Jawa Timur ini memiliki pesona yang hangat karena menjadi salah satu ikon sejarah dan transportasi paling penting di Surabaya bahkan Jawa Timur. Jadi nggak heran kalo kalian ke Surabaya, turun di Stasiun Gubeng terasa seperti gerbang utama memasuki Kota Pahlawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuman, segala kehangatan tadi rasa-rasanya hanya mengendap di dalam stasiun saja. Karena saat kalian keluar dari stasiun dan ingin melanjutkan perjalanan, ada satu hal yang mengganjal dan makin menyebalkan bagi diriku orang Surabaya ataupun teman-temanku dari kota lain ketika mereka singgah di sini: akses transportasi umumnya itu loh yang belum terintegrasi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai di Stasiun Gubeng, bukannya lega, malah jadi bingung harus berjalan ke mana. Beberapa kali temanku dari Jakarta, selalu minta langsung dijemput di stasiun saja daripada harus mandiri naik transportasi umum. Katanya dengan cengengesan, karena ini di Surabaya, lebih baik dirinya merepotkan teman sendiri daripada nyasar dan merepotkan lebih banyak orang, sialan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Selamat datang di Stasiun Gubeng, silakan cari sendiri transportasi lanjutannya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stasiun Gubeng berada di lokasi strategis dan menjadi salah satu stasiun dengan volume pengguna tertinggi di area VIII Surabaya, melayani hingga 1 juta pengguna. Data tersebut menunjukan Stasiun Gubeng termasuk stasiun tersibuk di Jawa Timur. Tapi yang sering kali orang lupakan adalah, stasiun bukanlah tujuan akhir perjalanan para pengguna, stasiun hanyalah perantara. Selebihnya paling penting yaitu soal first mile dan last mile.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi diriku, mungkin aku sudah cukup mengenal rute transportasi umum semacam Suroboyo Bus, feeder Wira-wiri atau Trans semanggi, ya karena asli Surabaya dan sering memakainya. Tapi bagi mereka yang baru pertama kali ke Kota Pahlawan, apalagi dengan budget ngepres, pastinya keringat dingin menanti dan plonga-plongo adalah keniscayaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minimnya informasi yang tersedia di Stasiun Gubeng seperti peta rute transportasi umum, arah halte dan informasi moda, menurutku juga menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi. Tapi hal ini tentunya perlu sinergi lintas instansi. Ketika signage transportasi umum gampang ditemui, itu akan jauh lebih memudahkan pengguna daripada harus bernego dengan ojek pengkolan, yang sekali getok harga bisa bikin mengumpat berkali-kali.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dua pintu keluar Gubeng, dua-duanya bikin istighfar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, Stasiun Gubeng itu punya dua akses keluar, yaitu Gubeng Lama dan Gubeng Baru. Kalau kalian ingin turun dan lebih dekat dengan pusat kota ataupun arah Surabaya Barat, bisa pilih Gubeng Lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi masalahnya, akses menuju transportasi umum terdekat masih mengharuskan kita jalan kaki sekitar 350 meter untuk mencapai bus stop feeder FD2 dan FD7. Nah, kalau mau naik bus besar seperti Trans Semanggi K2, kita harus jalan kaki sekitar 550 meter menuju Halte Pemuda. Sementara kalau mau naik Suroboyo Bus R1 tujuan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Terminal_Purabaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Bungurasih<\/a>, kita harus jalan lebih jauh lagi. Yaaa sekitar 1 kilometer menuju Halte Pangsud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kalau kalian habis naik kereta Sri Tanjung dari Jogja, dengan kursi tegaknya yang bikin punggung meronta-ronta, lalu turun di Gubeng dan masih harus jalan kaki sejauh 1 kilometer. Apakah ini sebuah pengalaman yang menyenangkan atau selipan itinerary jalan sehat? Belom lagi, kalo kalian bawa koper, sedang hamil atau kalian bersama lansia dan teman disabilitas. Jarak sejauh itu tentu akan jauh lebih sulit dijangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana dengan Gubeng Lama? apakah lebih baik dari Gubeng Baru? Sedikit iya, tapi juga nggak. Memang di Gubeng Baru sudah tersedia bus stop feeder FD7 &amp; FD10. Tapi tetap saja kalo ingin mengakses bus besar semacam Trans semanggi, kalian harus jalan kaki sekitar 5 menit dengan melewati jalanan tanpa trotoar dan mblusuk-mblusuk, apalagi kalo malam anggak kurang nyaman disana.<\/span><\/p>\n<h2><b>Seharusnya tak hanya jadi tempat berhentinya kereta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku kadang iri dengan orang-orang Jakarta. Walaupun harus berdesak-desakan di KRL ataupun TransJakarta, setidaknya ramainya transportasi umum di sana menunjukkan bahwa demand masyarakat terhadap transportasi umum memang tinggi. Setidaknya, ketika keluar dari stasiun dan harus berganti moda, mereka tidak perlu terlalu banyak plonga-plongo. Jalur perpindahannya relatif mudah ditemukan, informasi rute juga tersedia dengan jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan di Surabaya? Sudah tentu ngendas pol. Padahal, Stasiun Gubeng seharusnya bisa menjadi contoh keberhasilan integrasi transportasi di Surabaya. Stasiun ini sudah punya kereta antarkota, commuter line, feeder, hingga berbagai layanan bus kota. Tapi kenapa sampai sekarang berbagai moda transportasi umum yang sudah ada belum terasa seperti satu kesatuan? Mosok kalah sama rujak cingur?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di sinilah Pemerintah Kota Surabaya perlu lebih hadir. Bukan sekadar menyediakan moda transportasi, tetapi memastikan moda-moda tersebut benar-benar mudah digunakan dan saling terhubung. Sebab, integrasi dan kemudahan menggunakan transportasi umum bukan sekadar soal kenyamanan hari ini, melainkan investasi bagi masa depan sebuah kota.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Aditya Ikhsan Pradipta<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/ketimpangan-di-stasiun-gubeng-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Gelap Stasiun Gubeng yang Merupakan Jantungnya Perkeretaapian di Jawa Timur<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stasiun Gubeng seharusnya bisa menjadi contoh keberhasilan integrasi transportasi di Surabaya. Nyatanya sih, malah sebaliknya.<\/p>\n","protected":false},"author":2738,"featured_media":414620,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34561,19688,34563,34562],"class_list":["post-414451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-stasiun-di-surabaya","tag-stasiun-gubeng","tag-terminal-bus-di-stasiun-gubeng","tag-transportasi-umum-di-stasiun-gubeng"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2738"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=414451"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414622,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/414451\/revisions\/414622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/414620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=414451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=414451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=414451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}