{"id":413980,"date":"2026-08-13T12:28:58","date_gmt":"2026-08-13T05:28:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=413980"},"modified":"2026-08-13T12:28:58","modified_gmt":"2026-08-13T05:28:58","slug":"sisi-lain-kehidupan-warga-surabaya-utara-orang-yang-klemar-klemer-tidak-cocok-di-sini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-lain-kehidupan-warga-surabaya-utara-orang-yang-klemar-klemer-tidak-cocok-di-sini\/","title":{"rendered":"Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak akan menyangkal kalau Surabaya Utara sering disebut dunia lain dari Kota Surabaya. Setiap pandangan tentang kota ini kadang memang akan dijungkirbalikkan oleh realita yang ada di bagian utaranya. Kondisi jalanan, kebersihan, kerapian, sampai<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-ke-surabaya-utara-saat-siang-hari-bikin-emosi\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">cuaca panasnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pun sangat berbeda dengan daerah Surabaya lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bukan itu saja yang membuat Surabaya Utara terasa berbeda. Bagi saya, daerah yang dikenal sebagai pusat perantau Madura ini, masyarakatnya punya aturan hidup yang berbeda pula. Nah, kalian-kalian yang hidupnya lebih suka leha-leha agaknya tidak akan bisa bertahan lama di sini. Lebih lanjut, berikut saya jelaskan bagaimana sisi lain menjadi perantau di Surabaya Utara.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Surabaya Utara bukan tempatnya pengangguran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya ada dua alasan seseorang memilih merantau ke negeri orang, kalau nggak belajar ya mencari penghasilan. Nah, demikianlah di Surabaya Utara. Sebagai daerah pusat perantau, hidup dan tinggal di Surabaya sebagai pengangguran ibarat sebuah beban. Lebih baik pulang saja ke kampung halamannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, orang-orang sekitar tidak akan canggung menyindir para pengangguran ini. Umumnya, yang nganggur-nganggur itu akan disebut bikin sesak Surabaya saja. Yah, aslinya kita tak perlu heran dengan fenomena ini. Ketika distribusi ekonomi itu nggak merata, artinya saat yang lain lagi sibuk kerja meski tetep nggak kaya, eh di sudut lain ada yang cuma leha-leha, maklum jika ada yang mudah merasa tak diuntungkan. Hehehe!<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Di Surabaya Utara, waktu benar-benar adalah uang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saya bahasakan sendiri, warga Surabaya Utara itu adalah warga yang sibuk tapi santai. Nggak boleh ada waktu terbuang sia-sia di sana, tapi tak perlu sampai ngotot juga. Misalnya, saat dulu saya tinggal di daerah Simolawang. Ibu-ibu di sana, di samping punya pekerjaan tetap, mereka punya pekerjaan lain yang diisi di waktu-waktu luang. Misal saat malam hari, banyak dari mereka mengambil bawang dari<\/span><a href=\"https:\/\/projectarek.id\/cerita-foto\/para-puan-pengupas-harapan\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Pasar Pabean<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendapat upah dengan mengupaskan kulitnya. Mereka mengerjakannya sama-sama sambil bercengkerama. The real sibuk, tapi tetap santai menjalani hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, ya nggak semua harus santai, di Surabaya Utara pun kadang kita perlu sat-set sat-set.Kalau tidak, kita hanya akan menyusahkan diri kita, mungkin juga orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, waktu itu saya tinggal di salah satu gang di Simolawang yang diisi sekitar 30 sampai 40 orang. Di sana, hanya ada 4 kamar mandi dengan satu sumur. Nah, jadi kalau tidak mau antre, kita sudah harus mandi sejak pagi-pagi sekali. Matahari terbit dikit saja, kita bisa telat bekerja karena antre mandi. Atau kalau mau, mandi bareng-bareng di sumur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hmmm, jadi kalau mau jadi warga Surabaya Utara harus sat-set sat-set wat-wet wat-wet ya!<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Kamar sepetak harus siap diisi lima orang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak dari perantau Madura di Surabaya Utara merupakan kelas menengah ke bawah. Jika bernasib untung, dalam beberapa tahun ekonomi mereka bisa berubah sedikit lebih baik. Kalau sudah demikian, kadang orang Madura akan mengajak saudara atau tetangganya untuk ikut merantau di Surabaya, kadang pula tetangganya ini yang memang meminta sendiri untuk diajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, inilah yang jarang dibicarakan orang-orang. Orang Madura tidak keberatan membawa saudaranya untuk ikut berusaha mengubah nasib di rantauan. Bahkan orang tua saya dulu, kontrakan yang ukurannya 4&#215;6 meter diisi oleh 5 orang, termasuk sepupu saya. Jadi kalau saya dulu berlibur ke Surabaya Utara, kadang orang tua saya mengalah buat tidur di luar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi itu tidak terjadi pada saya saja kok, rata-rata yang lain juga seperti itu. Bahkan, ada yang diisi dua kepala keluarga. Kontrakan yang kecil itu masih dibagi lagi jadi dua di dalamnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Orang punya jamnya masing-masing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, saya sempat menulis kalau Surabaya Utara itu siangnya sangat sibuk. Tapi, itu tak semuanya seperti itu kok. Jika kita masuk ke permukiman warga, nuansanya sangat berbeda jauh. Di rumah-rumah kontrakan, situasinya tenang dan nyaman. Sebetulnya tetap banyak orang di pinggir-pinggir gang, tapi mereka tak sampai membuat keramaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, hal ini karena orang Surabaya Utara paham kalau mereka punya jadwal kesibukan masing-masing. Ada yang kerjanya pagi, siang, sore, atau malah malam, sehingga mereka pun punya waktu istirahat yang berbeda-beda. Jadi, aktivitas kita pun juga jangan sampai mengganggu orang yang sedang istirahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya memang ada sih momen semua orang sangat sibuk, yakni pas pagi. Orang antre mandi, masak, berangkat pasar, nganter anak sekolah, dan lain sebagainya. Selain pagi, full suasananya tenang dan nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian sisi lain yang saya dapat dari pengalaman hidup di Surabaya Utara dulu. Saya menulisnya karena ternyata tidak ada yang berubah dari hal itu setelah kemarin saya ke sana. Yah, kadang saya merindukan suasana Surabaya Utara, tapi kadang pula prihatin sama mereka. Saya harap, semua pejuang di Surabaya Utara bisa mengubah nasibnya lebih baik!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-kawasan-surabaya-utara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dilema Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nah, kalian-kalian yang hidupnya lebih suka leha-leha agaknya tidak akan bisa bertahan lama di Surabaya Utara.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":259899,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[5020,34486,34485,22897],"class_list":["post-413980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-madura","tag-perantau-dari-madura","tag-sisi-gelap-surabaya-utara","tag-surabaya-utara"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=413980"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414032,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413980\/revisions\/414032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=413980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=413980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=413980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}