{"id":413974,"date":"2026-08-13T14:01:49","date_gmt":"2026-08-13T07:01:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=413974"},"modified":"2026-08-13T14:01:49","modified_gmt":"2026-08-13T07:01:49","slug":"jalan-merdeka-bandung-jalan-yang-menjajah-karena-bikin-warganya-tersiksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-merdeka-bandung-jalan-yang-menjajah-karena-bikin-warganya-tersiksa\/","title":{"rendered":"Jalan Merdeka Bandung, jalan yang &#8220;menjajah&#8221; karena bikin warganya tersiksa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini saya sering kali merenung tiap kali harus melewati Jalan Merdeka di Kota Bandung. Dulu, ketika sesekali melewati jalan ini untuk tujuan jalan-jalan di akhir pekan, Jalan Merdeka selalu terdengar megah di telinga saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak? Di jalan inilah jantung kota berdetak. Ada Balai Kota Bandung, Taman Sejarah, Taman Vanda, Gramedia, mal legendaris BIP, hingga SDN 001 Merdeka yang merupakan salah satu sekolah tertua di kota ini. Jalan ini dulunya memang ikon modernisasi kota pada masa kolonial Belanda. Kesannya elegan, sejuk, dan teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, romantisasi itu hancur berantakan sejak saya pindah kerja dan mengharuskan saya menyisiri Jalan Merdeka Bandung setiap pagi. Bagi kami, para pekerja kelas menengah yang jam 7 teng harus sudah absen fingerprint di kantor, melewati Jalan Merdeka di pagi hari adalah sebuah siksaan batin. Jangankan merasa &#8220;merdeka&#8221;, yang ada jalan ini malah menjajah kewarasan kami sebelum jam kerja dimulai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan Merdeka macet tiap pagi karena antrean drop-off sekolah elit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu ketika lewat sini untuk sekadar main, lalu lintasnya terasa biasa saja. Tapi sekarang, karena dilalui pada jam berangkat kerja, baru terasa macetnya yang minta ampun. Macet ini adalah akumulasi dari banyak hal: durasi lampu merah yang lumayan memakan waktu, hingga palang pintu kereta api yang kalau sudah tertutup bisa menyita waktu tunggu 3 sampai 5 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi ditambah jejeran mobil-mobil yang antre mengantarkan anak-anaknya ke sekolah elit seperti <a href=\"https:\/\/smasta.santa-angela.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Santa Angela<\/a> dan SDN 113 Banjarsari. Padahal, Jalan Merdeka Bandung ini secara dimensi sangat lebar, mungkin bisa muat empat bus besar berjejer sekaligus. Namun, selebar apa pun jalannya, tetap saja percuma kalau sebagian lajurnya diokupasi oleh kemacetan pagi hari. Benar-benar tidak ada kemerdekaan bagi pekerja yang diburu waktu absen.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lampu kilat e-tilang yang menyilaukan mata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, lampu kilat dari kamera e-tilang (ETLE) yang terpasang di sekitar Balai Kota dan Polrestabes ini benar-benar mengganggu kenyamanan berkendara. Niatnya mungkin bagus untuk penegakan hukum, tapi eksekusinya bikin sakit mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir setiap detik, kilauan cahaya dari kamera itu menyambar pengendara seperti blitz kamera paparazzi di red carpet. Alih-alih merasa diedukasi, cahaya silau itu justru lebih ampuh mengganggu konsentrasi dan merampas kebebasan warga untuk berkendara dengan nyaman, apalagi kalau cuaca sedang mendung atau gelap.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan Merdeka Bandung, jalan estetik yang penuh tambalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja Jalan Merdeka ini termasuk jalan ikonik di Kota Bandung karena cukup estetik. Paduan gedung-gedung modern ditambah masih asri oleh pohon di taman balai kotanya. Namun, ketika melihat ke bawah, beberapa titik di Jalan Merdeka ini dipenuhi tambalan aspal yang tidak rata. Usut punya usut, tambalan ini adalah bekas proyek pemindahan kabel ke bawah tanah (ducting), perbaikan saluran drainase, dan entah proyek apa lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pun alasannya, pemangku kebijakan sudah sepatutnya mengembalikan kondisi Jalan Merdeka Bandung menjadi mulus dan layak dikendarai. Tidak bisa dimungkiri, jalanan yang bergelombang dan rusak ini bukan cuma merenggut kenyamanan, tapi juga membahayakan nyawa pengendara roda dua. Masa iya Jalan Merdeka yang berada tepat di depan kantor pusat pemerintah ini dibiarkan keriting?<\/span><\/p>\n<h2><b>Nama yang ironis dengan risiko kecelakaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya saja Jalan Merdeka, tapi nyatanya jalan ini tidak memerdekakan pengendaranya dari risiko maut. Belum lama ini pada dini hari, terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan seorang anggota Polrestabes Bandung tepat di jalan yang masuk kawasan Kecamatan Sumur Bandung ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar, kecelakaan tersebut disebabkan oleh pengemudi mobil yang sedang dalam pengaruh alkohol. Namun, peristiwa itu seolah menjadi pengingat yang pahit: di jalan yang menyandang nama paling sakral bagi bangsa ini, keselamatan warga dan aparatnya sendiri justru masih rentan terenggut oleh ketidaktertiban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melewati Jalan Merdeka Bandung di pagi hari adalah sebuah pengingat bahwa kemerdekaan sejati warga kota belum sepenuhnya tercapai. Kita mungkin sudah lama merdeka dari penjajah asing, tapi kita masih dijajah oleh kemacetan drop-off sekolah, silau lampu kamera tilang, jalanan tambal sulam bekas proyek, dan ancaman pengendara ugal-ugalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ke depannya, Pemkot Bandung perlu mempertimbangkan untuk mengganti nama jalan ini pada jam 06.00 hingga 08.00 pagi. Jangan sebut Jalan Merdeka, sebut saja Jalan Ujian Kesabaran. Biar kami, para pekerja yang lewat sana, lebih legowo menerima nasib.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Handri Setiadi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-nama-jalan-di-bandung-yang-susah-diucapkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Nama Jalan di Bandung yang Susah Diucapkan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melewati Jalan Merdeka Bandung di pagi hari adalah sebuah pengingat bahwa kemerdekaan sejati warga kota belum sepenuhnya tercapai.<\/p>\n","protected":false},"author":1354,"featured_media":414056,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34491,10905,34492,34493],"class_list":["post-413974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-merdeka-bandung","tag-kota-bandung","tag-sekolah-di-jalan-merdeka-bandung","tag-titik-kemacetan-kota-bandung"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1354"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=413974"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413974\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414058,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413974\/revisions\/414058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/414056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=413974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=413974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=413974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}