{"id":413894,"date":"2026-08-12T14:57:25","date_gmt":"2026-08-12T07:57:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=413894"},"modified":"2026-08-12T14:57:25","modified_gmt":"2026-08-12T07:57:25","slug":"dibanding-sound-horeg-voli-tarkam-jauh-lebih-masuk-akal-buat-event-agustusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dibanding-sound-horeg-voli-tarkam-jauh-lebih-masuk-akal-buat-event-agustusan\/","title":{"rendered":"Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jelas bahwa sound horeg jauhhh lebih nggak berfaedah dibandingkan lomba voli tarkam<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap memasuki bulan Agustus, kemeriahan menyongsong Hari Kemerdekaan terasa di semua wilayah Indonesia. Dekorasi merah putih menghiasi setiap jalan di kampung. Warga pun ikut semangat berpartisipasi pada lomba-lomba yang diadakan oleh pemuda karang taruna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lomba-lomba yang khas dilaksanakan menjelang 17 Agustus ini wajar dan biasa dilakukan di sebagian besar tempat di Indonesia. Tapi di Jawa Timur, lomba-lomba seperti itu kini malah menjadi ekspektasi semata, karena realitanya mereka dikelilingi oleh sound horeg yang akan menemani Agustusan mereka selama sebulan penuh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sound horeg, katanya berfaedah untuk pedagang, nyatanya ditolak warga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melihat<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DbsvDQ0GWTa\/?igsh=bnkzcmk2eTZjYmJi\"> <span style=\"font-weight: 400;\">postingan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> jadwal karnaval sound horeg selama bulan Agustus di Malang Raya. Di postingan tersebut, pro kontra mewarnai kolom komentar. Komentar-komentar warga yang kontra terhadap sound horeg langsung dibalas dan dibantah oleh mereka yang pro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang warga mempertanyakan kenapa Pemerintah Kabupaten Malang mengizinkan event sound horeg yang menurutnya nggak bermanfaat, mengganggu kenyamanan, dan pasti nggak minta izin terlebih dulu dari warga setempat. Komentar ini berbuah balasan dari warga yang pro dengan mengatakan bahwa acara sound horeg bermanfaat, khususnya untuk pedagang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalau pengin mengadakan acara Agustusan yang bermanfaat juga bagi pedagang, masih ada lomba-lomba lain, lho. Sebut saja pertandingan voli tarkam. Ini sudah jelas bakal mendatangkan keuntungan bagi pedagang tanpa merusak pendengaran warga lokal.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jelas voli tarkam lebih berfaedah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Voli tarkam yang melibatkan banyak kampung sudah pasti akan menarik keinginan banyak orang untuk ikut nonton. Ratusan, bahkan ribuan orang bakal berkumpul di lapangan untuk mendukung kampungnya masing-masing. Apa iya kegiatan seramai ini nggak akan mengundang pedagang untuk berdatangan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pertandingan ramai, tentu penonton, bahkan juga pemain dan panitia juga butuh es teh, gorengan, kopi, bahkan mi instan. Dengan begitu pedagang kaki lima maupun warung di sekitar lapangan akan ikut untung. Pedagang mainan anak-anak juga pasti akan kecipratan berkahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pertandingan voli tarkam adalah hiburan yang uangnya \u201cmuter\u201d di kampung sendiri, alias menguntungkan warga itu sendiri. Uang yang menjadi modal untuk Agustusan dipakai untuk sewa lapangan, konsumsi pemain, hadiah, dan sound system. Nggak kayak mengundang tukang sound horeg yang bukan bagian dari warga, voli tarkam justru memberdayakan warga kampung sendiri dengan menghidupkan ekonominya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba bayangkan, akan ada berapa banyak rumah tangga yang ekonominya ikut berputar dengan diadakannya voli tarkam? Sekarang, bandingkan dengan sewa sound horeg yang (menurut postingan yang saya sebutkan di atas tadi) menuntut warga ikutan patungan padahal warga sudah menyatakan nggak suka dengan sound horeg. Opsi kedua malah bikin ekonomi warga buntung alih-alih untung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Voli tarkam bikin warga senang, sound horeg bikin warga musuhan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu pertandingan voli tarkam akan menjadi acara sosial bagi banyak orang. Bukan hanya pemain, tapi semua warga lintas usia, pekerjaan, dan latar belakang ikut menikmati pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Voli tarkam juga bukan hiburan yang pasif karena warga terlibat di semua bagian pertandingan. Ada yang ikut tanding, jadi panitia, jualan, maupun tim hore. Semua peran itu penting. Dengan begitu ada rasa memiliki acara bagi warga yang terlibat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga memang akan bermusuhan, tapi itu cuma saat pertandingan. Saat mendukung kampung masing-masing, kampung lawan pasti akan dianggap musuh. Tapi percayalah, setelah pertandingan berakhir, warga pasti bakal balik ketawa-ketiwi lagi sambil ngobrol sama temannya dari kampung lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bandingkan dengan karnaval sound horeg, ya. Warga sekadar dilibatkan saat penarikan iuran untuk sewa sound. Saat warga menolak dan memberi masukan, justru mereka diserang oleh kaum pencinta sound horeg. Apa iya kondisi kayak gini akan membuat warga senang dan punya rasa memiliki terhadap acara Agustusan di kampung mereka? Justru yang seperti ini akan menciptakan konflik antarwarga.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kudunya bersatu, malah berseteru<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya konflik antarwarga, konflik vertikal antara warga dengan pejabat setempat, seperti lurah, camat, dan kapolsek juga rentan terjadi. Ini karena izin penyelenggaraan karnaval sound horeg melibatkan pejabat setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara menjelang 17 Agustus yang harusnya didasari oleh semangat persatuan eh malah warganya saling bermusuhan gara-gara sound horeg. Hadehhh, seandainya pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan lihat, pasti mereka sudah pada tepuk jidat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jelas bahwa sound horeg jauhhh lebih nggak berfaedah dibandingkan lomba voli tarkam. Bahkan saya belum menjelaskan dari segi kesehatan lho. Sound horeg jelas bikin kualitas pendengaran turun serta serta mengganggu warga segala usia, apalagi bayi dan lansia yang mana merupakan kelompok rentan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu di voli tarkam, warga berolahraga, bergerak, dan bercengkerama dengan warga lain. Sudah pasti voli tarkam juga menang telak dari segi kesehatan fisik dan psikis.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dua-tahun-di-malang-saya-masih-tidak-bisa-menerima-sound-horeg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah jelas bahwa sound horeg jauhhh lebih nggak berfaedah dibandingkan lomba voli tarkam. Nggak usah didebat ini mah.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":413906,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13078],"tags":[],"class_list":["post-413894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=413894"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":413913,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413894\/revisions\/413913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/413906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=413894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=413894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=413894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}