{"id":413715,"date":"2026-08-11T13:16:20","date_gmt":"2026-08-11T06:16:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=413715"},"modified":"2026-08-11T13:16:20","modified_gmt":"2026-08-11T06:16:20","slug":"5-penderitaan-jadi-peneliti-lapangan-yang-nggak-kelihatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-penderitaan-jadi-peneliti-lapangan-yang-nggak-kelihatan\/","title":{"rendered":"5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena isinya jalan-jalan dan dibayar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, enak banget ya kerjanya jalan-jalan terus, dibayarin kantor lagi\u201d. Jujur, kalimat itu sudah bukan lagi ucapan basa-basi. Itu sudah jadi makanan sehari-hari setiap kali saya atau teman-teman peneliti lapangan memberitahu apa pekerjaan kami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang melihat pekerjaan peneliti lapangan melalui sudut pandang yang mereka lihat di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/eksistensi-media-sosial-adalah-sumber-penghancur-kemesraan-umat-manusia-dengan-buku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">media sosial<\/a>. Mereka mengira peneliti lapangan itu bak pekerjaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jackpot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kami dianggap sebagai manusia-manusia paling beruntung yang bisa keliling Indonesia, dari ujung Sumatra hingga pedalaman di Papua, tanpa perlu pusing memikirkan harga tiket pesawat atau biaya penginapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Narasi \u201ckenikmatan\u201d inilah yang sangat menyebalkan dan akhirnya menutupi realita sebenarnya di lapangan. Orang-orang hanya melihat foto kami tersenyum dengan latar pemandangan alam yang indah, tapi mereka tidak tahu dan tidak ingin tahu apa yang terjadi sebelum dan sesudah foto itu diambil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian para mahasiswa tingkat akhir atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fresh graduate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mau pengin meniti karier sebagai peneliti lapangan, sebaiknya kalian membaca tulisan ini sampai habis. Pahami bahwa setiap pekerjaan, sekeren apa pun kelihatannya, selalu punya sisi gelap atau sisi nggak enak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut 5 penderitaan hakiki menjadi peneliti lapangan yang akan meruntuhkan ekspektasi kalian.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Jalan-jalan hanyalah sebuah omong kosong bagi peneliti lapangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti lapangan dalam proses pengambilan data mengharuskan bepergian ke berbagai daerah, itu fakta. Tapi, kalau berpergian itu disamakan dengan \u201cjalan-jalan\u201d atau liburan bergaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, itu adalah omong kosong yang perlu dibantah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bayangan banyak orang, ketika kami ditugaskan ke berbagai daerah, kami akan duduk manis, bersantai di pinggir pantai, sambil menikmati minuman kelapa muda. Kenyataannya, nkami harus bepergian menuju desa yang jaraknya lebih dari tiga jam dari pantai. Tidak jarang harus berpanas-panasan mencari rumah narasumber dari ujung ke ujung RT, dan harus mengatur kegiatan <\/span><a href=\"https:\/\/telkomuniversity.ac.id\/pengertian-tujuan-focus-group-discussion-fgd-dan-tahapannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">FGD<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> agar lancar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadwal kami di lapangan itu sangat padat, mulai dari pagi buta hingga malam hari, bahkan sekedar bengong saja, isi kepala kami tetap bekerja memahami temuan lapangan. Hotel atau penginapan buat kami bukanlah tempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">staycation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, melainkan murni hanya sebagai tempat untuk menumpang mandi, menaruh barang, dan pingsan tertidur karena kelelahan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Peneliti lapangan harus terbiasa dengan perjalanan yang menyiksa fisik\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini perlu saya tegaskan, jangan bayangkan perjalanan kami selalu mulus layaknya pejabat yang naik pesawat kelas bisnis lalu dijemput mobil ber-AC. Sering kali, lokasi penelitian kami berada di area sulit dijangkau oleh akal sehat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/google-maps-ternyata-juga-hobi-ngeprank\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google Maps<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencapai satu lokasi, kami bisa menghabiskan waktu berhari-hari di jalan. Kami harus terbiasa dengan guncangan mobil yang melewati jalanan rusak atau tanah berlumpur, terombang-ambing ombak belasan saat menaiki kapal laut atau harus memberanikan diri menaiki kapal kayu kecil untuk menyusuri aliran sungai, hingga berjalan kaki menembus hutan atau mendaki bukit karena akses kendaraan terputus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Badan pegal, masuk angin, mabuk perjalanan, hingga asam lambung naik karena telat makan adalah sahabat sejati kami.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Laporan yang menumpuk telah menanti<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang berpikir bahwa penderitaan kami selesai ketika kami pulang dari lapangan. Sayangnya, itu hanya sebuah imajinasi. Masa pengambilan data justru baru pemanasan. Tantangan sesungguhnya dimulai ketika kami kembali ke kantor atau rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam tas kami, tersimpan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">voice recorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berisi puluhan jam rekaman wawancara atau lembar kerja hasil kegiatan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">FGD<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Dan tebak siapa yang harus merapihkan itu semua? Ya, kalian benar sekali, kami sendiri. Proses ini menguras tenaga karena harus mendengarkan ulang hasil rekaman. Memang zaman sekarang ada bantuan AI, tapi sayangnya teknologi juga masih banyak luputnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Belum lagi kami harus merapikan catatan lapangan, Menyusun kodifikasi data, dan menulis laporan tebal dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/waktu-hanyalah-sebuah-persepsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tenggat waktu (<\/a><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deadline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang selalu terasa mencekik leher. Pulang dari lapangan pada akhirnya bukan waktunya istirahat, tapi waktu berduaan dengan laptop kesayangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Peneliti lapangan kehilangan waktu bersama keluarga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penderitaan satu ini dampaknya lebih ke arah emosional. Menjadi peneliti lapangan berarti harus menerima untuk menjual waktu kita. Pergi ke lapangan itu bukan hanya hitungan satu atau dua hari, melainkan bisa berminggu-minggu, bahkan ada rekan yang harus berbulan-bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami terpaksa merelakan rutinitas akhir pekan bersama keluarga, kehilangan momen nonton bareng bersama pasangan, atau melewatkan waktu bermain dengan anak di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, saat kami sedang ingin berkomunikasi dengan orang rumah, sinyal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">provider<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di lokasi penelitian justru tidak bersahabat atau tidak ada sama sekali, membuat sekedar <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/video-call-di-tengah-keramaian-adalah-bentuk-komunikasi-yang-sia-sia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">video call<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau berkirim pesan teks pun susahnya pakai banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit yang jeda antara satu daerah ke daerah lain hanya hitungan hari. Baru sampai rumah, harus siap-siap pergi kembali. Begitu kami pulang ke rumah, ada perasaan asing, seolah-olah kehidupan di rumah sudah berjalan jauh ke depan sementara kami tertinggal karena terlalu lama hidup berpindah-pindah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Tidak ada saat hal penting terjadi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah penderitaan puncak yang sering kali menyisakan rasa bersalah yang mendalam. Karena jadwal lapangan sering kali sudah dikunci jauh-jauh hari dan terikat kontrak dengan donor atau instansi, kami tidak punya fleksibilitas untuk tiba-tiba pulang. Percayalah, ini beneran terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada cerita rekan yang harus bersusah payah untuk pulang, saat mendapatkan kabar mertuanya meninggal dunia. Setelah mendapatkan izin pulang lebih awal, tidak langsung memudahkan untuk segera tiba di rumah, tapi harus menghadapi kenyataan perjalanan yang jauh, kehabisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tiket-pesawat-sudah-terlalu-mahal-ini-hitungan-yang-lebih-logis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tiket pesawat<\/a> untuk menuju bandara besar, hingga harus terpaksa menunggu keberangkatan pesawat yang terlambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, dia baru bisa disamping istri setelah dua hari perjalanan. Sebagai peneliti lapangan, harus siap absen di momen-momen krusial orang terdekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, setelah mengetahui 5 hal itu, apakah menjadi peneliti lapangan seburuk itu? Tentu tidak. Terlepas dari 5 penderitaan di atas, pekerjaan ini memberikan kami kekayaan batin luar biasa. Kami bisa mendengar cerita hidup langsung dari mulut masyarakat, melihat realitas Indonesia dari sudut pandang yang paling jujur, dan ikut andil menyatakan masalah di akar rumput.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, glorifikasi \u201cjalan-jalan dibayar\u201d itu harus dihentikan segera. Setiap pekerjaan apapun itu, menuntut mental baja, fisik yang Tangguh, dan kesabaran ekstra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Ilham<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-jadi-surveyor-dikira-minta-sumbangan-sampai-jualin-produk\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman Jadi Surveyor: Dikira Minta Sumbangan Sampai Jualin Produk.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerja sebagai peneliti lapangan sering dikira enak karena bisa jalan-jalan dan dibayar. Padahal, di balik itu banyak juga penderitaannya. <\/p>\n","protected":false},"author":3019,"featured_media":413743,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[16864],"tags":[4642,34457,7020,34456,8882,34455],"class_list":["post-413715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-bekerja","tag-kerjaan","tag-lapangan","tag-pekerjaa","tag-peneliti","tag-peneliti-lapangan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3019"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=413715"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":413746,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/413715\/revisions\/413746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/413743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=413715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=413715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=413715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}