{"id":412514,"date":"2026-08-02T14:28:30","date_gmt":"2026-08-02T07:28:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=412514"},"modified":"2026-08-02T14:28:30","modified_gmt":"2026-08-02T07:28:30","slug":"penebang-pohon-keliling-profesi-yang-kerap-dianggap-sepele","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penebang-pohon-keliling-profesi-yang-kerap-dianggap-sepele\/","title":{"rendered":"Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada profesi di sekitar kita yang ilmunya setara gabungan Fisika Kuantum, Teknik Sipil, dan Ilmu Gaib, penebang pohon keliling adalah jawabannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di lingkungan perumahan atau perkampungan padat, profesi ini punya posisi yang unik. Ia diabaikan ketika segala sesuatu terlihat baik-baik saja. Tapi ketika ada dahan yang mulai terlihat lapuk dan bisa menghancurkan genteng (apalagi kepala orang), maka penebang pohon keliling ini dicari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan gergaji mesin (chainsaw) yang beratnya mirip beban hidup, tambang plastik, dan celana kain lusuh, mereka beraksi merapikan dahan, batang, atau apa pun yang berpotensi membahayakan penghuni dan orang-orang yang melintas di bawah pohon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di balik suara raungan gergaji mesin dan kayu yang tumbang presisi, ada sisi gelap profesi ini yang jarang kita pikirkan. Merekalah orang-orang yang bertaruh nyawa demi uang tak seberapa, berdiri di persimpangan antara perhitungan ketat dan kepercayaan mistis warga setempat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Matematika tingkat tinggi di atas genteng tetangga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang mikir pekerjaan menebang pohon itu gampang: tinggal tempel gergaji, dorong, roboh deh. Padahal, bagi penebang pohon panggilan di pemukiman padat, menebang pohon sebesar pelukan orang dewasa di lahan yang mungil tak ubahnya seperti ujian matematika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah hitung sudut kemiringan sedikit saja, arah jatuh pohon bukan ke tanah kosong, melainkan menimpa genteng atau malah bikin kabel listrik putus. Kalau genteng tetangga pecah, jangankan dapat upah, sang penebang justru harus ganti rugi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka menebang nggak asal nebang. Mungkin ya mereka nggak menghitung pakai rumus matematika apalah itu, tapi pengalaman bertahun-tahun lah yang bikin kalkulasi di kepala.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bayaran penebang pohon keliling yang murah bikin nyawa kayak nggak ada harganya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan risiko yang sebegitu besarnya, berapa sih bayaran mereka?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali, jasa mereka ditawar sadis. Untuk pekerjaan memotong pohon yang memakan waktu seharian di bawah terik matahari, warga tak jarang menawar dengan kalimat membagongkan: &#8220;Halah, cuma motong pohon segini doang masa sampai 500 ribu? Dua ratus ribu aja ya, Pak, kan sekalian lewat.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul, 200 ribu mungkin masih terhitung angka yang besar buat kalian. Tapi, lihat risikonya. Lihat bagaimana mereka bekerja. Jelas itu bukanlah pekerjaan orang-orang yang iseng serta tanpa keahlian. Penebang pohon keliling justru adalah craftsman. Kalian bayar karena benar-benar butuh dan tidak ada yang bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya kadang kepalang butuh, harga tersebut diambil. Meskipun begitu, tolong banget, jangan kalian tawar sadis. Kalian tahu betul risikonya, jadilah manusia yang bermartabat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nego harga sama pemilik, &#8216;nego&#8217; permisi sama &#8216;penghuni&#8217;<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bagian yang paling unik sekaligus bikin dahi berkerut. Di Indonesia, menebang pohon tua\u2014terutama pohon beringin, kamboja, atau randu\u2014tidak hanya berurusan dengan hukum alam, tapi juga hukum gaib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan rahasia lagi kalau penebang pohon keliling sering berhadapan dengan mitos pohon &#8220;ada isinya&#8221;. Sebelum gergaji mesin dinyalakan, ada ritual yang harus dilakukan. Mulai dari menepuk batang pohon tiga kali, mengucap salam, sampai menabur kopi hitam. Atau kadang kemenyan kalau si pemilik rumah bersikeras bahwa pohonnya &#8220;berpenghuni&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, ini dianggap takhayul. Tapi bagi para penebang, ini adalah bentuk penghormatan pada alam (dan cara menenangkan batin sendiri). Pasalnya, kalau gergaji tiba-tiba macet tiga kali berturut-turut atau rantai gergaji terlepas tanpa alasan jelas, secara psikologis mental mereka bertarung. Apakah ini masalah karburator, atau ada &#8220;penghuni&#8221; yang ngamuk karena rumahnya digusur tanpa permisi?<\/span><\/p>\n<h2><b>Penebang pohon keliling, profesi esensial yang tetap terpinggirkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah gempuran modernisasi, peran penebang pohon keliling sejatinya belum tergantikan. Ketika dinas kebersihan kota terlalu sibuk atau mematok birokrasi yang panjang untuk sekadar memangkas dahan rawan tumbang, bapak-bapak inilah yang menjadi first responder warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bekerja tanpa jaminan <a href=\"https:\/\/www.bpjsketenagakerjaan.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BPJS Ketenagakerjaan<\/a>, tanpa alat safety yang layak, dan tanpa kepastian penghasilan harian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, lain kali kalau ada penebang pohon keliling yang lewat di depan rumahmu dan kamu butuh jasanya, tolong jangan ditawar terlalu tega. Uang yang kamu keluarkan bukan cuma untuk membayar bahan bakar gergaji dan tenaga mereka, tapi juga untuk membayar keberanian menantang maut di atas dahan pohon demi memastikan rumahmu aman dari musibah.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Syahrul<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-profesi-yang-kelihatan-gampang-padahal-nggak-segampang-itu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi, lain kali kalau ada penebang pohon keliling yang lewat di depan rumahmu dan kamu butuh jasanya, tolong jangan ditawar terlalu tega.<\/p>\n","protected":false},"author":2736,"featured_media":412645,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[16864],"tags":[34322,34323,34320,34321],"class_list":["post-412514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-gergaji-mesin","tag-jenis-gergaji-mesin","tag-penebang-pohon-keliling","tag-profesi-penebang-pohon"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2736"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=412514"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":412646,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/412514\/revisions\/412646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/412645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=412514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=412514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=412514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}