{"id":411904,"date":"2026-07-30T11:59:26","date_gmt":"2026-07-30T04:59:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=411904"},"modified":"2026-07-30T12:01:59","modified_gmt":"2026-07-30T05:01:59","slug":"hotel-murah-cikarang-cocok-untuk-uji-nyali-daripada-menginap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hotel-murah-cikarang-cocok-untuk-uji-nyali-daripada-menginap\/","title":{"rendered":"Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam"},"content":{"rendered":"<p><em>Jangan mudah percaya hotel murah Cikarang, bisa berakhir zonk seperti yang saya alami.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah lama saya hiatus curhat di Terminal Mojok. Eh, sekalinya nongol seperti sekarang, saya mau cerita tentang kerandoman saya di Cikarang Jawa Barat. Ini lucu sekaligus agak bodoh plus horor. Entah apa yang ada di benak saya saat itu. Hal yang mau saya bagikan adalah pengalaman menginap di sebuah losmen murah yang lebih cocok disebut rumah hantu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya bukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">staycation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sih, lebih pada \u201cterdampar\u201d di daerah industri. Saya sebut begitu biar nggak terlalu nelangsa amat, hehehe. Waktu itu sudah larut malam sekitar pukul 20.00 WIB dan sudah tidak mungkin saya pulang ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terlahir-sebagai-orang-tangerang-adalah-anugerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tangerang<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berpikir panjang, saya putuskan untuk mencari penginapan di sekitar Lippo Cikarang. Saya tidak ada teman atau keluarga yang bisa ditumpangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama hampir 1 jam saya berselancar di aplikasi perjalanan untuk mencari hotel dan akhirnya dapat. Harganya nggak sampai Rp250.000 dengan fasilitas layaknya homestay pada umumnya.<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-aplikasi-booking-hotel-terbaik-mudah-digunakan-dan-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ulasan dari tamu-tamu sebelumnya<\/a> juga tidak ada yang mencurigakan. Plus, beberapa foto yang diberikan tampak biasa saja. Saya langsung pesan hotel murah di Cikarang ini karena sudah lelah letih lesu lunglai. Pengin banget rebahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, inilah yang terjadi ketika saya sudah menginjakkan kaki di hotel yang sampai saat ini bikin kesal kalau diingat.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Lokasinya terletak di deretan ruko spa (mungkin plus-plus)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya naik ojol menuju hotel murah Cikarang yang sudah saya pesan. Saya dibuat bingung karena tidak menyangka lokasinya ada di antara beberapa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-sebaiknya-tidak-dilakukan-tukang-pijat-dari-perspektif-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat pijat<\/a>. Sudah sepi, agak remang-remang pula. Tapi, mau bagaimana lagi, wong saya juga sudah tidak berdaya ingin cepat rebahan. Saya tetap berpikir positif tentang hotel murah ini, mau tidur di mana lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, saya dibuat terkejut oleh bangunan yang lebih mirip kantor tua. Besar, tapi sangat jadul dan tidak ada kehidupan. Masa iya saya saja tamunya? Karena sudah mager menerka-nerka, saya langsung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">check in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan dilayani oleh resepsionis. Wajah dia terlihat agak kaget karena saya datang dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">style<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> gembel dan sendirian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">#<\/span><b>2 Kamar kumuh dan tidak layak ditinggali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat buka pintu kamar, rasanya saya ingin memaki pengelola hotel. Aroma tak sedap langsung menguar dan membuat saya bergidik. Bau apek menyiksa hidung. Gimana saya mau istirahat nyaman di dalam ruangan seperti ini? Selain itu, dinding kamar lembab dengan cat krem yang sudah bopeng di mana-mana. Lantainya juga kotor, sepertinya tidak pernah dibersihkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menerima kondisi ini, saya tarik nafas dalam-dalam sambil duduk di kursi kayu lapuk. Saya menyalakan AC dan kamu tahu, AC-nya hanya mengeluarkan angin panas. Sepertinya lebih baik pakai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kipas-angin-jepit-adalah-jenis-kipas-terbaik-bagi-anak-kos-pemalas-dan-menengah-bawah-seperti-saya\/\">kipas angin<\/a> daripada AC butut begini. Rasa gerah mulai menyiksa dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> epic-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya lagi saya belum mandi, ya tambah risih.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika memutuskan untuk mandi, saya tidak menemukan kamar mandi yang layak. Keran wastafel mati dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shower<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun tidak mengeluarkan air. Lah terus saya harus bersih-bersih pakai apa, air mineral? Tapi saya pun tidak komplain karena sudah tidak bertenaga untuk bergerak lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Vibes hotel Cikarang ini\u00a0 horor, mirip wahana rumah hantu di pasar malam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu saya menginjakkan kaki di lorong hotel, suasana rumah hantu langsung terasa. Lampu yang temaram, bau apek dimana-mana, dan sunyi seperti tak berpenghuni. Entah kenapa bisa ada hotel ini di pinggir jalan raya Cikarang yang ramai hilir mudik kendaraan. Herannya, saya membaca ulasan di aplikasi kok tidak ada yang aneh ya. Hmm\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atmosfer kamarnya pun tidak kalah mencekam. Karpet merah yang melapisi lantai warnanya sudah kusam dan banyak bolong di sana-sini karena kejatuhan abu rokok. Salah satu jendela tidak bisa ditutup, takut banget kalau misalnya tiba-tiba ada penyusup. Kalau kasur sih ya standar, tapi agak lembab dan sepertinya jarang diganti spreinya, entah bekas apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung ada TV yang bisa meramaikan suasana, setidaknya masih ada suara yang bikin otak saya nggak kepikiran ke mana-mana. Pokoknya hotel tua ini lebih mirip wahana rumah hantu di pasar malam dan jauh dari kata layak untuk ditiduri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, kamu tahu, alhasil saya nggak bisa tidur sampai jam 5 subuh lalu memutuskan pulang naik<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/KRL_Commuter_Line\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> KRL<\/a> paling pertama. Yah, semoga pengalaman ini menjadi pertama dan terakhir dalam hidup saya karena sungguh menguras energi dan emosi. Mbok ya tolong dirawat hotelnya meskipun harganya murah tapi jangan sampai jadi murahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rachelia Methasary<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kecewa-liburan-di-lembang-bandung-karena-pemandu-curang\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menginap di hotel Cikarang murah bikin trauma, fasilitas buruk dan suasana horornya lebih mirip tempat uji nyali daripada tempat bermalam.<\/p>\n","protected":false},"author":2858,"featured_media":411954,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[7211,2411,34278,29047,521],"class_list":["post-411904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cikarang","tag-hotel","tag-hotel-cikarang","tag-hotel-murah","tag-krl"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2858"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411904"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411955,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411904\/revisions\/411955"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/411954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}