{"id":411711,"date":"2026-07-28T14:03:15","date_gmt":"2026-07-28T07:03:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=411711"},"modified":"2026-07-28T14:03:15","modified_gmt":"2026-07-28T07:03:15","slug":"4-kebiasaan-warga-jogja-yang-biasanya-menular-ke-pendatang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kebiasaan-warga-jogja-yang-biasanya-menular-ke-pendatang\/","title":{"rendered":"4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja itu bisa dibilang kota yang unik. Bukan karena makanannya yang manis. Tetapi karena banyak kebiasaan-kebiasaan warga Jogja yang jarang ditemukan di kota lain. Dan kebiasaan itu kadang membuat heran para pendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga lokal, saya merasa bahwa kebiasaan yang dilakukan orang Jogja itu lumrah. Tapi setelah banyak bergaul dengan orang luar, ternyata rutinitas warga Jogja dianggap unik oleh pendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan unik dan tak biasa itu secara tidak langsung menular ke mereka. Pasalnya saat melihat teman saya yang sudah lama di Jogja, mereka secara tidak langsung sudah meniru polah warga lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah kebiasaan warga Jogja yang secara tidak sadar diikuti oleh para pendatang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Nggak pernah klakson motor di lampu merah di Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang luar Jogja yang mengagumi kalau di Jogja jarang ada bunyi klakson. Apalagi saat di lampu merah. Lampu merah di kota ini bisa dibilang hening dari bunyi klakson. Menurutnya klakson di Jogja itu fungsinya hanya untuk menyapa teman saat di jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tidak percaya, coba saja sekali-kali bunyikan klakson pas lampu merah. Tak perlu lama, cukup sekali saja. Setelah itu bersiap-siaplah menerima tatapan dari pengendara di kanan, kiri, depan. Bahkan mungkin dari penjual angkringan di pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jogja membunyikan klakson saat lampu masih merah rasanya seperti melanggar kesepakatan yang tak tertulis. Ya ada yang melanggar, pasti, naif kalau bilang bener-bener nggak ada. Tapi itu anomali.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jarang naik motor di atas trotoar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kota-kota yang sibuk dan super padat, naik trotoar itu hal yang biasa. Coba lihat di Jakarta. Di sana trotoar dilewati oleh pengendara motor. Yang bahkan sampai berbaris-baris panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di Jogja naik motor di atas trotoar itu jarang ditemukan. Mungkin kalian akan menemukannya di daerah lampu merah yang sempit macam perempatan SCH, tapi di jalan besar kek Gejayan, jarang banget ditemukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Hobi sarapan soto di Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang orang Jogja itu akrab dengan menu soto dan menjadikannya menu sarapan. Lihat saja warung-warung soto di Kota ini pada pagi hari, pasti ramai pengunjung. Coba cek soto Sarem di UNY sebagai contoh, itu warung nggak pernah sepi sekalipun sudah siang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal di luar Jogja sarapan soto bukan hal yang populer. Banyak menu sarapan lain yang sama juga diminati. Tidak seperti warga Kota Istimewa, yang mayoritas warganya suka sarapan soto. Bahkan di beberapa kota lain soto itu disajikan malam hari. Sebaliknya, makan soto di Kota ini pada malam hari akan dianggap aneh.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Hafal arah mata angin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang Jogja dikenal sering menggunakan arah mata angin sebagai penunjuk jalan. Bisa dibilang ini adalah skill yang hanya dimiliki oleh warga Kota Istimewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDari Tugu ambil arah selatan, nanti ketemu perempatan, terus ke timur sekitar 500 meter\u201d. Begitulah kira-kiranya orang sini memberi petunjuk jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Jogja ini mungkin hal yang biasa. Tapi bagi warga pendatang, hal ini mungkin akan membingungkan. Tenang, buat kalian yang nggak hafal arah angin, cukup liat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gunung_Merapi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merapi.<\/a> Nah, itu utaranya Jogja. Setelah itu, tinggal sesuaikan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau masih kesulitan, duh, skill issue sih itu. Ancer-ancere wae jelas kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah kebiasaan warga lokal yang sukses ditularkan ke pendatang. Beberapa teman saya secara tidak langsung meniru polah warga yang katanya unik itu. Dan bagi saya, pendatang yang tertular tingkah orang lokal termasuk beruntung. Sebab mendapat skill baru yang mungkin akan berguna.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-kini-menjelma-jadi-kota-besar-yang-membosankan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Jogja punya kebiasaan-kebiasaan unik yang biasanya menular ke pendatang yang tinggal di Jogja. Inilah kebiasaannya.<\/p>\n","protected":false},"author":2956,"featured_media":405159,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[23738,115,34243,34244],"class_list":["post-411711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gunung-merapi","tag-jogja","tag-kebiasaan-warga-jogja","tag-warung-soto-di-jogja"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2956"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411711"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411732,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411711\/revisions\/411732"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/405159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}