{"id":411533,"date":"2026-07-27T11:26:48","date_gmt":"2026-07-27T04:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=411533"},"modified":"2026-07-27T11:26:48","modified_gmt":"2026-07-27T04:26:48","slug":"info-tempat-wisata-berbah-sleman-yang-layak-dikunjungi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/info-tempat-wisata-berbah-sleman-yang-layak-dikunjungi\/","title":{"rendered":"5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja"},"content":{"rendered":"<p><em>Sekali-kali cobalah plesir ke Berbah Sleman ~<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar kata wisata Yogyakarta, mungkin yang langsung muncul di pikiran banyak orang adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kabar\/konsep-malioboro-full-pedestrian-bukan-tutup-total-akses-kendaraan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kawasan Malioboro<\/a>, Pantai Parangtritis, Kaliurang, mentok Candi Prambanan. Padahal, provinsi ini punya banyak tempat menarik yang letaknya sedikit tersembunyi dan belum banyak diketahui wisatawan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya adalah wisata Berbah, Sleman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, Berbah mungkin hanya dikenal sebagai daerah yang dilewati ketika ingin menuju kawasan Prambanan atau daerah timur Yogyakarta lainnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, siapa sangka kecamatan yang berada di Kabupaten Sleman ini menyimpan banyak spot plesir menarik? Mulai dari peninggalan sejarah, wisata alam, tempat religi, sampai agrowisata yang dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, wisata di Berbah masih memiliki suasana yang lebih tenang dibandingkan tempat-tempat populer di Yogyakarta. Di sana tidak terlalu penuh dengan keramaian, tidak terlalu banyak hiruk pikuk kendaraan. Berbah Sleman cocok untuk kamu yang ingin mencari tempat untuk melepas penat sambil menikmati suasana khas pedesaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut beberapa tempat wisata di Berbah Sleman yang wajib masuk daftar perjalanan kalian:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Candi Abang, bukit hijau dengan cerita panjang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, Candi Abang mungkin tidak terlihat seperti sebuah candi. Kalau pertama kali datang, banyak orang justru mengira tempat ini hanya sebuah bukit kecil yang dipenuhi rumput hijau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuknya memang cukup unik. Dari kejauhan, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Candi_Abang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Candi Abang<\/a> terlihat seperti bukit alami dengan suasana yang tenang. Apalagi saat musim hujan, hamparan rumput hijau yang menutupi area candi membuat tempat ini terlihat semakin cantik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di balik tampilannya yang sederhana, Candi Abang menyimpan sejarah panjang dari masa Kerajaan Mataram Kuno. Berbeda dengan candi-candi lain di Jogja yang biasanya terbuat dari batu andesit, Candi Abang dibangun menggunakan batu bata merah. Nama &#8220;Abang&#8221; sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal menarik dari tempat ini bukan hanya tentang sejarahnya, tetapi juga suasananya. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar yang masih asri. Hamparan sawah, rumah-rumah warga, dan langit luas membuat tempat ini terasa jauh dari suasana kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kamu yang suka tempat wisata dengan nuansa tenang, pemandangan alami, dan spot foto yang tidak terlalu mainstream, Candi Abang bisa menjadi pilihan menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Datanglah saat pagi atau sore hari. Selain cuacanya lebih nyaman, cahaya matahari juga membuat suasana di sekitar Candi Abang terlihat lebih indah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Lava Bantal Berbah, tempat wisata Berbah Sleman paling unik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak tempat wisata alam di Jogja, tetapi Lava Bantal Berbah punya keunikan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau biasanya wisata alam menawarkan pemandangan gunung, pantai, atau hutan, Lava Bantal justru mengajak pengunjung melihat cerita bumi melalui bebatuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hiburan\/10-wisata-alam-viral-di-jogja-wajib-dikunjungi-saat-musim-liburan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lava Bantal<\/a> berasal dari bentuk batuannya yang menyerupai tumpukan bantal. Batuan tersebut terbentuk dari proses alam jutaan tahun lalu ketika lava gunung api bertemu dengan air laut. Proses pendinginan yang terjadi membuat lava membentuk pola unik seperti bantal-bantal besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang yang baru pertama kali datang, mungkin hanya melihat sungai dengan bebatuan besar. Tetapi jika mengetahui sejarahnya, tempat ini menjadi jauh lebih menarik. Ada cerita panjang tentang bagaimana bumi mengalami perubahan hingga membentuk kawasan seperti yang kita lihat sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memiliki nilai edukasi, Lava Bantal juga menawarkan suasana yang nyaman untuk bersantai. Suara aliran air sungai, pepohonan di sekitar, dan suasana pedesaan membuat tempat ini cocok untuk sekadar duduk menikmati waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat ini juga sering menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin mencari lokasi foto yang berbeda. Tidak harus selalu tempat yang mewah, terkadang suasana alami justru memberikan kesan yang lebih berkesan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Goa Sentono, sudut bersejarah yang masih sepi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbah juga menyimpan tempat bersejarah lain yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Goa Sentono Berbah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan goa pada umumnya yang berupa lorong panjang di dalam tanah, Goa Sentono lebih dikenal sebagai situs peninggalan sejarah berupa ceruk batu yang dibuat pada masa lampau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat ini diperkirakan memiliki hubungan dengan masa Kerajaan Mataram Kuno. Di kawasan ini terdapat beberapa peninggalan yang menunjukkan adanya pengaruh Hindu pada masa tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membuat Goa Sentono menarik adalah suasananya yang masih tenang. Tidak seperti tempat wisata populer yang selalu ramai pengunjung, tempat ini memberikan pengalaman yang lebih sederhana dan dekat dengan sejarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berjalan di sekitar Goa Sentono membuat kita seperti diajak mengenang kehidupan masyarakat masa lalu. Ada rasa penasaran tentang bagaimana tempat ini digunakan pada zamannya dan cerita apa saja yang pernah terjadi di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pecinta wisata sejarah, Goa Sentono bisa menjadi destinasi kecil yang memberikan pengalaman besar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Masjid Sulthoni Wotgaleh, wisata religi Berbah dengan nilai sejarah tinggi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya memiliki peninggalan dari masa kerajaan Hindu-Buddha, Berbah juga memiliki tempat yang berkaitan dengan sejarah Islam di Yogyakarta, yaitu Masjid Sulthoni Wotgaleh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid ini menjadi salah satu tempat bersejarah yang masih digunakan hingga sekarang. Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga memiliki nilai sejarah karena berkaitan dengan perjalanan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerajaan-mataram-islam-dan-misteri-12-nama-kampung-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kerajaan Mataram Islam<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana di sekitar masjid terasa berbeda. Lingkungannya cukup tenang dengan pepohonan yang membuat area sekitar terasa sejuk. Bagi pengunjung yang datang, tempat ini bukan hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga ruang untuk mengenal sejarah dan budaya Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, tempat-tempat seperti ini mengingatkan bahwa perjalanan sebuah daerah tidak hanya terlihat dari bangunan besar, tetapi juga dari tempat sederhana yang menyimpan cerita panjang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Agrowisata Jambu Dalhari, tempat menikmati kesegaran buah lokal\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ingin merasakan wisata yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, Agrowisata Jambu Dalhari bisa menjadi pilihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jambu Dalhari merupakan salah satu buah khas yang banyak dikembangkan oleh masyarakat Berbah. Buah ini memiliki daya tarik rasanya yang segar dan menjadi salah satu hasil pertanian unggulan daerah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati suasana kebun yang asri sekaligus mengenal bagaimana proses budidaya jambu dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisata seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda. Kita tidak hanya datang, berfoto, lalu pulang. Ada proses belajar tentang pertanian, mengenal tanaman, dan melihat bagaimana masyarakat lokal menjaga hasil bumi mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agrowisata Jambu Dalhari juga cocok dikunjungi bersama keluarga. Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman baru tentang asal makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbah mungkin bukan kawasan wisata paling terkenal di Yogyakarta. Namun, justru karena belum terlalu ramai, tempat-tempat di sini memiliki daya tarik tersendiri. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau sedang mencari alternatif wisata Jogja yang lebih tenang dan tidak terlalu mainstream, Berbah Sleman bisa menjadi pilihan yang patut masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hiburan\/rekomendasi-kuliner-berbah-sleman\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi Kuliner Berbah Sleman yang Terbaik dan Terjangkau.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agar plesiran ke Sleman nggak ke situ-situ aja, spot-spot di Berbah Sleman ini layak diperhitungkan, dijamin berkesan. <\/p>\n","protected":false},"author":3194,"featured_media":411561,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34222,34221,7235,34223,28692],"class_list":["post-411533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-berbah","tag-berbah-sleman","tag-sleman","tag-wisata-berbah","tag-wisata-sleman"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3194"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411533"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411567,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411533\/revisions\/411567"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/411561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}