{"id":411310,"date":"2026-07-24T14:18:32","date_gmt":"2026-07-24T07:18:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=411310"},"modified":"2026-07-24T14:18:32","modified_gmt":"2026-07-24T07:18:32","slug":"kotya-jogja-punya-semuanya-kecuali-ruang-terbuka-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kotya-jogja-punya-semuanya-kecuali-ruang-terbuka-hijau\/","title":{"rendered":"Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan ini saya terus menerus melihat satu pertanyaan yang serupa di aplikasi<\/span><a href=\"https:\/\/www.threads.com\/@aprilliapusp\/post\/DZl6mwhCVCr?xmt=AQG0vK4jI0KOZG-i3vUZJetW5bWzwnVFlqbKEa0WDKBY5KYG8JM0vws5YXjrBOaveGTxAMU&amp;slof=1\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Threads<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Banyak orang bertanya rekomendasi tempat yang enak untuk nongkrong di rumput atau bawa anak main di Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya baca komentar, kebanyakan jawabannya adalah tempat-tempat yang berada di luar Kota Jogja, seperti Wisdom Park UGM, Ledok Sambi, dan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lapangan-denggung-sleman-dinodai-muda-mudi-bermesraan-nggak-tahu-tempat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Lapangan Denggung di Kabupaten Sleman<\/a>; Laguna Depok dan Potrobayan River Camp di Bantul; serta Taman Bambu Air Waduk Sermo di Kulon Progo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alun-alun Kidul menjadi rekomendasi satu-satunya dari Kota Jogja, yang bahkan lebih cocok dibilang berpasir dibandingkan berumput. Dan, tempat ini nggak bisa dibilang sebagai tempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, melainkan tempat jajan atau pacaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum pulang ke Jogja, saya tinggal di sebuah kota kecil di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-turki-hangat-dan-baik-hari-bikin-homesick-lebaran-terobati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Turki<\/a>. Meskipun kota yang saya tinggali berkali-kali lipat lebih kecil dibandingkan Jogja, ruang terbuka hijau (RTH)-nya melimpah. Bahkan asrama saya saja dikelilingi taman yang berbeda-beda di keempat sisinya. Ada taman berupa rumput dan pohon tertata, ada pula yang dilengkapi playground dan alat-alat olahraga outdoor, juga kursi-kursi taman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering menghabiskan waktu duduk di atas rumput di taman sambil baca buku atau sekadar mendengarkan musik. Rasanya tenteram sekali karena bisa berganti-ganti suasana saat baca buku, bukan sekadar di dalam kamar atau perpustakaan. Lokasi taman-taman ini juga nggak jauh. Tinggal jalan dikit, nggak sampai 5 menit sudah sampai ke taman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jogja minim ruang terbuka hijau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ketika sampai di Jogja, saya mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reverse culture shock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Alasannya pun tampak sepele, saya kebingungan mencari tempat untuk baca buku di atas rumput. Tempat nongkrong berumput yang paling dekat dengan rumah saya adalah Wisdom Park UGM, yang mana butuh waktu 20 menit naik motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketersediaan RTH di Jogja memang masih jauh dari kata cukup. Standar minimal RTH itu sebenarnya sudah diregulasi secara resmi lewat Undang-Undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Rinciannya adalah RTH untuk wilayah perkotaan minimal 30 persen dari total luas wilayah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari<\/span><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/382876558_Kajian_Ruang_Terbuka_Hijau_dan_Jenisnya_di_Kota_Yogyakarta#:~:text=Kebutuhan%20RTH%20di%20suatu%20wilayah.%20didasarkan%20atas,RTH%20privat.%20Namun%2C%20seringkali%20pemenuhan%20RTH%20di.\"> <span style=\"font-weight: 400;\">hasil penelitian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, RTH di Kota Jogja baru punya luasan 18,6 persen dari luas keseluruhan kota ini. Detailnya, RTH pekarangan di Jogja seluas 14,33 persen; RTH taman dan hutan kota seluas 1,24 persen; RTH sepanjang jalan seluas 1,54 persen; dan RTH dengan fungsi tertentu seluas 1,59 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari angka ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa Jogja kekurangan RTH. Persentasenya masih jauh di bawah standar. Pantas saja kita kesulitan cari tempat nongkrong dan harus melipir ke kabupaten lain. Kita nggak bisa jalan kaki untuk mampir ke RTH terdekat karena memang nggak sangat sedikit RTH di kanan-kiri tempat tinggal kita.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harapan warga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saya sedih karena fasilitas publik berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green space <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Jogja belum memadai. Kita sebagai warga Jogja kesulitan mencari sepetak rumput yang asri tanpa harus berebut tempat di tengah lautan beton. Harapan saya tentu saja Pemerintah Kota Yogyakarta bisa membenahi permasalahan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak muluk-muluk meminta pemerintah bikin alun-alun raksasa baru. Toh, itu hampir mustahil terwujud. Pemerintah bisa memanfaatkan lahan-lahan sisa yang mangkrak di tengah perkampungan padat untuk disulap jadi taman kecil yang nyaman pun saya sudah senang. Nggak harus besar, seukuran dua atau tiga petak rumah sudah cukup, asalkan tersebar merata di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sulitnya-hidup-bertangga-dengan-orang-yang-tidak-paham-adab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">setiap RW<\/a> atau kelurahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luas wilayah Kota Jogja yang sudah kecil dan makin menyempit karena lahannya dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan memang bakal jadi tantangan buat pemerintah. Tapi, ini bukan hal yang mustahil, asalkan ada kemauan dari pemerintah untuk memprioritaskan warganya. Asal kreatif pasti jadi, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keresahan ini sepertinya sudah ditangkap pemerintahan maupun instansi setempat, mengutip berbagai pemberitaan, Kota Jogja memang sedang gencar menambah RTH baru sejak awal tahun ini. Namun, sepertinya, dampaknya belum benar-benar terasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga berbagai upaya demi kenyamanan ini dampaknya bisa\u00a0 dirasakan warlok segera ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-nggak-butuh-mal-baru-butuhnya-ruang-terbuka-hijau\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hampir semua hal ada di Jogja, kecuali ruang terbuka hijau yang masih minim. Warlok harus mampir ke daerah tetangga untuk menikmatinya. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":411313,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[115,13870,26563,34187,34189,34188],"class_list":["post-411310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jogja","tag-kota-jogja","tag-rth","tag-ruang-terbuka-hijau-jogja","tag-ruangterbuka-hijau-jogja","tag-taman-jogja"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411310"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411314,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411310\/revisions\/411314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/411313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}