{"id":411212,"date":"2026-07-24T13:13:08","date_gmt":"2026-07-24T06:13:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=411212"},"modified":"2026-07-24T13:13:08","modified_gmt":"2026-07-24T06:13:08","slug":"sampai-kapan-madura-terus-dikaitkan-dengan-hal-negatif-yang-tidak-ada-hubungannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sampai-kapan-madura-terus-dikaitkan-dengan-hal-negatif-yang-tidak-ada-hubungannya\/","title":{"rendered":"Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membaca tulisan Muhammad Iqbal Haqiqi yang terbit di Terminal Mojok pada 23 Juli 2026 dengan judul &#8220;<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosa-tukang-cukur-madura-yang-bikin-pelanggan-risih\/amp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Dosa Tukang Cukur Madura yang Bikin Pelanggan Risih dan Kapok Balik Lagi<\/a>&#8220;. Melihat judulnya, saya sempat mengira penulis akan menyajikan sesuatu yang benar-benar berkaitan dengan Madura. Mungkin tentang budaya, kebiasaan sosial tertentu, atau fenomena unik yang memang hanya bisa ditemukan di Pulau Garam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun setelah membaca keseluruhan, saya justru menemukan bahwa yang dibahas hanyalah pengalaman pribadi ketika berhadapan dengan beberapa tukang cukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya penasaran di mana penulis menemukan tukang cukur yang dimaksud. Sebab, sejauh saya menjadi anak Madura dan cukur rambut di Madura, hal-hal yang disebutkan penulis tidak saya alami. Bahkan tempat cukur langganan saya rapi, wangi, dan ramah. Beberapa kali ke tempat cukur lain, pun belum menemukan sebagaimana dimaksud penulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski penulis sudah memberikan penegasan bahwa tidak semua tukang cukur Madura seperti itu, persoalan tetap muncul pada cara pengalaman tersebut dikemas. Lima hal yang dikritik; mesin cukur yang tidak nyaman, kurang ramah, bau badan, alat tidak higienis, sebenarnya hanyalah persoalan profesionalitas individu. Semua hal itu tidak memiliki hubungan langsung dengan identitas Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang bisa saja memiliki pelayanan buruk bukan karena ia orang Madura, melainkan karena personalitasnya yang kurang tertata dan tidak bisa menjaga kualitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kerap menemukan pelayanan yang kurang menyenangkan di luar Madura, bertemu mas-mas ojek yang ketus, tempat cukur di luar tempat saya tinggal yang kurang bersih. Bahkan persoalan bau badan yang disebutkan penulis bukan sesuatu yang hanya mungkin ditemukan pada tukang cukur Madura. Di berbagai tempat dan berbagai profesi, persoalan menjaga kebersihan diri adalah persoalan pribadi, bukan persoalan identitas daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, mengapa kata Madura harus menjadi bagian dari variabel pembahasan, yang sama sekali tidak memiliki hubungan? Mengapa kesalahan individu harus ikut membawa nama sebuah kelompok masyarakat yang jumlahnya jutaan orang?<\/span><\/p>\n<h2><b>Bukan Madura tidak boleh dikritik, tapi\u2026<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan saya ini bukan berarti orang Madura tidak boleh dikritik. Tentu saja boleh. Kritik terhadap perilaku, pelayanan, profesionalitas seseorang adalah hal wajar. Namun, menjadi kurang tepat kalau identitas kelompok ikut diseret pada hal-hal yang nggak ada hubungannya. Ini yang akan semakin membuat runyam stigma negatif orang-orang terhadap Pulau Garam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang Madura yang melanjutkan studi ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Surabaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a> dan punya pasangan orang Jawa, saya merasakan betul bagaimana Madura dibaca dengan cara yang selalu tidak menyenangkan. Candaan dan stereotip tentang Madura masih sangat liar, dan beberapa bahkan tidak berdasar. Seperti menganggap semua orang Madura bebal, kumuh, terbelakang, tempramen, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kumuh, bebal, terbelakang, bau badan, dan semacamnya pantas digeneralisasi hanya karena pengalaman pribadi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak heran jika kemudian sebagian mahasiswa Madura yang saya temui sengaja menyembunyikan identitas ke-Madura-annya. Hal demikian dilakukan karena mereka sudah membayangkan respons yang akan muncul. Ada kekhawatiran bahwa sebelum dikenal sebagai individu, mereka terlebih dahulu akan dinilai berdasarkan label tentang daerah asalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik inilah, stigma menjadi persoalan serius. Sebuah identitas yang seharusnya menjadi kebanggan, justru menjadi aib bagi sebagian orang. Alasannya adalah karena opini publik telah terlanjur terbentuk dan dibentuk oleh tulisan-tulisan yang sengaja menggiring stigma demikian.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak sempurna, tapi, ayolah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu Madura bukan daerah yang sempurna, saya akui itu. Sama seperti daerah lain, Madura punya persoalan sosial yang perlu dikritik. Madura pun punya sisi lain yang menarik; tradisi pesantren, budaya keilmuan yang khas, pekerja keras, dan orang-orangnya yang sudah berkontribusi di berbagai bidang. Itu bagian dari identitas Madura yang tak kalah penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah muncul ketika cerita dan narasi ke-Madura-an dikaitkan dengan hal-hal negatif yang sensasional. Sebuah perilaku buruk seseorang bisa dengan cepat dikaitkan dengan identitas kedaerahan. Sementara keberhasilan dan kontribusinya di sisi lain hanya dianggap sebagai pencapaian individu. Adil nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan identitas kelompok dalam tulisan. Ketika misal tulisan menempatkan Madura dengan perilaku negatif, kesan yang terlintas pertama kali adalah identitas yang buruk yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yang bahkan (saya ulangi lagi) tidak ada hubungannya sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan mas Iqbal Haqiqi saya kira sudah baik, terutama dalam menyampaikan keresahan pribadi dan kritik pada profesionalitas tukang cukur. Bahkan, andai tanpa label Madura pun, tulisan itu memiliki tulisan kritik yang menarik. Dengan begitu, kritik akan lebih tepat sasaran dan tak turut memperpanjang stigma.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Aqil Husein Almanuri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/penyelamat-wajah-madura-dari-stigma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Andai tak bawa-bawa Madura dalam tulisan tentang tukang cukur Madura pun, kritik tetap bisa disampaikan tanpa membawa stigma.<\/p>\n","protected":false},"author":2052,"featured_media":389444,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[5020,34182,32294],"class_list":["post-411212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-madura","tag-stigma-pada-madura","tag-tukang-cukur-madura"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2052"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411212"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411303,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411212\/revisions\/411303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/389444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}