{"id":411105,"date":"2026-07-23T11:21:39","date_gmt":"2026-07-23T04:21:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=411105"},"modified":"2026-07-23T11:21:39","modified_gmt":"2026-07-23T04:21:39","slug":"agent-kim-reactivated-drakor-yang-tidak-ramah-buat-kaum-yatim-pasif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/agent-kim-reactivated-drakor-yang-tidak-ramah-buat-kaum-yatim-pasif\/","title":{"rendered":"Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda adalah tipe penikmat drama Korea yang gampang mewek cuma karena urusan father-daughter relationship, sebaiknya jauhkan remote Netflix Anda dari drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agent Kim: Reactivated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki pertengahan 2026 ini, jagat perdrakoran memang lagi giat-giatnya memanjakan mata penonton lewat fenomena kembalinya para ahjussi. Jika beberapa waktu lalu lini masa dipenuhi wajah Kim Mu-yeol, kini So Ji-Sub \u201cmengawasi\u201d kita lewat peran Agent Kim.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agent Kim: Reactivated <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diangkat dari webtoon berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.webtoons.com\/id\/action\/manajer-kim\/list?title_no=3856\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manager Kim<\/a>, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang lumayan terkenal di Korea Selatan. Jika kalian pembaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lookism, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seharusnya tidak asing dengan Kim, ahli close-quarter combat terbaik sekaligus jadi gurunya Warren Chae.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan terkecoh dengan adegan action, infiltrating yang keren, dan kebodohan Seong Han-su dan Park Jin-cheol. Cerita ini tidak hanya tentang 66, code name-nya Kim. Tapi tentang seorang ayah yang rela melipat dunia dan menantang langit demi keselamatan putrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang bikin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agent Kim: Reactivated <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jadi drakor yang berbeda. Kita dipaksa menahan rembesan air mata karena ceritanya yang benar-benar meninju ulu hati.<\/span><\/p>\n<h2><b>Agent Kim: Reactivated, bukti bapak dingin ternyata penuh cinta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik semua skill bertarungnya yang mematikan, Agent Kim pada hakikatnya hanyalah seorang single dad yang clueless saat membesarkan seorang anak gadis yang mulai memasuki masa pubertas. Adegan membesarkan anak tunggal sama menegangkannya dengan aksinya melumpuhkan lawan-lawannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua tunggal, Agent Kim mengerjakan semua tugas rumah tangga sendiri tanpa mengeluh. Dia adalah tipe ayah yang bakal pulang tepat waktu demi memastikan rumah selalu bersih dan masakan hangat sudah tersedia di meja. Dia selalu mengetuk pintu kamar anaknya secara berkala hanya untuk memastikan sang putri baik-baik saja, meski sering dibalas dengan sikap dingin khas remaja umur belasan tahun. Paling banter cuma lontaran kata, &#8220;Ayah, jangan ganggu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di situlah kita diberi kehangatan yang tidak terduga, serta momen seorang bapak yang kerap luput dari pandangan. Kekhawatiran yang tak biasanya muncul dari seorang bapak yang terlihat dingin, bagaimana dia kebingungan mencari anaknya, dan bagaimana dia memilih melanggar aturan dan mendobrak batas demi keselamatan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah gong-nya. Mode bapak-bapak protektif Agent Kim mendadak aktif. Dia jadi seseorang yang selama ini sudah ditinggalkan, bukan demi personal atau negara, melainkan murni demi menemukan anak gadisnya. Jika kalian menonton sampai 8 episode (2 sisanya belum rilis), maka kalian akan paham, So Ji-sub benar-benar gila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kemudian, pikiran itu berkembang menjadi sebuah pertanyaan balasan yang agak pedih di dalam kepala saya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Andaikan saya yang hilang, apakah bapak saya bakal segila Agent Kim ini, ya?&#8221;, pertanyaan sederhana yang berhasil menikam dada.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gimana dengan bapakmu?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan reflektif itulah yang membuat saya berani menyimpulkan bahwa drakor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agent Kim: Reactivated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sangat tidak ramah bagi kaum yatim pasif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum familiar dengan istilah ini, mari kita perjelas kasta penderitaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yatim ori (sebenarnya) adalah kondisi di mana sosok ayah memang sudah dipanggil oleh Yang Mahakuasa.\u00a0 Sementara itu, &#8220;Yatim Pasif&#8221; memegang takhta tertinggi dalam urusan kesedihan. Ini adalah istilah untuk anak-anak yang raga ayahnya masih ada di dunia, tapi fungsinya sebagai seorang ayah dipertanyakan\u2014untuk tidak mengatakannya tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangankan soal kasih sayang, untuk sekadar memenuhi tanggung jawab dasarnya saja tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang lebih ironis lagi, banyak yatim pasif akhirnya memilih pergi sejauh mungkin dari rumah. Merantau, bekerja di kota lain, kuliah lintas pulau, lalu pelan-pelan menyadari bahwa jarak ternyata tidak mengubah apa-apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak ada ucapan kangen, tak ada telepon bernada hangat, bahkan putus komunikasi pun tak bisa dianggap jarang. Makanya, gimana para yatim pasif nggak tambah nangis sesenggukan di pojokan kamar saat menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agent Kim: Reactivated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat mereka terbiasa hidup dengan sosok ayah yang dingin, abai, atau bahkan menjadi sumber trauma terbesar di dalam rumah, drakor ini malah menyuguhkan figur ayah yang begitu gentle, proporsional, dan menjadikan anak perempuannya sebagai pusat dari dunianya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang dua episode terakhir, tensi menguras air mata ini makin tidak bisa dikontrol. Terutama di momen dramatis ketika Agent Kim harus berpisah dengan anaknya tepat setelah mereka bersatu. Silakan tonton sendiri, dan biarkan air matamu mengalir, jangan ditahan. Mau nahan juga percuma, dialog Kim Min-ji selalu menohok tepat di ulu hati.<\/span><\/p>\n<h2><b>Skip saja kalau bapakmu cuma punya skill pasif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agent Kim: Reactivated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang berhasil membuktikan bahwa seorang bapak tidak diukur dari kekuatan fisik, tapi bagaimana menunaikan tugasnya, dan rasa cinta yang begitu tulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagi Anda para pejuang status yatim pasif yang selama ini kebal dengan dinginnya hubungan keluarga, saran saya cuma satu: kalau sekiranya mental Anda tidak siap untuk diteror oleh rasa iri, mending skip saja drakor yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih terhibur oleh aksi So Ji-sub, Anda malah makin tenggelam dalam krisis eksistensial sambil mempertanyakan keberadaan bapak sendiri di rumah. Atau malah jadi sibuk mempertanyakan satu hal yang selama bertahun-tahun sudah berusaha Anda kubur: &#8220;Sebenarnya, saya ini pernah benar-benar punya bapak, nggak, sih?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabar, ada Park Jin-cheol yang akan menghiburmu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ferika Sandra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lembaga-pengawas-di-teach-you-a-lesson-tidak-mungkin-bisa-ada-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada akhirnya, Agent Kim: Reactivated memang berhasil membuktikan bahwa seorang bapak tidak diukur dari kekuatan fisik.<\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":411135,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13118],"tags":[34161,1307,5005,34162,23002,10457],"class_list":["post-411105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-agent-kim-reactivated","tag-drakor","tag-lookism","tag-manager-kim","tag-rekomendasi-drakor","tag-so-ji-sub"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411105"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411140,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411105\/revisions\/411140"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/411135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}