{"id":410668,"date":"2026-07-19T13:11:39","date_gmt":"2026-07-19T06:11:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=410668"},"modified":"2026-07-19T13:11:39","modified_gmt":"2026-07-19T06:11:39","slug":"kenapa-orang-jogja-nggak-suka-makan-gudeg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-orang-jogja-nggak-suka-makan-gudeg\/","title":{"rendered":"Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saudara ipar saya yang menikah dengan orang Belanda sedang mudik. Setelah salaman dan peluk-pelukan, kalimat pertama yang meluncur dari mulutnya adalah: \u201cBesok temenin makan gudeg. Kamu kan asli Kota Jogja. Pasti hapal tempat-tempat yang enak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tertawa terbahan-bahak. Lalu, istri saya yang menjawab. Bahwa saya memang suka gudeg, tapi ya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gudeg-jogja-pelan-pelan-tergeser-di-tanahnya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nggak sesuka itu<\/a>. Saya adalah sedikit dari banyak orang asli Jogja yang nggak terlalu suka makan gudeg.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tiap hari makan gudeg jadinya bosan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu masih SMA dan awal-awal masa kuliah, hampir setiap pagi saya makan gudeg. Maklum, beli makanan untuk sarapan itu menghemat waktu. Ibu saya juga tahu tempat yang murah dan enak. Maka, hampir tiap hari, saya makan makanan khas itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai di suatu titik di mana saya sama sekali nggak mau lagi. Ada rasa emoh yang sangat kuat karena terlalu sering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pernah nggak sih punya makanan favorit, lalu makan terlalu sering, sampai akhirnya muak? Dari yang awalnya menantikan, jatuhnya malah menjauhi. Begitulah yang saya rasakan dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Beralih ke mie ayam dan ayam geprek<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu kuliah, saya sampai di sebuah titik di mana saya nggak mau makan gudeg. Padahal, kampus saya di Jogja dekat dengan tempat makan gudeg yang enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/food.detik.com\/warung-makan\/d-6690817\/gudeg-bromo-pedas-nonjok-nasi-gudeg-plus-krecek-buatan-bu-tekluk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Gejayan<\/a> itu, ada 2 tempat makan gudeg khas Jogja yang legendaris. Kalau malam, malah ada yang ramai dan terkenal luar biasa, yaitu Gudeg Bromo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, FYI saja, sebagai orang asli Jogja, saya sendiri baru 2 kali makan di Gudeg Bromo. Selain karena antrenya panjang, harganya juga rada mahal untuk dompet lokalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tentu saja karena saya sudah sangat bosan dan nggak bisa menikmatinya. Maka, saya kalau pagi malah lebih suka sarapan mie ayam atau ayam geprek WQWWQ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mending sarapan soto nggak sih. Selain banyak yang masih murah, entah kenapa soto itu nggak bikin bosan. Well, setidaknya, sampai saat ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gudeg Jogja kadang jadi makanan acara\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan acara itu maksudnya gini. Apakah kamu pernah ikut seminar atau workshop lalu dapat makan siang dama bentuk dus atau besekan? Nah itu maksud saya dengan makanan acara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kebetulan dan alhamdulillah, saya pernah sering dapat undangan untuk mengisi seminar atau workshop. Dan, panitia menyediakan makan siang dengan tema gudeg asli Jogja. Biasanya sih yang gudeg kering dalam bentuk dus. Pakai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-kerupuk-urut-dari-yang-paling-enak-sampai-yang-bikin-ngilu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kerupuk udang<\/a> itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sudah sarapan makan gudeg, siangnya bisa itu lagi karena mengisi sebuah acara. Jadi, bosennya tuh dobel. Dan itu yang bikin saya semakin malas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, saya jadi rada jaga jarak deh sama kuliner satu ini. Meski asli Jogja, saya bukan yang segila itu untuk makan tiap saat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kok yang nggak suka dengan berbagai alasan. Misalnya, karena terlalu manis dan nggak bisa sarapan berat. Satu hal yang pasti, perbedaan itu nyata adanya dan nggak bisa kamu paksain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Rizky Prasetya\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gudeg-adalah-makanan-khas-jogja-paling-mengecewakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya adalah sedikit dari banyak orang Jogja yang nggak suka makan gudeg. Sebabnya karena apa? Baca sampai selesai ya.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":410671,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[12909],"tags":[2374,34118,18085,34119,34121,115,4418,34120],"class_list":["post-410668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-gudeg","tag-gudeg-enak","tag-gudeg-jogja","tag-gudeg-murah","tag-gudeg-terdekat","tag-jogja","tag-kuliner-jogja","tag-makan-gudeg"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410668"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410672,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410668\/revisions\/410672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/410671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}