{"id":410604,"date":"2026-07-20T12:42:48","date_gmt":"2026-07-20T05:42:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=410604"},"modified":"2026-07-20T12:42:48","modified_gmt":"2026-07-20T05:42:48","slug":"jemuran-hal-sepele-yang-bisa-jadi-sumber-konflik-penghuni-kos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jemuran-hal-sepele-yang-bisa-jadi-sumber-konflik-penghuni-kos\/","title":{"rendered":"Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal di kos atau<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kontrakan-di-jogja-itu-ribet-mending-sewa-kos-biar-nggak-ruwet-beneran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> kontrakan<\/a> mengajarkan saya bahwa hidup berdampingan dengan orang lain ternyata ada seninya. Bukan cuma soal saling menyapa atau menjaga kebersihan, tetapi juga memahami aturan-aturan kecil. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya adalah etika menggunakan tempat jemuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, ada satu aturan tidak tertulis yang harus disepakati bersama ketika tinggal di kos atau tinggal bersama banyak orang. Bahkan, kalau perlu, aturan tersebut dituliskan saja agar semakin jelas dan mengikat. Aturan itu adalah jangan biarkan baju yang sudah kering memenuhi ruang jemuran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdengar sederhana memang, tapi tidak semua orang ternyata memahaminya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga heran kok ada penghuni kos yang membiarkan pakaiannya lama-lama dijemur. Saya curiga ada penghuni yang mengira tali jemuran itu semacam gudang penyimpanan pakaian. Mau sudah kering dua hari, tiga hari, bahkan lebih dari itu, tetap saja dibiarkan bergelantungan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Merepotkan penghuni kos lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat penghuni kos yang malas angkat jemuran, kadang saya sampai mengurungkan niat mencuci hari itu. Bukan karena malas, tetapi karena bingung cucian nanti dijemur di mana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah nekat mencuci banyak pakaian dengan harapan nanti pasti ada spot jemuran yang kosong. Nyatanya, jemuran tetap penuh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, cucian yang sudah bersih cuma mengendap di ember semalaman, bahkan sampai mulai bau. Rasanya benar-benar percuma sudah capek mencuci kalau akhirnya mentok gara-gara tali jemuran tidak kunjung kosong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham semua orang sibuk. Ada yang kerja pagi sampai malam, ada yang <em>shift-shift-<\/em>an, ada yang punya anak kecil. Tapi, bukankah justru karena sama-sama sibuk, kita harus sama-sama sadar kalau tempat jemur itu dipakai bersama? Jangan mentang-mentang bajunya sudah kering, lalu dibiarkan menikmati angin sepoi-sepoi selama berhari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tempat saya tinggal ada delapan petak <a href=\"https:\/\/aesia.kemenkeu.go.id\/berita-properti\/properti\/peluang-cuan-dari-rumah-kontrakan-81.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kontrakan<\/a> atau kos. Sebagian besar sudah berkeluarga. Artinya, sekali <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/cuci-baju-di-laundry-konvensional-bikin-kapok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nyuci baju<\/a>, yang keluar bukan lima potong pakaian saja, tapi bisa satu gunung cucian. Masalahnya, tali jemuran tetap jumlahnya segitu-gitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya yang belum mencuci malah ikut pusing. Mau nyuci sekarang takut tidak kebagian tempat. Ditunda, besok belum tentu jemurannya kosong. Besoknya lagi, ternyata kaus yang sama masih setia menggantung di tempat yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, orang yang paling dirugikan justru sering kali adalah orang yang berusaha tertib. Kita sengaja mengangkat jemuran begitu kering supaya orang lain bisa memakai tempatnya. Eh, giliran mau menjemur, tempatnya sudah dikuasai penghuni lain yang entah kapan akan diangkat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Etika tidak tertulis yang mungkin sebaiknya dituliskan saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, hidup di kos itu bukan cuma soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/curhat-pemilik-kos-di-jogja-mahasiswa-bergaya-elite-tapi-bayar-kos-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bayar uang sewa<\/a> tepat waktu. Ada etika kecil yang tidak pernah ditulis pemilik kos, tetapi menentukan nyaman atau tidaknya hidup bersama. Salah satunya ya tahu diri kalau jemuran itu dipakai bareng, bukan buat satu orang saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tolonglah ya, mengangkat jemuran itu hanya butuh beberapa menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Terlebih bagi yang tinggal bersama pasangan atau keluarga, rasanya bukan hal yang sulit untuk saling bergantian. Siapa yang lebih dulu sampai rumah, ya dia yang mengangkat. Beda dengan saya yang masih bujang. Kalau bukan saya yang mengangkat jemuran, ya memang tidak akan ada orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, mengangkat jemuran jauh lebih sebentar daripada membuat tetangga berkali-kali mengurungkan niat mencuci hanya karena talinya masih penuh. Jangan sampai yang kering malah betah di jemuran, sementara yang kotor terus mengendap di ember cucian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Nasihin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kos-putri-titik-kumpul-masalah-dan-kekacauan\/\"> <b>Kos Putri Kerap Dianggap Tempat Paling Rapi di Dunia, padahal Justru Sebaliknya, Titik Kumpul Masalah dan Kekacauan!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hidup di kos-kosan mesti sabar, banyak perilaku penghuni kos lain yang bikin geregetan, salah satunya jemuran yang tak kunjung dibereskan.<\/p>\n","protected":false},"author":3079,"featured_media":410814,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13078],"tags":[2104,5591,21684,28185],"class_list":["post-410604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-konflik","tag-kos","tag-kos-kosan","tag-penghuni-kos"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3079"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410604"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410817,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410604\/revisions\/410817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/410814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}