{"id":410503,"date":"2026-07-19T15:34:44","date_gmt":"2026-07-19T08:34:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=410503"},"modified":"2026-07-20T10:38:06","modified_gmt":"2026-07-20T03:38:06","slug":"alasan-saya-menghindari-xxi-lebih-pilih-cinepolis-di-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-menghindari-xxi-lebih-pilih-cinepolis-di-semarang\/","title":{"rendered":"Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/pengalaman-pertama-ke-bioskop\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bioskop<\/a>, kebanyakan orang akan langsung berpikir pada jaringan bioskop XXI yang hampir ada di tiap mal berbagai daerah. Tidak terkecuali di Semarang. Warlok akan langsung meluncur ke bioskop XXI ketika hendak menonton film terbaru. Begitu pun saya sempat menjadi pelanggan setia XXI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, beberapa waktu belakang, saya mulai melipir ke Cinepolis. Di Semarang, jaringan bioskop ini hanya ada satu yakni di Java Mall.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, Java Mall bukanlah mal yang sering jadi rujukan utama warga Semarang. Bangunannya terkesan tua. Bahkan, boleh dibilang, mal ini sudah lewat masa jayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan saya hijrah dari bioskop XXI ke Cinepolis bukan karena drama aturan larangan membawa tumbler di XXI yang sempat jadi topik hangat. Ada alasan lain yang jauh lebih personal dan mendasar hingga rela menempuh perjalanan menuju gedung tua <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasib-peterongan-semarang-pusat-cuan-yang-terancam-jadi-kawasan-kumuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Java Mall<\/a> dibanding menonton di bioskop yang lebih modern dan populer di pusat kota.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Era sudah digital, XXI tetap mewajibkan cetak tiket meski beli online<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di zaman yang serba instan ini, keharusan antre buat cetak tiket fisik di XXI rasanya seperti peninggalan purba yang kurang kerjaan. Padahal, saya sudah capek-capek memesan via aplikasi agar praktis.\u00a0 Eh, sampai bioskop tetap saja harus berdiri di depan mesin cetak tiket.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan Cinepolis yang saya rasa lebih maju. Mereka justru menyarankan pelanggan untuk nggak perlu cetak tiket apapun kalau sudah memesan lewat aplikasi. Kalau mau memesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">on the spo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">t pun, ada mesin jual otomatis yang bisa dioperasikan langsung oleh calon penonton sehingga mengurangi antrean di kasir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, saya jadi mulai meragukan efektivitas aplikasi <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Cineplex_21_Group\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">m-tix milik XXI<\/a>. Jangan-jangan, pengelola XXI memang nggak pernah benar-benar berniat mendukung kampanye ramah lingkungan dengan tulus. Buktinya, selain kebijakan soal tumbler yang rasanya masih setengah hati, urusan sistem tiket digital yang jauh lebih krusial saja mereka belum terlihat totalitas.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-menghindari-xxi-lebih-pilih-cinepolis-di-semarang\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca halaman selanjutnya: #2 Biaya admin ..<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#2 Biaya admin pembelian tiket via aplikasi di Cinepolis lebih ramah di kantong<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bicara soal efisiensi pengeluaran, selisih biaya admin aplikasi memang terlihat receh kalau dihitung sekali. Tapi, buat penonton yang cukup rutin seperti saya, akumulasi biaya admin yang lebih masuk akal di Cinepolis jelas terasa bedanya. Di Cinepolis, biaya admin dipatok 10% dari harga tiket, yang kalau di Semarang jatuhnya cuma Rp3.500 per kursi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, m-tix mematok biaya admin flat Rp4.000 per kursi tanpa peduli harga tiketnya berapa. Memang, skema ini bakal lebih menguntungkan kalau seseorang mau menonton di akhir pekan atau menjajal <a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=Studio+Premiere+mojok&amp;rlz=1C1VDKB_enID1058ID1058&amp;oq=Studio+Premiere+mojok&amp;gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOdIBBzc5M2owajSoAgCwAgA&amp;sourceid=chrome&amp;source=chrome.ob&amp;ie=UTF-8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Studio Premiere<\/a>. Namun, untuk hari biasa dengan harga tiket Rp30.000 hingga Rp40.000, skema flat itu terasa kurang adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul bahwa XXI memang menawarkan opsi bebas biaya admin. Tapi ingat, ada syaratnya, penonton harus beli snack juga lewat aplikasi. Jujur saja, menurut saya pribadi, sistem biaya admin berbasis persentase yang diterapkan Cinepolis jauh lebih adil.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Harga minuman Milo di Cinepolis yang nggak menguras isi dompet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jadi rahasia umum kalau harga jajan di bioskop itu memang sering bikin boncos. Tapi, untuk urusan Milo, minuman wajib saya tiap nonton, Cinepolis jelas lebih pengertian. Mereka menyediakan dua pilihan ukuran dengan harga yang masuk akal. Ukuran medium dibanderol Rp35.000 per gelas. Sementara ukuran large dihargai Rp40.000 per gelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan dengan XXI yang mematok harga Rp55.000 per gelas. Bedanya, mereka melabelinya sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-menu-bioskop-xxi-paling-enak-yang-cocok-untuk-teman-nonton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Milo Dinosaur<\/a>, sebuah embel-embel yang menurut saya nggak ada perbedaan signifikan atau bikin rasanya jadi lebih ajaib. Sedihnya lagi, dengan harga yang jauh lebih mahal itu, porsinya ternyata cuma setara dengan ukuran medium di Cinepolis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan saya untuk setia nonton di Cinepolis memang bukan tentang mencari kemewahan. Tapi, murni soal preferensi. Bagi saya, Cinepolis berhasil menjawab kebutuhan dasar penonton yang hanya ingin duduk tenang, mengunyah popcorn enak, dan menikmati film dengan hati yang tetap damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Paula Gianita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cinepolis-lippo-plaza-jogja-nyaman-melebihi-ekspektasi-saya\/\"><b><i>Cinepolis Lippo Plaza Jogja, Bioskop yang Selama Ini Saya Hindari Ternyata (Lumayan) Nyaman, Bikin Pengin Nonton di Sana Lagi.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Semarang, nonton di bioskop Cinepolis terasa lebih nyaman daripada XXI karena lebih praktis, biaya admin dan makanan minuman murah.  <\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":410691,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[22,34058,23486,4652,15447],"class_list":["post-410503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bioskop","tag-bioskop-semarang","tag-cinepolis","tag-semarang","tag-xxi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410503"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410779,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410503\/revisions\/410779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/410691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}