{"id":410218,"date":"2026-07-15T16:40:24","date_gmt":"2026-07-15T09:40:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=410218"},"modified":"2026-07-15T16:40:24","modified_gmt":"2026-07-15T09:40:24","slug":"alasan-buku-digital-sulit-menggeser-buku-fisik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-buku-digital-sulit-menggeser-buku-fisik\/","title":{"rendered":"Alasan buku fisik tidak akan lenyap\u00a0hanya karena buku digital merajalela"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, banyak media cetak mengalami senja kala. Digitalisasi dan internet menjadi tantangannya. Ketakutan yang sama juga dialami buku fisik. Akankah buku fisik tergeser oleh buku elektronik atau e-book sehingga fungsi perpustakaan offline ikut tergantikan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran itu diperkuat oleh salah satu survei yang dilakukan oleh <\/span><a href=\"http:\/\/databoks.katadata.co.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">databoks.katadata.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Menurut data tersebut, 83% masyarakat Indonesia lebih suka membaca buku melalui gawai atau smartphone.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data-data tersebut jelas menakutkan, tapi saya sebagai pustakawan masih yakin kalau buku atau publikasi cetak masih diperlukan dan diminati. Apalagi di rak-rak koleksi perpustakaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di perpustakaan, media digital berperan mewadahi koleksi masa kini dan pengembangan perpustakaan ke depan. Kehadirannya jelas tidak bertujuan untuk menggeser maupun menghapus koleksi cetak (fisik) dalam perpustakaan kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Digitalisasi merambah perpustakaan tanpa menggeser buku fisik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Digitalisasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perpustakaan-kampus-harusnya-buka-24-jam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perpustakaan<\/a> diarahkan untuk memenuhi hak akses pengguna (pemustaka) dalam menemukan, mencari, dan mendapatkan sumber informasi di mana saja dan kapan saja. Itu mengapa, koleksi digital diperlukan karena unggul dalam efisiensi waktu dan tempat. Termasuk juga efisiensi lokasi atau tempat penyimpanan koleksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, publikasi tercetak, termasuk e-book, tidak dapat ditiadakan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka yang berkunjung langsung ke perpustakaan. Jadi, digitalisasi dan koleksi tercetak akan tetap saling melengkapi dalam peranannya di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apakah seluruh lapisan masyarakat di masa depan sudah tidak memerlukan buku cetak? Perpustakaan konvensional? Bagaimana nasib perpustakaan selanjutnya? Apakah akan dibangun menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">all library without wall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peran pustakawan di era disrupsi teknologi kemudian menjadi penting. Selama pustakawan, sebagai jembatan pemustaka dan segala informasi koleksi perpustakaan baik digital maupun fisik, bisa menyeimbangkan keduanya, saya rasa umur buku fisik masih akan panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Alasan sederhana di balik buku digital sulit menggantikan buku fisik\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada praktiknya, peniadaan koleksi cetak atau buku fisik tidaklah mungkin dilakukan. Ada banyak pertimbangan, teknologi dan digitalisasi di negara ini belum bisa merata jadi salah satunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan lain, sensasi membaca buku fisik jauh berbeda daripada e-book. Aroma buku yang menyeruak sulit terganti dengan buku digital. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan tersebut terdengar sederhana memang, tapi kenyataannya paling membekas bagi banyak orang. Sensai membalik lembar demi lembar, dan aroma buku memang bikin banyak orang candu. Bahkan, beberapa penelitian menyebut, pilihan bacaan kita (buku fisik maupun digital) berpengaruh pada cara otak bekerja dalam menanggapi teks.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Merenungkan hal itu, rasa-rasanya buku fisik atau cetak tidak mungkin tergantikan oleh buku digital atau e-book, setidaknya dalam waktu dekat.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, buku cetak dan digital tetap akan saling bertemu di semesta ilmu. Entah akan dimenangkan oleh siapa, tapi saya melihat keduanya malah saling melengkapi. Buku digital akan jadi pelengkap buku cetak yang bisa digunakan di saat waktu yang tepat. Tinggal pengguna yang akan menggunakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ferika Sandra<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perpusda-bangkalan-madura-gedungnya-baru-layanan-sama-aja\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku digital yang merajalela tidak akan menggeser buku fisik karena pembaca masih suka sensasi membaca versi cetak. <\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":410307,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[34068,16163,32334,12448,6402],"class_list":["post-410218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-buku-cetak","tag-buku-digital","tag-buku-fisik","tag-e-book","tag-perpustakaan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410218"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410309,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410218\/revisions\/410309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/410307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}