{"id":409817,"date":"2026-07-12T11:21:02","date_gmt":"2026-07-12T04:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=409817"},"modified":"2026-07-12T11:21:02","modified_gmt":"2026-07-12T04:21:02","slug":"menikmati-minggu-di-sewon-alternatif-wisata-underrated-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menikmati-minggu-di-sewon-alternatif-wisata-underrated-jogja\/","title":{"rendered":"Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sering lupa bahwa Jogja itu luas dan punya banyak sudut potensial yang selama ini masuk kategori underrated untuk wisata. Kalau menurut saya, salah satu tempat terbaik untuk keluar dari kejenuhan wisata arus utama itu adalah Sewon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara administratif, kecamatan ini masuk wilayah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-angkringan-semi-kafe-yang-ada-di-kabupaten-bantul-dan-sleman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Bantul<\/a>. Namun, secara geografis, Sewon ini sebenarnya beririsan langsung dengan Kota Jogja. Kamu cuma butuh melompati garis batas kota di perempatan Dongkelan atau Plengkung Gading.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ingin menikmati hari Minggu di Jogja dengan suasana yang lebih santai, jujur, dan ramah UMR, Sewon adalah rute pelarian yang paling rasional.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Ngaso pagi di Jagongan Coffee Sewon<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memulai hari Minggu di Sewon paling pas dengan mencari ketenangan. Di kecamatan ini, ada satu hidden gem tempat ngopi bernama Jagongan Coffee.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisinya agak masuk ke dalam permukiman. Ia adalah tempat pelarian yang sempurna dari bisingnya knalpot jalan raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daya tarik utama Jagongan Coffee adalah perpaduan antara bangunan kayu bergaya tradisional dengan nuansa pedesaan yang masih asri. Menyesap varian kopi spesial mereka di bawah keteduhan pohon sambil memandangi arsitektur kayunya bakal memberikan sensasi liburan yang beneran menenangkan pikiran.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Kulineran di Mangut Lele Mbok Marto Ijoyo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah puas ngopi dan perut mulai memberikan sinyal lapar menjelang siang, saatnya bergeser ke salah satu episentrum kuliner paling legendaris di Sewon. <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jogja\/kuliner\/d-7625321\/mangut-lele-mbah-marto-kuliner-legendaris-yang-ada-sejak-1969-di-jogja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mangut Lele Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini, kamu bisa langsung masuk ke area dapur tradisional mereka yang masih menggunakan kayu bakar. Menu andalannya, mangut lele asap dengan kuah santan merah yang super pedas dan gurih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung ini buka dari pukul 10 pagi sampai 8 malam. Mengajak teman-teman atau keluarga besar untuk makan siang di sini adalah keputusan terbaik untuk merasakan kuliner lokal Jogja yang jujur tanpa drama &#8220;pajak turis&#8221;.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Berburu jajanan di sepanjang Jalan Pesantren Krapyak, Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bergerak ke sisi utara Sewon yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Jogja, kamu bisa menemukan kawasan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-ali-maksum-krapyak-jogja-menguji-kesabaran-pengendara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pondok Pesantren Krapyak<\/a>. Jalur ini adalah surga dunia bagi para pencinta jajanan kaki lima.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumen utamanya adalah para santri dan warga lokal. Harga makanan di sini murahnya kadang bikin kita terharu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sore hari adalah waktu terbaik untuk melipir ke sini. Kamu bisa berburu aneka camilan mulai dari cireng bumbu rujak, bakso bakar, batagor renyah, hingga salah satu menu favorit warga sekitar: Es Doger Cak Imam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikmati segelas es doger yang manis segar di pinggir jalan Krapyak adalah cara paling murah meriah untuk merayakan hari Minggu sore di Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Belajar sejarah di History of Java Museum, Sewon<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewon juga punya ikon modern wisata sejarah dan budaya, yaitu History of Java Museum. Museum ini hadir dengan desain gedung yang sangat unik yakni seperti gunungan wayang dan penuh dengan nilai filosofis Tanah Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam museum ini, kamu tidak akan bosan. Narasi peradaban Tanah Jawa diceritakan menggunakan teknologi pendukung yang canggih dan interaktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah opsi wisata edukasi yang sangat cocok dikunjungi bareng keluarga agar liburan di Jogja, khususnya Sewon, tidak melulu soal belanja baju atau nongkrong di kafe.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Menikmati karya di Pendhapa Art Space<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai wilayah yang dihuni oleh banyak seniman, Sewon jelas punya banyak kantong seni independen. Salah satu yang paling menonjol adalah Pendhapa Art Space (PAS). Tempat ini adalah surganya para pecinta seni rupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa mengagumi berbagai lukisan memikat dan patung-patung indah karya seniman. Kerennya lagi, akses masuk ke pameran di Pendhapa Art Space ini biasanya gratis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PAS juga sering menjadi titik kumpul dan ruang diskusi para seniman lokal. Ini menjadikannya ruang publik yang sangat hidup dan inklusif bagi siapa saja yang ingin mengapresiasi seni rupa tanpa sekat formalitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghabiskan hari Minggu di Sewon membuktikan satu hal. Jogja yang tenang, murah, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-jogja-enak-dan-murah-bukti-kota-ini-nggak-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warga lokal ramah<\/a> itu belum hilang. Kombinasi kedai kopi yang syahdu, kuliner legendaris, serta ruang seni yang hidup, Sewon adalah alternatif liburan yang sangat komplet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat kamu yang sudah mulai lelah dengan kepungan macet dan keramaian di pusat kota Jogja, cobalah melipir ke selatan. Siapkan kendaraanmu, jelajahi gang-gang di Sewon, dan selamat menikmati Jogja dengan ritme yang lebih lambat dan damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ajie Prasetya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-baik-sewon-bantul-tempat-tinggal-paling-menyenangkan-yang-tidak-banyak-orang-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Baik Sewon Bantul, Tempat Tinggal Paling Menyenangkan yang Tidak Banyak Orang Tahu<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malas menghadapi kemacetan di Kota Jogja, mending geser ke Sewon di Bantul yang menyimpan banyak tempat wisata underrated.<\/p>\n","protected":false},"author":3025,"featured_media":409855,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[5766,115,13870,21462,10038],"class_list":["post-409817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bantul","tag-jogja","tag-kota-jogja","tag-sewon","tag-wisata-jogja"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3025"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409817"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":409857,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409817\/revisions\/409857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/409855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}