{"id":409363,"date":"2026-07-09T15:56:58","date_gmt":"2026-07-09T08:56:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=409363"},"modified":"2026-07-09T15:56:58","modified_gmt":"2026-07-09T08:56:58","slug":"orang-madura-syok-pada-rupa-dan-rasa-gado-gado-dari-daerah-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-madura-syok-pada-rupa-dan-rasa-gado-gado-dari-daerah-lain\/","title":{"rendered":"Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, saya sempat menonton<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> food vlogger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sedang mengulas makanan khas Madura, yaitu rujak soto. <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-mudah-percaya-food-vlogger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Food vlogger<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudian nyeletuk makanan yang disantapnya nggak seperti rujak dan soto, malah lebih mirip <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gado-gado\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gado-gado<\/a> dan soto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penonton, saya tentu merasa bingung. Menurut saya, penjualnya sudah benar menamakan jualannya dengan rujak soto. Sebab, makanan tersebut memang percampuran antara rujak dan soto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, berbekal rasa penasaran, saya mencari tahu asal-muasal celetukannya. Saya menemukan fakta bahwa gado-gado yang selama ini saya kenal berbeda jauh dengan yang orang lain ketahui.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gado-gado di Madura lebih mirip gado-gado Surabaya\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil riset kecil-kecilan saya, ternyata gado-gado yang beredar di Indonesia itu ada tiga jenis varian yang berasal dari tiga daerah berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, gado-gado khas Betawi Jakarta yang bumbu kacangnya diulek. Kedua, gado-gado khas Surabaya Jawa Timur yang bumbu kacangnya dicampur santan lebih dulu dan dimasak hingga mengental. Ketiga, gado-gado khas <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Padang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Padang Sumatera Barat<\/a> yang mirip banget sama gado-gado Surabaya, hanya berbeda toping kerupuk warna merah yang melengkapinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya telisik, ternyata gado-gado yang selama ini saya konsumsi adalah gado-gado khas Surabaya Jawa Timur. Mungkin karena Madura berdekatan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-bikin-nggak-waras-mending-tinggal-di-sidoarjo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a> kali, ya. Jadi ada semacam percampuran budaya kuliner gitu.<\/span><\/p>\n<h2><b><em>Topping<\/em> sayuran gado-gado Betawi lebih beragam dan cara penyajiannya mirip rujak Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya kulik lebih jauh lagi, ternyata selain pengolahan kuah kacangnya yang berbeda, <em>topping<\/em> sayuran gado-gado Surabaya berbeda jauh dengan gado-gado lainnya. Khususnya gado-gado dari Betawi Jakarta. Bahkan, menurut saya, <em>topping<\/em> dan cara penyajian gado-gado Betawi itu justru lebih mirip rujak di Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk gado-gado khas Surabaya, <em>topping<\/em> sayuran biasanya hanya cukup tauge, kentang, dan kubis rebus. Jika ada tambahan, paling selada agar penyajiannya tampak manis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <em>topping<\/em> sayuran di gado-gado Betawi cukup beragam. Bisa ada kangkung, bayam, kacang panjang, hingga wortel. Semuanya ditumpahkan dalam cobek, lalu dicampur dengan bumbu kacang yang tadi sudah diulek halus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui cara penyajian dan<em> topping<\/em> sayuran gado-gado Betawi tersebut, saya jadi teringat pada rujak Madura yang <em>topping<\/em> sayur (minus wortel) serta penyajiannya hampir sama persis. Lalu, saya jadi merasa maklum pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food vlogger <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sebelumnya menyatakan bahwa rujak soto khas Madura ini justru lebih mirip percampuran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-jogja-culture-shock-yang-hingga-kini-sulit-saya-terima\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">soto<\/a> dan gado-gado khas Jakarta, hehe.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gado-gado khas Surabaya lebih dominan rasa manis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang Madura yang terbiasa makan gado-gado khas Surabaya yang dominan rasa manis, saya kaget kalau harus makan gado-gado Betawi yang lebih nano-nano. Ada rasa gurih, manis dari gula jawa, serta asam yang berasal dari air asam Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, rasa gado-gado khas Betawi benar-benar mirip rujak Madura. Bedanya, rujak Madura nggak pakai <a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/rahasia-sehat-manfaat-air-asam-jawa-atasi-7-masalah-ini?srsltid=AfmBOoqRUD-_noHF-LSDJtJjBfj2mckRaJdtx0nu3UeAZEwJQqd6xxbx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">air asam jawa<\/a> dan gula jawa aja sebagai pemanis, tetapi pakai petis hitam Madura sebagai bumbu dasarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya merasa curiga, alasan mengapa gado-gado di Surabaya ini dimodifikasi dengan mencampur santan dan memasaknya hingga mengental adalah karena rujak Madura tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Madura dan Surabaya yang berdekatan tentunya sudah mengalami asimilasi kuliner. Rujak Madura hampir mirip dengan rujak cingur khas Surabaya. Makanya, makanan seperti gado-gado khas Betawi tadi harus mendapatkan sedikit perubahan biar nggak tertukar dengan rujak, hehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saya tetap bersyukur mengenal gado-gado versi Surabaya Jawa Timur ini. Saya jadi punya referensi kuliner lebih banyak dengan rasa yang lebih beragam. Saya nggak bisa membayangkan kalau gado-gado khas Betawi justru diadopsi oleh orang Madura. Pastinya saya akan kebingungan karena rasanya yang mirip-mirip rujak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Siti Halwah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-cocok-jadi-ibu-kota-provinsi-madura-pamekasan-tidak\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gado-gado Madura mirip dengan gaya Surabaya dari segi rasa dan rupa, dan berbeda dengan gado-gado khas Betawi Jakarta. <\/p>\n","protected":false},"author":200,"featured_media":409446,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[12566,29597,438,16843,5020,405],"class_list":["post-409363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gado-gado","tag-gado-gado-jakarta","tag-kuliner","tag-kuliner-madura","tag-madura","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/200"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409363"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":409458,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409363\/revisions\/409458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/409446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}