{"id":40932,"date":"2020-04-27T13:54:45","date_gmt":"2020-04-27T06:54:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=40932"},"modified":"2020-04-27T13:58:56","modified_gmt":"2020-04-27T06:58:56","slug":"lamaran-jadi-ribet-dan-mahal-gara-gara-tren-instagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lamaran-jadi-ribet-dan-mahal-gara-gara-tren-instagram\/","title":{"rendered":"Lamaran Jadi Ribet (dan Mahal) Gara-gara Tren Instagram"},"content":{"rendered":"<div data-blogger-escaped-style=\"text-align: center;\">\n<p>Menjelang ramadhan bukan hanya menjadi momen pembersihan jiwa dengan rajin beribadah, tapi juga menjadi masa tenang bagi sebagian orang yang hendak mengadakan acara sehabis lebaran nanti, misalnya lamaran atau pernikahan.<\/p>\n<\/div>\n<p>Saya salah satunya.\u00a0<span style=\"text-decoration: line-through;\">Nggak nanya.<\/span><\/p>\n<p>By the way~ awalnya saya nggak ngerti kenapa harus ada acara lamaran sebelum pernikahan. Demi jiwa raga saya yang perhitungan ini, bukankah lebih mengirit biaya pengeluaran kalau langsung nikah aja?\u00a0Lagipula, apa sih yang dibahas dalam sebuah acara lamaran?\u00a0Dateng cuma untuk nanya &#8220;Adek mau nggak menikah sama Mas?&#8221; gitu?<\/p>\n<p>Ya Allah Masnyaaa~ kita ini udah bersama bertahun-tahun lamanya kalau ditanya mau nikah sama kamu atau nggak ya sobekan antangin juga bisa jawab, Mas~<\/p>\n<p>Setelah saya cari tahu lebih jauh, bahwa lamaran adalah sebuah prosesi di mana keluarga lelaki datang meminta orang tua perempuan untuk merestui rencana si lelaki untuk menikahi putrinya dengan membawakan seserahan sebagai hadiah, dan cincin sebagai pengikat sementara.<\/p>\n<p>Persetujuan kedua keluarga adalah yang difokuskan dalam sebuah prosesi lamaran.<\/p>\n<p>Yang baru saya ketahui selanjutnya adalah ada aturan tidak tertulis dalam sebuah lamaran yang telah terselenggara.\u00a0Yaitu, si lelaki harus mulai memberi &#8220;uang jajan&#8221; rutin bagi si perempuan.\u00a0Demi matahari yang menjadi pusat tata surya, dan demi iuran BPJS yang belum ada kabar kapan turunnya.\u00a0Lamar Adek segera, Mas. Lamar!!!<\/p>\n<p>Tapi, sahabat-sahabatku yang Super.\u00a0Masalah tidak sampai di situ.\u00a0Ketika kita memutuskan untuk menggelar sebuah acara lamaran, ada dua kemungkinan yang akan kita pilih.\u00a0Mau merahasiakannya untuk dikabari nanti aja pas nikah, atau secara terang-terangan dengan harapan semakin banyak orang yang tahu semakin banyak do&#8217;a yang mengalir.\u00a0<span style=\"text-decoration: line-through;\">Kalau orangnya nggak julid<\/span><\/p>\n<p>Jika kita berada pada pihak yang memilih untuk memberitakan acara lamaran, apalagi kalau beritainnya di sosmed seperti Instagram, itu jelas ribet banget, yeorubun~<\/p>\n<p>Saya nggak paham, Instagram seolah punya standar tersendiri untuk postingan semacam acara lamaran.\u00a0Tiap foto lamaran yang nggak sengaja saya temuin di explore Instagram itu dengan jelas memiliki kesamaan yang nyaris tiada bedanya.<\/p>\n<p>Tipe-tipe orang lamaran di Instagram itu digelar dengan persiapan yang sepertinya matang, rumahnya dihias, kebaya batiknya seragaman, backdrop lucu penuh bunga yang pasti selalu ada inisial dua orang yang sedang lamaran.\u00a0Dan tidak lupa, video cinematic yang dibuat begitu ciamik pake soundtrack lagunya Novo Amor biar romantis.\u00a0Jelas, saya juga pernah pengen dong.<\/p>\n<p>Saya suka membayangkan diri saya yang lari-lari kecil\u00a0<span style=\"text-decoration: line-through;\">dari shofa ke marwa\u00a0<\/span>sambil tersenyum ke arah kamera, saya sudah membayangkan tipe backdrop seperti apa yang saya mau, dan tidak lupa screenshot kebaya-kebaya lucu buat inspirasi jahitan.\u00a0Tapiiiii&#8230;<\/p>\n<p>Setelah menghitung biaya yang harus saya keluarkan untuk jahit baju, beli backdrop dan hias rumah, ternyata nggak sinkron banget sama dompet saya yang isinya cuma mata uang Majapahit doang.<\/p>\n<p>Ya begitulah printilan-printilan konten-able buat diposting di Instagram.\u00a0Tidak terlalu penting memang, tapi kalau nggak dilakoni satu atau dua poin saja, rasanya kok ada yang kurang, yha?<\/p>\n<p>Haess&#8230; kalo saja Kevin Systrom tahu andil Instagram dalam kehidupan manusia bukan lagi sekedar menjadi aplikasi berbagi foto, tapi sudah menjadi aplikasi pengubah pola pikir dan gaya hidup penggunanya. Pasti dia juga nggak pengen-pengen banget deh jual Instagram ke Mark Zuckerberg.<\/p>\n<p>Seperti kita tahu, jahit baju, pasang backdrop dan hias rumah bisa dibilang keperluan yang nggak mendesak-desak banget&#8230;\u00a0Tapi kalau kamu berkemampuan ya nggak masalah ukhti~<\/p>\n<p>Yang menjadi masalah adalah kalau kita memiliki cekungan dompet yang tajam, tapi kiblat gaya hidup kita malah postingan Instagram.\u00a0<span style=\"text-decoration: line-through;\">#selfreminder<\/span><\/p>\n<p>Dengan adanya masa tenang ini, setidaknya memberi saya waktu untuk merenung lebih lama, sebenarnya antara keluarga atau netizen Instagram, siapa sih yang ingin kita buat terkesan dalam acara lamaran?<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/setelah-lamaran-malah-muncul-keraguan-pernahkah\/\">Setelah Lamaran Malah Muncul Keraguan, Pernahkah?<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/elsa-fitriyani\/\">Elsa Fitriyani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasihan sobat misqueen kayak saya yang pengin hemat. Hiks.<\/p>\n","protected":false},"author":672,"featured_media":41009,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1093,605],"class_list":["post-40932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-instagram","tag-lamaran"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/672"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}