{"id":409271,"date":"2026-07-08T12:55:14","date_gmt":"2026-07-08T05:55:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=409271"},"modified":"2026-07-08T12:55:14","modified_gmt":"2026-07-08T05:55:14","slug":"cerita-menabung-mati-matian-demi-honda-vario-techno-125-bekas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-menabung-mati-matian-demi-honda-vario-techno-125-bekas\/","title":{"rendered":"Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis"},"content":{"rendered":"<p><em>Pengalaman beli kendaraan sendiri, <span style=\"font-weight: 400;\">Honda Vario Techno 125 bekas, tidak akan terlupa.<\/span><\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kulonprogo.sorot.co\/berita\/perlahan-kopata-bakal-hilang-masyarakat-beralih-ke-trans-jogja-49021\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2008<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> s<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ecara resmi menandai titik balik dunia transportasi umum di Jogja. Kemunculan TransJogja pada waktu itu sedikit demi sedikit mulai menggeser keberadaan bus konvensional, seperti Kopata, Damri, Aspada, dan Kobutri yang pernah merajai jalanan Jogja. Tapi saya merasakan perubahan yang paling signifikan pada rentang tahun 2016-2018, ketika saya berada di SMA dan menuju kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak SMP, sekitar tahun 2012-2015, saya terbiasa naik bus kota konvensional. Namun, dengan kondisi bus kota mulai menghilang sementara trayek TransJogja belum menjangkau seluruh wilayah Jogja membuat saya kesulitan untuk ke mana-mana. Padahal rumah saya masih berada di dalam Kota Jogja, tapi jalur TransJogja pada waktu itu nggak melintasi jalan manapun yang dekat dengan rumah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, kendaraan pribadi menjadi kebutuhan baru saya, bukan lagi sekadar keinginan apalagi gaya hidup. Agar nggak merepotkan keluarga untuk mengantar-jemput, saya akhirnya membeli motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor yang saya beli bukan motor baru. Dan, saya berpikir bahwa motor bekas lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value for money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibandingkan motor baru. Selain itu, budget saya, yang pada waktu itu belum bekerja dan menabung murni dari uang jajan hanya cukup untuk beli motor bekas saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan motor bekas yang sesuai dengan budget saya sebenarnya cukup banyak. Saya pun memilih motor dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Sisa budget akhirnya saya pakai untuk bayar pajak, servis awal, dan beli perlengkapan berkendara, seperti helm dan jas hujan yang bagus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pilihan jatuh pada Honda Vario Techno 125<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, pilihan saya jatuh pada Honda Vario Techno 125 Helm-in. Alasannya sih ekonomis dan lumayan simple. Saya mau motor yang hemat bahan bakar dan bagasinya luas. Walaupun saya bukan anak otomotif, saya sempat mencari tahu beberapa opsi motor yang sesuai dengan spesifikasi yang saya cari dan cocok dengan budget yang saya punya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Honda Vario yang satu ini memang sudah injeksi sehingga<\/span><a href=\"https:\/\/autonetmagz.com\/review-honda-vario-techno-125-pgm-fi-with-video\/7874\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">lebih irit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dibanding generasi karburator. Bagasinya beneran gede banget yang nggak hanya muat jas hujan dan sandal jepit, tapi juga kotak bekal makan siang, botol minum, dan buku-buku pinjaman dari perpustakaan. Bahkan nasi kotak dari tempat magang pun muat di bagasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi bisa dibilang bagasi dengan budget sebenarnya cukup\u00a0 cukup banyak. Tapi, selain memang harganya lebih murah dibandingkan motor baru, motor bekas punya lebih banyak sisi positif yang sangat saya pertimbangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dengar bahwa motor baru umumnya turun harga paling besar pada tahun-tahun awal, sehingga bisa dibilang penurunan harga terbesarnya sudah dialami pemilik sebelumnya. Motor bekas harganya sudah \u201cstabil\u201d karena saya sebagai pemilik selanjutnya nggak rugi-rugi amat jika saya mau menjualnya lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, daripada beli motor baru dengan spesifikasi mepet tapi makan budget besar, menu besar itu malah lebih bermanfaat untuk saya isi dengan benda-benda yang khas dengan kehidupan perkuliahan saya dibandingkan helm semata.<\/span><\/p>\n<h2><b>Motor, tiket menuju kemandirian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, hidup di Jogja tanpa motor itu nggak menyiksa. Ketika saya masih SMP, bus kota tiap beberapa menit sekali berseliweran mencari penumpang. Apalagi rumah saya itu termasuk daerah yang ramai dilintasi bus kota. Begitu turun dari bus, saya juga terbiasa jalan kaki dari jalan utama menuju rumah bersama penumpang yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, semenjak bus kota menghilang, nggak ada jalur TransJogja di sekitar rumah saya, dan berjalan kaki nggak senyaman dulu. Saya pun mulai menabung untuk membeli motor untuk saya gunakan harian. Saya nggak mau merepotkan orang lain untuk mengantar saya ke mana-mana, apalagi untuk berangkat kuliah setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, benar saja, sekarang muncul pemikiran bahwa mahasiswa di Jogja akan<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/catatan-keresahan-mahasiswa-jogja-yang-nggak-punya-motor-di-jogja\/?utm_source=mojok_widget&amp;utm_medium=aggregator\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kesulitan tanpa motor<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mengandalkan teman takut dikira benalu, naik ojol tiap hari bikin boros, dan belum bisa 100 persen bergantung pada transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah punya Honda Vario Techno 125\u00a0 saya bisa pergi ke mana-mana tanpa banyak pertimbangan. Misalnya, saat kuliah, ternyata jurusan saya punya banyak program praktik lapangan yang mengharuskan kami, para mahasiswa, untuk mengikuti perkuliahan di luar kelas. Dan, praktik lapangan ini nggak pernah dekat dari kampus. Kami pernah ke Sleman paling utara dan Bantul paling selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, pekerjaan yang saya dapatkan setelah lulus pun membuat saya makin bersyukur dengan keputusan beli motor bekas. Soalnya saya pernah dikirim untuk meneliti di Kapanewon Srandakan dan Kretek, Kabupaten Bantul, yang mana sudah pol daratan. Tanpa motor, bagaimana caranya saya berangkat dari Jogja Kota ke sana sekaligus berpindah dari satu dusun ke dusun yang lain?<\/span><\/p>\n<h2><b>Fase menabung yang bikin prihatin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diingat-ingat lagi, fase menabung sebelum beli Honda Vario Techno125 itu memang lumayan bikin prihatin. Selama bertahun-tahun saya menahan diri untuk nggak jajan impulsif. Padahal banyak banget buku yang pengin saya beli, makanan yang pengin saya coba, hingga tempat yang pengin saya kunjungi pada waktu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, sekarang saya bangga sama kesabaran saya saat menabung. Investasi yang saya lakukan sudah dapat imbal hasilnya. Apalagi momen ketika saya memegang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stnk-hilang-itu-menjengkelkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">STNK<\/a> yang sudah pakai nama saya sendiri setelah dibalik nama. Rasanya pertama kali punya \u201caset\u201d atas nama sendiri tuh, wah banget. Nggak seberapa, tapi saya bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai sekarang saya masih sulit menyebut motor saya sebagai kendaraan biasa. Buat saya, motor itu jadi saksi masa-masa saya belajar mandiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-win-100-adalah-mimpi-buruk-hidup-tambah-repot\/\"><b><i>Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membeli kendaraan pertama tidak akan terlupa karena harus nabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 helm-in bekas. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":409276,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[12903],"tags":[2133,13812,20315,33974,33976,33975],"class_list":["post-409271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda","tag-honda-vario","tag-honda-vario-techno-125","tag-techno","tag-vario-techno","tag-vario-vario-techno-125"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409271"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":409280,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409271\/revisions\/409280"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/409276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}